Kadin: UU Cipta Keja buka peluang besar investor masuk ke Jawa Tengah

Selasa, 13 Oktober 2020 00:41 WIB

Kadin: UU Cipta Keja buka peluang besar investor masuk ke Jawa Tengah

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kelima kiri), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (ketiga kanan), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (keempat kiri) berbincang saat peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Relokasi Investasi Asing ke Indonesia di Kedawung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa . ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/pras.

Yang harus digarisbawahi, persediaan tenaga kerja di Jateng ini sangat banyak dan di Jateng terkenal pekerjanya yang baik, pintar dan tidak neko-neko
Semarang (ANTARA) -
Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyebut bahwa Undang-Undang Cipta Kerja membuka peluang investasi dan mampu mengatasi permasalahan terkait pengangguran.

"UU Cipta Kerja ini bisa membuka peluang besar bagi investor masuk ke Jawa Tengah. Dengan begitu, maka persoalan pengangguran yang selama ini menjadi problem, akan teratasi," kata Ketua Kadin Jateng Kukrit Wicaksono saat mengikuti dialog bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama pihak terkait membahas UU Cipta Kerja di Semarang, Senin.

Menurut dia, dengan terbukanya lapangan kerja itu maka jumlah pengangguran berkurang dan hal itu akan berdampak pada kesejahteraan dan daya beli masyarakat.

*Baca juga:Menko Airlangga: Kebutuhan lapangan kerja baru sangat mendesak <https://www.antaranews.com/berita/1779221/menko-airlangga-kebutuhan-lapangan-kerja-baru-sangat-mendesak>*

"Ini cara agar Indonesia cepat maju. Kalau ini ditolak bahkan dibatalkan, Indonesia akan sulit untuk maju," ujarnya.

Ketua Apindo Jateng Frans Kongi menambahkan pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan investasi dan akan berusaha keras untuk membuat hal ini bisa tercapai.

"Yang harus digarisbawahi, persediaan tenaga kerja di Jateng ini sangat banyak dan di Jateng terkenal pekerjanya yang baik, pintar dan tidak/neko-neko/. Ini sudah menjadi/trade mark/yang dimiliki Jateng untuk menarik investor," katanya.

UU Cipta Kerja, lanjut Frans, menjadi sangat strategis karena akan banyak perusahaan yang masuk ke Jawa Tengah dengan adanya peraturan ini.

*Baca juga:Menko Airlangga luruskan soal tenaga kerja dan sertifikat halal <https://www.antaranews.com/berita/1778789/menko-airlangga-luruskan-soal-tenaga-kerja-dan-sertifikat-halal>*

"Infrastruktur sudah oke, kemana-mana sangat mudah, maka ini sangat strategis bagi Jateng, akan banyak perusahaan yang masuk ke Jateng, bahkan banyak perusahaan yang tertarik menanamkan modal di Kawasan Industri Batang," ujarnya.

Ia menyebut setidaknya ada 50-100 ribu orang tenaga kerja yang dipastikan terserap di Kawasan Industri Batang pada tahun depan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengumpulkan kalangan pengusaha, akademisi, dan serikat buruh untuk berdiskusi terkait UU Cipta Kerja untuk mendengarkan masukan dan menyerap aspirasi dari berbagai pihak terkait undang-undang itu.

*Baca juga:Bamsoet: Segera terbitkan PP untuk akhiri polemik UU Cipta Kerja <https://www.antaranews.com/berita/1778633/bamsoet-segera-terbitkan-pp-untuk-akhiri-polemik-uu-cipta-kerja>*

Pewarta: Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Risbiani Fardaniah


 Prabowo Yakin Ada Dalang Kerusuhan Demo Omnibus Law

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 06:21 WIB
4 komentar <https://news.detik.com/berita/d-5211083/prabowo-yakin-ada-dalang-kerusuhan-demo-omnibus-law?tag_from=wp_nhl_3#comm1> SHAREURL telah disalin <https://news.detik.com/berita/d-5211083/prabowo-yakin-ada-dalang-kerusuhan-demo-omnibus-law?tag_from=wp_nhl_3> Menhan Prabowo Subianto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR. Raker itu salah satunya membahas soal Natuna.Foto: Menhan RI Prabowo Subianto (Lamhot Aritonang/detikcom).

*Jakarta*-

Menhan Prabowo Subianto <https://www.detik.com/tag/prabowo-subianto>yakin ada dalang kerusuhan demo menolak omnibus law UU Cipta Kerja beberapa waktu lalu. Prabowo meminta kaum buruh dan masyarakat tidak emosional menyikapi UU Cipta Kerja.

"Ini yang harus disadari oleh teman-teman, kawan-kawan buruh. Jangan emosional, jangan cepat marah, jangan mudah untuk mau bikin aksi massa sehingga munculnya adalah vandalisme. Kalau nanti yang dibakar sarana umum, itu kan dibangun dengan uang rakyat, untuk kepentingan rakyat. Dibakar," sebut Prabowo dalam wawancara courtesy DPP Partai Gerindra seperti dilihat Senin (12/10/2020).

*Baca juga:*Prabowo: 80% Kepentingan Buruh Diakomodasi di Omnibus Law, Sisanya Bisa ke MK <https://news.detik.com/berita/d-5211019/prabowo-80-kepentingan-buruh-diakomodasi-di-omnibus-law-sisanya-bisa-ke-mk>

Prabowo<https://www.detik.com/tag/prabowo>lalu menyoroti aksi pembakaran dalam demo menolak omnibus law RUU Cipta Kerja. Prabowo yakin ada dalangnya dan itu pihak asing.

"Jadi coba itu anak-anak itu, pikirkan. Saya nggak yakin ya itu dari para mahasiswa dari para pemuda. Ini pasti ada dalangnya. Ini pasti anasir-anasir ini, ya kan. Ini pasti anasir yang dibiayai oleh asing. Nggak mungkin seorang patriot mau bakar milik rakyat. Kalau mau demo silakan. Demokrasi itu boleh demo. Masak bakar milik rakyat? Benar nggak? Kalau sudah begitu kita harus sangat-sangat waspada. Jadi ini sikap saya," jelas Prabowo.

Prabowo <https://www.detik.com/tag/prabowo>mengerti ini adalah kesulitan bangsa yang dihadapi bersama-sama. Prabowo meminta penanganan COVID-19 harus didahulukan dan dia heran ada yang mendorong aksi demo.

"Masak menganjurkan anak-anak muda itu untuk demo? Saya lihat banyak nggak pakai masker dan kalau pakai masker pun kita bersentuhan dengan kawannya terlalu/deket/, ini kan sebetulnya Anda mencelakakan anak-anak kita. Ini yang dalang ini tidak bertanggung jawab sama sekali. Saya sangat prihatin. Ini kan lagi COVID. Cobalah kita sabar, kita atasi dulu, kita perbaiki," ucap Prabowo.

"Kita coba, kalau nanti UU ini tidak bagus, kalau pelaksanaannya tidak baik ya bawalah ke judicial review, bawalah ke Mahkamah Konstitusi. Sudah berkali-kali kok dalam sejarah terjadi," imbuhnya.

*Baca juga:*Prabowo: Banyak yang Kemarin Demo Belum Baca Omnibus Law, Banyak Hoax! <https://news.detik.com/berita/d-5210994/prabowo-banyak-yang-kemarin-demo-belum-baca-omnibus-law-banyak-hoax>

Meski demikian,Prabowo<https://www.detik.com/tag/prabowo>masih yakin banyak pendemo yang baik dan itu menurutnya mayoritas dari pendemo. Prabowo bercerita sempat terkepung massa.

"Marilah kita berpikir dengan tenang, dengan sehat, dengan kekeluargaan. Tapi saya lihat sebetulnya sebagian besar pendemo itu juga masih baik. Kemarin saya juga agak terperangkap dengan massa tapi mereka buka jalan. Masih banyak yang apa itu... dadah ke saya. Mungkin dia lihat mobil saya. Bahkan anak-anak itu ada juga yang hormat. Saya kira mereka itu niatnya baik anak-anak itu, tapi ada yang panas-panasin," sebut Prabowo.

*(gbr/jbr)*

Kirim email ke