Xi Jinping Ucapkan Selamat kepada Seminar Internasional Pengentasan
 Kemiskinan

http://indonesian.cri.cn/20201013/a0b91bd9-392b-47f9-169a-d7ef192fc766.html
2020-10-13 11:40:42

Seminar Pengentasan Kemiskinan dan Tanggungjawab Partai dibuka di Fuzhou, Provinsi Fujian. Presiden Tiongkok menyampaikan ucapan selamat kepada seminar.

Xi Jinping menunjukkan, menjelang Hari Pengentasan Kemiskinan Nasional Tiongkok dan Hari Pengentasan Kemiskinan Internasional, Seminar Teori Internasional “Pengentasan Kemiskinan dan Tanggungjawab Partai” digelar di Fuzhou, dirinya menyatakan ucapan selamat kepada seminar.

Xi Jinping menunjukkan, pengentasan kemiskinan, perbaikan kehidupan rakyat dan terwujudnya bersama kesejahteraan adalah permintaan pokok dalam pembangunan sosialisme berciri khas Tiongkok, adalah misi penting PKT. Sejak kongres nasional PKT ke-18, dengan bertolak dari target pembangunan masyarakat sejahtera, pemerintah menjadikan pengentasan kemiskinan sebagai tugas penting untuk mewujudkan tujuan perjuangan seratus tahun yang pertama, mengambil serentetan kebijakan dan pengaturan yang penting, secara menyeluruh melancarkan kampanye pengentasan kemiskinan, masalah kemiskinan absolut yang menghantui bangsa Tionghoa selama ribuan tahun akan diselesaikan secara historis. Kami berkeyakinan dan berkemampuan mencapai kesuksesan pengentasan kemiskinan, lebih awal 10 tahun mewujudkan target pengentasan kemiskinan yang tertuang dalam agenda pembangunan berkelanjutan PBB 2030.

Xi Jinping menekankan, saat ini, melalui upaya bersama berbagai pihak, usaha pengentasan kemiskinan global mencapai perkembangan besar, tapi tantangan dan kesulitan yang dihadapi dunia tetap serius, komunitas internasional termasuk partai politik berbagai negara harus mencapai kesepahaman, bekerja sama, mempertahankan multilateralisme, memelihara perdamaian dan stabilitas, mempercepat proses pengentasan kemiskinan. Xi Jinping mengharapkan para tamu peserta bersama mendorong usaha pengentasan kemiskinan global, meningkatkan keyakinan untuk menanggulangi kemiskinan, menyumbang kecerdasan dan kekuatan untuk mewujudkan target yang tercantum dalam agenda pembangunan berkelanjutan PBB 2030.

Seminar Pengentasan Kemiskinan dan Tanggungjawab Partai diselenggarakan bersama oleh Departemen Penghubung Internasional Komite Sentral PKT dan Provinsi Fujian. Sekjen Laos Bounnhang Vorachit, Presiden Namibia Hage Geningob, Presiden Zimbabwe Emmerson Mnanggagwa, Presiden Afrika Tengah Faustin Archange Touadera, Preisden Malawi Lazarus Chakwera, Presiden Argentina Albertro Fernandez, Presiden Suriname Chandrikapersad Santokhi secara tertulis atau virtual mengucapkan selamat dan menilai tinggi hasil-hasil yang dicapai Tiongkok dalam pengentasan kemiskinan. Mereka dengan bulat berpendapat bahwa partai-partai politik mancanegara hendaknya memainkan peranan kepemimpinan di bidang politik, mengumpulkan kesepahaman berbagai pihak, mendorong kerja sama dalam pengentasan kemiskinan. Sekitar 400 wakil partai, utusan negara, media dan sarjana dari lebih 100 negara menyertai seminar secara virtual atau tatap muka.


 Peng Liyuan Kirim Ucapan Selamat Kepada Penerima Hadiah Pendidikan
 Anak Perempuan dan Wanita Ke-5 UNESCO

2020-10-13 11:18:27

Peng Liyuan, istri Presiden Tiongkok Xi Jinping, selaku Utusan khusus UNESCO untuk promosi pendidikan anak perempuan dan wanita, kemarin (12/10) mengirim ucapan selamat secara virtual kepada para penerima hadiah pendidikan anak perempuan dan wanita Ke-5 UNESCO yang berasal dari Sri Lanka dan Kenya.

Peng Liyuan menyatakan, hadiah pendidikan anak perempuan dan wanita diadakan pada tahun 2015 dengan kerjasama Tiongkok-UNESCO. Para penerima hadiah dengan aksi riilnya membantu anak perempuan dan wanita memperoleh pengetahuan dan keterampilan, menyalakan impian kehidupan anak perempuan dan wanita, memberikan kontribusi demi mempromosi pendidikan, kesetaraan gender dan mendorong perkembangan sosial. Di Tiongkok juga terdapat jutaan orang berupaya demi usaha pendidikan anak perempuan dan wanita. Ada seorang guru wanita yang bernama Zhang Guimei, dia bekerja di daerah pegunungan miskin Propinsi Yunnan sepanjang 40 tahun lebih, telah membangun sebuah sekolah menengah perempuan bebas biaya pertama di Tiongkok, membantu 1600 anak perempuan mewujudkan impian melanjutkan studi di universitas. Para siswa perempuan memanggil guru Zhang sebagai “Ibu Zhang”. Dialah memberikan sinar harapan kepada anak-anak yang mengejar impian.

Peng Liyuan menyatakan, terpengaruh oleh pandemi Covid-19, tahun ini sekitar 1,5 miliar siswa di seluruh dunia terpaksa menghentikan kuliah, khususnya anak perempuan. Oleh karena itu kita hendaknya berupaya membantu anak perempuan memulihkan kuliah, agar anak perempuan tidak ketinggalan pelajarannya karena wabah.

Peng Liyuan menyatakan, 63 persen buta huruf orang dewasa di seluruh dunia adalah wanita. Tanpa pendidikan bagus, tiada kemajuan sosial umat manusia. Pendidikan terhadap anak perempuan dan wanita tidak hanya mencapai prestasi pada masa kini, tapi juga menguntungkan generasi selanjutnya. Peng Liyuan dalam pidatonya menyerukan lebih banyak negara dan tokoh berbagai kalangan mendukung dan berpartisipasi dalam usaha mulia ini. Tiongkok akan terus bekerjasama dengan UNESCO menyelenggarakan hadiah pendidikan anak perempuan dan wanita kedua tahun 2021-2025, mendorong pertukaran dan kerjasama pendidikan internasional, serta memberikan kontribusi lebih besar demi mendorong pendidikan bagi anak perempuan dan wanita, serta mewujudkan target pembangunan berkelanjutan PBB 2030. Mari kita bergandengan tangan, membantu anak perempuan dan wanita menikmati pendidikan yang berkualitas tinggi dan sama dengan orang lain, agar kaum wanita mempunyai hari depan yang cerah!

Direktur Jenderal UNESCO PBB Audrey Azoulay mengapresiasi usaha pemerintah Tiongkok yang mendukung penetapan hadiah ini dan memberikan kontribusi demi mempromosi kesetaraan gender di bidang pendidikan, dia menyatakan UNESCO bersedia berupaya bersama dengan berbagai pihak, mendorong anak perempuan dan wanita global mempunyai peluang pendidikan yang setara serta hari depan yang indah.

Hadiah pendidikan anak perempuan dan wanita UNESCO dianugerahi dengan tujuan menghargai badan dan perseorangan yang memberikan kontribusi demi mendorong pendidikan anak perempuan dan wanita, memperagakan peranan penting pendidikan untuk mengubah nasib anak perempuan dan wanita, serta mendorong lebih banyak orang terjun dalam usaha kesetaraan gender.


Kirim email ke