Soal 'Sok-sokan' Lockdown, NasDem Minta Anies Ikut Arahan Jokowi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 05:51 WIB
35 komentar <https://news.detik.com/berita/d-5199784/soal-sok-sokan-lockdown-nasdem-minta-anies-ikut-arahan-jokowi?single=1#comm1> SHAREURL telah disalin <https://news.detik.com/berita/d-5199784/soal-sok-sokan-lockdown-nasdem-minta-anies-ikut-arahan-jokowi?single=1> Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peninjauan sejumlah fasilitas publik di kawasan Sudirman-Thamrin sambil bersepeda.Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Rifkianto Nugroho)

*Jakarta*-

Presiden Joko Widodo <https://www.detik.com/tag/presiden-joko-widodo>(Jokowi <https://www.detik.com/tag/jokowi>) memberi pesan meminta agar tidak sok-sokan me-lockdown wilayah dalam penanggulanganCOVID-19 <https://www.detik.com/tag/covid_19>. Bendahara Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, menilai seharusnyaGubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan <https://www.detik.com/tag/gubernur-dki-jakarta-anies-baswedan>, mendengar interuksi Jokowi dan mengikuti arahannya.

"Pak Presiden sudah mengingatkan kepada seluruh kepala daerah termasuk Pak Anies. Jadi sudah seharusnya Gubernur DKI Jakarta mengikuti arahan dari kepala negara," kata Jupiter, kepada wartawan, Minggu (4/10/2020).

*Baca juga:*Presiden Jokowi: Tak Perlu Sok-sokan Me-lockdown Provinsi <https://news.detik.com/berita/d-5199130/presiden-jokowi-tak-perlu-sok-sokan-me-lockdown-provinsi>

Jupiter mengatakan pesan tegas Jokowi terkait upaya pencegahan penularan virus Corona di Jakarta itu bisa dilakukan dengan menerapkan lockdown skala kecil. Menurutnya, pembatasan wilayah di tingkat provinsi hanya akan menghancurkan perekonomian Ibu Kota.

"Karena kita semua mengetahui dampak akibat lockdown akan menambah laju naiknya angka pengangguran dan kemiskinan. Rakyat tambah susah jika me-lockdown se-wilayah provinsi yang begitu luas. Seluruh dunia juga mengalami COVID-19, tapi tidak me-lockdown selama hampir memasuki 8 bulan," ucap Jupiter.

*Baca juga:*Jokowi Bilang Tak Perlu Sok-sokan Lockdown Provinsi, Wagub DKI: Itu Benar <https://news.detik.com/berita/d-5199330/jokowi-bilang-tak-perlu-sok-sokan-lockdown-provinsi-wagub-dki-itu-benar>

Diberitakan sebelumnya, Jokowi menyampaikan pesan tegas terkait upaya pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19). Jokowi meminta agar tidak sok-sokan me-lockdown wilayah.

"Tidak, tidak perlu sok-sokan akan me-lockdown provinsi, me-lockdown kota atau me-lockdown kabupaten, karena akan mengorbankan kehidupan masyarakat. Tetapi kita serius mencegah penyebaran wabah supaya tidak meluas," kata Jokowi dalam video yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden (Setpres), seperti dilihat detikcom, Minggu (4/10).

*Baca juga:*Jokowi: Saya Ambil Risiko untuk Atasi Corona <https://news.detik.com/berita/d-5199324/jokowi-saya-ambil-risiko-untuk-atasi-corona>

Jokowi menegaskan bahwa hasil upaya mencegah penyebaran Corona merupakan suatu hal yang penting. Namun, dia menekankan, agar melihat hasil tersebut bukan berdasarkan perkiraan.

"Hasilnya bagaimana? Ini yang terpenting. Mari kita menilai berdasarkan fakta dan data, dan bukan berdasarkan kira-kira," ucapnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sendiri menilai penanganan pandemi Corona di Indonesia cukup baik. Jokowi mengajak semua pihak untuk menilai penanganan Corona di Tanah Air berdasarkan fakta.

"Saya bisa mengatakan penanganan COVID-19 di Indonesia tidak buruk, bahkan cukup baik. Maka saya hanya bicara fakta," sebut Jokowi.

*(fas/gbr)*



 Oknum LSM Banyuwangi Tolak Pergub Pemberlakuan Masker Siap Menggugat

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 00:15 WIB
38 komentar <https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5199760/oknum-lsm-banyuwangi-tolak-pergub-pemberlakuan-masker-siap-menggugat?single=1#comm1> SHAREURL telah disalin <https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5199760/oknum-lsm-banyuwangi-tolak-pergub-pemberlakuan-masker-siap-menggugat?single=1>
M. Yunus Wahyudi, anggota LSM di BanyuwangiFoto: Tangkapan Layar

*Banyuwangi*-

M. Yunus Wahyudi, yang mengaku sebagai aktivis LSM antimasker di Banyuwangi menjemput paksa jenazah pasien reaktifCOVID-19 <https://www.detik.com/tag/covid_19>. Jika dirinya ditangkap, pihaknya akan menggugat Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur tentang pemberlakuan masker.

Pergub Jatim No 53/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 yang sudah berlaku disoal oleh Yunus. Dirinya siap dipenjara jika memang memang dinilai salah. Namun dirinya juga akan menggugat pergub yang mengatur tentang larangan tak bermasker.

"Jika saya tak bermasker penjarakan saya. Saya akan gugat Pergub yang dikeluarkan Pemprov Jatim," ujarnya kepada detikcom, Minggu (4/10/2020).

*Baca juga:*Dijuluki Aktivis Antimasker, Oknum LSM Banyuwangi Ini Tolak Push-Up Jika Dirazia <https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5199575/dijuluki-aktivis-antimasker-oknum-lsm-banyuwangi-ini-tolak-push-up-jika-dirazia>

Jika hanya Pergub, kata Yunus, aturan yang diberlakukan lemah menurutnya. Sebab Pergub tersebut sudah merampas hak masyarakat yang ingin sehat. Karena menurutnya, menggunakan masker baginya tidak sehat. Sebab gas CO2 yang dikeluarkan saat bernapas akan meracuni tubuh.

"Jadi ini perlu bicara hukum. Itu hanya pergub bukan perda atau hukum yang dibahas pemerintah dan DPR. Ini merampas hak masyarakat. Silahkan penjarakan saya jika tak patuh Pergub," tambahnya.

Soal sanksi denda hingga Rp 250 ribu, Yunus mengaku hal itu memberatkan masyarakat. Dirinya mending memberikan makan kepada masyarakat yang susah karenapandemi COVID-19 <https://www.detik.com/tag/pandemi-covid_19>ini.

"Mending saya berikan ke orang kurang mampu atau anak saya. Daripada buat bayar sanksi," tambahnya.

Meski begitu, dirinya mengaku yakin COVID-19 ada di Indonesia. Namun dirinya yakin jika COVID-19 di Banyuwangi tidak ada. Sebab hingga saat ini dirinya belum menemukan adanya surat pernyataan COVID-19 dari Satgas COVID-19 ataupun dokter terhadap pasien yang dinyatakanpositif COVID-19 <https://www.detik.com/tag/positif-covid_19>.

"COVID 19 ada, tapi tidak ada di Banyuwangi. Karena tidak ada surat resmi ini bener covid atau tidak. Itu kan kan akal-akalan pejabat Banyuwangi saja untuk mencairkan anggaran," pungkasnya.

*Baca juga:*Ini Alasan Oknum LSM Anti Masker Jemput Jenazah Pasien Reaktif COVID-19 <https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5199391/ini-alasan-oknum-lsm-anti-masker-jemput-jenazah-pasien-reaktif-covid-19>

Sebelumnya, video seorang oknum LSM marah-marah di salah satu rumah sakit Banyuwangi, viral. Tanpa menggunakan masker, dirinya mendatangiRSUD Genteng <https://www.detik.com/tag/rsud-genteng>dan marah kepada petugas rumah sakit. Dalam video itu, oknum LSM meminta petugas rumah sakit untuk memulangkan jenazah pasien reaktif COVID-19.

Video viral<https://www.detik.com/tag/video-viral>berdurasi 4.56 menit itu diunggah Sabtu (3/10/2020). Hingga pukul 12.20 WIB, Minggu (4/10/2020) sudah ada 880 komentar. Salah satunya:

/@suradikun: Bpk aktivis ini belom merasakn sprt plesiden amerika yg awalny anti masker dan sekrg baru/
/menyadari karena trpapar/
/@evenpotret Terus berjuang,pak yunus..semoga terbongkar permainan pandemik covid-19. Aamiin/ /@dwisuryanto23 Gue positif nih kebetulan, boleh pak yunus kita ngobrol tanpa masker ? Saya batuk2 juga nih/ /@ummahfadhlan_2018 Uda ketemu orang gini g usah diladenin. Cuekin aja tinggal pergi. Kakean cangkem tok ga ono isine/
/@bgsetyab Suruh aja seminggu tidur sekamar bareng pasien covid wkwkwk/

*(fat/fat)*




Kirim email ke