-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://mediaindonesia.com/read/detail/353529-bank-dunia-puji-uu-cipta-kerja



Sabtu 17 Oktober 2020, 03:16 WIB 

Bank Dunia Puji UU Cipta Kerja 

M Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum 

  Bank Dunia Puji UU Cipta Kerja Dok : AFP/Medcom.id Illustrasi -- Logo Bank 
Dunia BANK Dunia telah menyatakan dukungan kepada pemerintah Indonesia soal 
Undang-Undang Cipta Kerja dan menyebut UU itu sebagai upaya reformasi besar 
yang dapat menjadikan Indonesia lebih kompetitif. Produk hukum sapu jagat 
tersebut dinilai juga dapat mendukung pemulihan ekonomi dan pertumbuhan jangka 
panjang. “Dengan menghapus berbagai pembatasan besar pada investasi dan 
memberikan sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis, hal ini dapat membantu 
menarik investor, menciptakan lapangan kerja, dan membantu Indonesia memerangi 
kemiskinan,” kata Bank Dunia dalam pernyataan tertulis, kemarin. Bank Dunia 
berpandangan, konsistensi implementasi UU Cipta Kerja menjadi penting. Aturan 
pelaksanaan turunan yang kuat juga diperlukan untuk memastikan pertumbuhan 
ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. “Bank Dunia berkomitmen 
untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam reformasi-reformasi ini 
menuju pemulihan ekonomi dan masa depan yang lebih baik untuk seluruh 
masyarakat Indonesia,” tutup pernyataan Bank Dunia itu. Namun, ekonom dari 
Center of Reform on Economics (CoRE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai 
terlalu dini untuk mengatakan Undang- Undang Cipta Kerja sebagai reformasi 
perekonomian nasional yang berdampak pada kinerja ekonomi secara menyeluruh. 
Dikatakannya, potensi nyata yang akan timbul setelah UU Cipta Kerja efektif 
ialah perampingan proses birokrasi dalam berbisnis. Namun, itu bukan 
satu-satunya pertimbangan investor untuk menanamkan modalnya di Tanah Air. 
Berdasarkan dari berbagai studi, kata dia, pelonggaran regulasi perlu dibarengi 
oleh pembangunan kualitas sumber daya manusia hingga aspek institusional 
seperti stabilitas politik dan sosial. Paling rumit Terkait peluang bisnis, In- 
deks Kompleksitas Bisnis Global (GBCI) yang dirilis oleh lembaga konsultan dan 
riset TMF Group beberapa waktu lalu menempatkan Indonesia sebagai negara yang 
paling rumit untuk memulai dan menjalankan bisnis. Laporan itu menunjukkan 
Indonesia di posisi pertama, diikuti Nikaragua, Uni Emirat Arab, Brasil, dan 
Qatar. TMF menyebutkan Indonesia menjadi negara yang memiliki kompleksitas 
tinggi karena peraturan dan sanksi kerap berubah dan menimbulkan 
ketidakpastian. Pelaksanaan juga dinilai lambat, melibatkan banyak struktur dan 
pemilik bisnis dituntut mematuhi proses oleh otoritas di tiap tingkatan. 
“Indonesia, sebagai negara yang paling kompleks di GBCI, telah menolak akses 
investor asing ke industri melalui penetapan daftar negatif investasi. Namun, 
Indonesia saat ini sedang mengubah pendiriannya, menggantinya menjadi daftar 
positif investasi, sedangkan 16 dari 20 sektor yang saat ini ditutup untuk 
kepemilikan asing akan dibuka,” tulis laporan TMF yang dikutip, kemarin. TMF 
menganalisis 250 kriteria dari 77 negara untuk menentukan GBCI 2020. Itu 
mencakup administrasi bisnis, waktu yang diperlukan untuk memulai bisnis, 
perubahan dalam perundangan perpajakan, kebijakan upah, hingga tantangan 
membuka rekening bank. Lebih lanjut TMF melaporkan, pada praktiknya, sejumlah 
aturan lokal yang ada di Indonesia juga jauh lebih kompleks jika dibandingkan 
dengan negara-negara lain. (X-11)

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/read/detail/353529-bank-dunia-puji-uu-cipta-kerja






Kirim email ke