*https://sulsel.suara.com/read/2020/10/17/153733/soal-vaksin-covid-19-wapres-umat-islam-persiapkan-5-hal-sebelum-datang-5
<https://sulsel.suara.com/read/2020/10/17/153733/soal-vaksin-covid-19-wapres-umat-islam-persiapkan-5-hal-sebelum-datang-5>*
*Soal Vaksin Covid-19, Wapres: Umat Islam Persiapkan 5 Hal Sebelum Datang 5*

Muhammad Yunus Sabtu, 17 Oktober 2020 | 15:37 WIB

[image: Soal Vaksin Covid-19, Wapres: Umat Islam Persiapkan 5 Hal Sebelum
Datang 5]Wapres Maruf Amin. [Dokumentasi KIP Setwapres]
*Persiapkan masa hidup sebelum datang kematian*

*SuaraSulsel.id - *Pemerintah tengah melakukan uji klinis vaksin Covid-19
<https://www.suara.com/tag/vaksin-covid-19> yang akan disuntikkan pada
jutaan masyarakat.

Vaksin itu diadakan melalui kerjasama dengan negara-negara lain ataupun
yang dikembangkan sendiri yakni vaksin Merah Putih.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan bahwa vaksin yang akan disuntikkan
pada jutaan masyarakat Indonesia sudah melalui beberapa tahap uji klinis.

Keberadaan vaksin bahkan sejalan dengan ajaran syariat Islam dan
hadis-hadis nabi Muhammad SAW.

Ia menyampaikan hal itu saat dialog bersama Juru Bicara Satgas Penanganan
Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro, Jumat (16/10/2020) yang disiarkan kanal
YouTube Sekretariat Presiden.

Hal ini juga katanya menjadi salah satu tujuan yang disyariatkan ajaran
Islam, yang disebut maqashid asy-syariah yang memuat 5 hal.

Menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga keturunan dan menjaga
akal.

"Dari 5 ini, dalam kondisi yang normal, menjaga agama itu nomor satu. Nomor
dua menjaga jiwa atau hifdzun nafs. Tapi dalam keadaan yang tidak normal
seperti masalah pandemi, menjaga keselamatan jiwa menurut syariat itu nomor
satu. Karena menjaga jiwa tidak ada alternatifnya, tidak bisa digantikan
yang lainnya. Maka harus diutamakan," jelas Ma'ruf.

Soal pengadaan vaksin oleh pemerintah, Ma'ruf mengatakan itu sebagai bentuk
upaya ikhtiar untuk mencegah terjadinya suatu penyakit.



Nah program imunisasi menurutnya adalah bagian dari upaya pengobatan.

"Berobat itu ada dua macam, ada yang kuratif dan preventif. Kalau kuratif
sudah terjadi diobati. Lalu preventif itu sebelum terjadi," lanjut Ma'ruf.

Imunisasi, katanya, termasuk dalam upaya preventif atau pencegahan. Ada
dalil umum dalam agama Islam yang meminta umat Islam
<https://www.suara.com/tag/umat-islam> mempersiapkan 5 hal sebelum datang 5
hal.

Ia menjabarkan, pertama, umat Islam harus bersiap pada masa mudanya sebelum
masa tua. Kedua, persiapkan masa sehat sebelum sakit.

Ketiga, persiapkan masa kaya sebelum miskin. Keempat, persiapkan masa luang
sebelum sibuk. Dan kelima, persiapkan masa hidup sebelum mati.

"Nah ini kan preventif, ada perintah agama supaya kita menjaga kesehatan.
Jadi masa sehat harus kita persiapkan mencegah terjadinya sakit. Jadi itu
dalil imunisasi," kata Ma'ruf mempertegas.

Saat ini untuk pengadaan vaksin, Pemerintah sudah menerbitkan Keputusan
Presiden No. 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan
Vaksin.

Tim ini diharapkan melakukan penyiapan, pendayagunaan, peningkatan
kapasitas serta kemampuan nasional dalam mengembangkan vaksin.

Sebagai pelaksananya dipimpin Lembaga Biologi dan Molekuler Eijkman
bekerjasama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset dan Teknologi.
Tugasnya mengembangkan vaksin Merah Putih.

Ma'ruf Amin meminta masyarakat memberi dukungan kepada pemerintah.
Dukungannya untuk semua tahapan persiapan hingga pelaksaanaan vaksinasinya.

Masyarakat juga diharapkan tidak terpengaruh berita-berita bohong yang
disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

"Masyarakat bisa mengikuti informasi-informasi melalui keterangan resmi
yang disampaikan pemerintah. Jangan percaya informasi yang belum
terkonfirmasi kebenarannya," imbaunya.

Kirim email ke