Media Asing: *Pemulihan Ekonomi Tiongkok Untungkan Negara Tetangganya*
http://indonesian.cri.cn/20201009/4c5545b4-7a9e-ec20-48bb-c56c57fcb68e.html
2020-10-09 15:09:11
CNBC Amerika Serikat (AS) hari senin (5/10) melaporkan, Perusahaan
Invesco, salah satu grup pengelola aset independen terbesar di dunia
menyatakan, pemulihan kembali ekonomi Tiongkok dari wabah Covid-19 juga
akan menguntungkan revitalisasi ekonomi negara tetangganya di Asia.
Media Asing: Pemulihan Ekonomi Tiongkok Untungkan Negara
Tetangganya_fororder_微信图片_20201009144930
Menurut data Biro Statistik Nasional Tiongkok, Indeks PMI industri
manufaktur Tiongkok pada bulan lalu tercatat 51,5 persen, meningkat 0,5
poin dibandingkan bulan Agustus. CNBC mengatakan, aktivitas industri
manufaktur Tiongkok diperluas sebelum pekan emas liburan panjang dan
ekonomi Tiongkok sedang dipulihkan kembali secara kontinu.
Media Asing: Pemulihan Ekonomi Tiongkok Untungkan Negara
Tetangganya_fororder_微信图片_20201009144935
Menurut data Pusat Data Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok,
seluruh negeri Tiongkok telah menerima 425 juta wisatawan domestik dalam
4 hari pertama pekan emas kali ini.
Kepala Ekonom CME Group, Blu Putnam menyatakan, Tiongkok dengan relatif
cepat mengontrol wabah Covid-19 dan ekonominya cepat pulih kembali.
Sanksi Unilateral yang Dilakukan Politikus AS Menjadi Hutang HAM Mereka
http://indonesian.cri.cn/20201009/e8a398d0-a3b4-4a91-318a-db665a77f2fd.html
2020-10-09 11:32:13
Sanksi Unilateral yang Dilakukan Politikus AS Menjadi Hutang HAM
Mereka_fororder_锐评2020100901
Para anggota Komite ke-3 Sidang ke-75 Majelis Umum PBB bertarung dengan
sengit mengenai masalah HAM dalam beberapa hari ini. Sejumlah kecil
negara termasuk Amerika Serikat (AS) dengan niat jahat memfitnah keadaan
HAM Tiongkok dan dibantah oleh pihak Tiongkok. Hampir 70 negara
mendukung Tiongkok dan sekali lagi mengalahkan intrik sejumlah kecil
negara termasuk AS yang ingin mengintervensi urusan dalam negeri
Tiongkok dengna alasan HAM. Itulah pembendungan multilateralisme dengan
unilateralisme.
Sejumlah politikus AS menerapkan standar ganda dalam urusan
internasional, dengan sembarangan menggunakan kekuatan bersenjata atau
mengenakan sanksi unilateral kepada negara lain, merugikan serius
kemampuan negara lain untuk mengembangkan ekonomi dan memperbaiki
kesejahteraan rakyat,dan ini menjadi pelanggaran sistematik yang kontinu
terhadap HAM. Politikus AS yang mengupayakan kepentingan diri sendiri
itu telah menjadi pensabot terbesar kerja sama penanggulangan wabah
global dan berulang kali memiliki hutang HAM kepada rakyat sedunia.
Sanksi Unilateral yang Dilakukan Politikus AS Menjadi Hutang HAM
Mereka_fororder_锐评2020100902
Sejumlah negara kurang maju khususnya yang dikenakan sanksi dari
negara-negara Barat dalam jangka panjang itu sedang menghadapi tekanan
berat dalam penanggulangan wabah, dan sangat membutuhkan dukungan
masyarakat internasional. Akan tetapi, sejumlah politikus AS tidak hanya
sama sekali tak menyatakan kasihan atau simpati, melainkan menggalakkan
politisasi masalah wabah dan mengenakan sanksi dalam rangka mencapai
tujuan politiknya, antara lain, memperparah kegoncangan sosial,
menghasut kebencian dan konfrontasi, bahkan menggulingkan pemerintah
negara-negara lain. Tindakan AS itu memungkinkan masyarakat
internasional lebih jelas melihat kekejaman dan darah dingin hegemoni AS
serta kemunafikan ekstrim politikus AS yang menggembar-gemborkan apa
yang disebut sebagai “demokrasi”, “HAM” dan “kebebasan”.
Wakil Tiongkok dalam pidatonya atas nama 26 negara mengimbau sekali lagi
bahwa solidaritas global dan kerja sama internasional adalah senjata
paling ampuh dalam melawan wabah Covid-19, hendaknya segera dicabut
secara tuntas tindakan paksaan sepihak, dalam rangka menjamin semua
anggota masyarakat internasional dapat menanggulangi wabah secara
komprehensif dan efektif. Pendirian Tiongkok tersebut memperlihatkan
keinginan umum masyarakat internasional.