Xi Jinping Inspeksi di Shantou, Tekankan Reformasi dan Keterbukaan
2020-10-14 16:44:56
http://indonesian.cri.cn/20201014/90791b35-5d6f-1724-a0a6-bd6f31a0ae7f.html
Presiden Tiongkok Xi Jinping mengadakan inspeksi di Shantou, Provinsi
Guangdong pada hari Selasa kemarin (13/10). Beliau berjalan kaki dan
melihat-lihat di Distrik Kaifu, berdialog mesra dengan penduduk
setempat. Xi Jinping menekankan, rakyat Tiongkok yang dipimpin PKT tak
tergoyahkan menempuh jalan reformasi dan keterbukaan, berjuang dalam
pembangunan modernisasi sosialis yang berciri khas Tiongkok,
mengusahakan terwujudnya kebangkitan mulia bangsa Tionghoa.
Kemarin sore, Xi Jinping tiba di Kaifuqu, Kota Shantou, memasuki museum
budaya Kaifu dan museum benda budaya kaum perantau Tionghoa untuk
mengetahui sejarah Kaifu, keadaan pembangunan sejak didirikannya kawasan
ekonomi khusus (KEK) dan sejarah perantau-perantau Tionghoa yang
mencintai dan mendukung pembangunan tanah air. Kemudian Xi Jinping
berjalan kaki dan meninjau Distrik Kaifu, berbicarat dengan penduduk
setempat.
Sejak terpaksa membuka pelabuhan pada tahun 1860 sampai menjadi KEK
pertama di Tiongkok pada tahun 1980, perkembangan Shantou berhubungan
erat dengan nasib negara dan bangsa. Dalam inspeksi kemarin, Xi Jinping
sekali lagi menyatakan tekad reformasi dan keterbukaan Tiongkok.
Dirinya datang di Guangdong, berarti mengumumkan kepada dalam dan luar
negeri, rakyat Tiongkok yang dipimpin PKT akan terus menempuh jalan
reformasi dan keterbukaan, membangun RRT yang jaya dan makmur,
mengusahakan terwujudnya impian Tiongkok untuk membangkitkan kembali
bangsa Tionghoa. Saudara-saudari, marilah kita bergandengan tangan dan
berjuang bersama!
Kampung perantau Tionghoa adalah merek terkenal dan keunggulan nyata KEK
Shantou. Shantou adalah kampung halaman bagi perantau Tionghoa, saudara
setanah air Hong Kong, Makao dan Taiwan sebanyak 5 juta orang yang kini
tersebar di lebih 100 negara di seluruh dunia. Sejak KEK diresmikan,
jumlah proyek dengan penanaman modal oleh perantau Tionghoa tercatat
5.500 dan menyerap modal sebanyak 7,86 miliar dolar AS.
Dalam inspeksinya, Xi Jinping sepenuhnya mengakui kontribusi diberikan
perantau Tionghoa dalam perkembangan Tiongkok.
Salah satu ciri khas perantau Tionghoa adalah patriotisme dan rasa cinta
kepada kampung halaman dan anggota keluarga. Ini adalah orang Tiongkok,
kebudayaan Tiongkok, semangat Tiongkok dan percintaan terhadap Tiongkok.
Reformasi dan keterbukaan, pengembangan dan pembangunan Tiongkok tak
terpisahkan dari sejumlah banyak perantau Tionghoa yang mencintai
kampung halaman dan mencintai tanah air.
Xi Jinping menyatakan, pada era baru hendaknya memperdalam penelitian
dan mengenal keadaan sebenarnya, memobilisasi kegairahan kaum perantau,
menyerap teknologi tinggi dan industri canggih, mempersatukan kaum
perantau Tionghoa untuk bersama mewujudkan Impian Tiongkok.
Wawancara Eksklusif Dengan Leung Chun-ying
http://indonesian.cri.cn/20201014/71c99ae0-1f2b-b4f7-daad-f034652cca9f.html
2020-10-14 16:53:23
Masa dulu saya bekerja di Shenzhen sangat mengesankan, karena dapat
berpartisipasi dalam rancangan dan pembangunan awal kota Shenzhen, dan
dengan diri sendiri mengalami perubahan selama 40 tahun di Shenzhen.
Shenzhen telah mewujudkan perkembangan luar biasa di berbagai bidang.
Awalnya Shenzhen merupakan daerah yang sangat miskin, dan populasinya
hanya terdapat sejumlah 20 ribu orang. Kami secara sukarela membantu
pembangunan Shenzhen, target yang ditetapkan adalah jumlah populasi
mencapai 300 ribu orang. Waktu itu kami masih berdebat dengan pejabat
kota Shenzhen yaitu target tersebut sungguh-sungguh sulit dicapai. Namun
sekarang populasi Shenzhen sudah melebihi 10 juta orang, ini adalah
prestasi luar biasa. Data tersebut dapat mencerminkan betapa cepat
perkembangan Shenzhen dan ini tiada taranya dalam sejarah. Tiada kota
mana pun di dunia seperti Shenzhen yang dapat mewujudkan laju
perkembangan serupa. Shenzhen dianggap sebagai teladan sukses reformasi
dan keterbukaan Tiongkok selama 40 tahun lalu.
Pengalaman sukses apa saja dari kota Shenzhen? Saya berpendapat HK telah
berkontribusi besar dalam proses reformasi dan keterbukaan negara, yaitu
membantu kota-kota lain untuk mewujudkan perkembangan raksasa dalam
waktu 40 tahun lalu.
Shenzhen berposisi sangat unggul dan berdekatan dengan HK. Pemerintah
pusat telah menyediakan kebijakan yang lebih luwes kepada rakyat dan
pejabat Shenzhen agar mereka dapat datang berkunjung ke HK. Oleh karena
itu selama 40 tahun yang lalu, para warga, pejabat dan pebisnis Shenzhen
dapat berpeluang untuk belajar pengalaman sukses HK, kemudian mengenal
inti sarinya pembangunan kota dan administrasi kota. Maka saya
berpendapat sumbangan HK kepada reformasi dan keterbukaan negara dapat
disaksikan dengan nyata dalam pembangunan Shenzhen.