-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/read/detail/354036-defisit-melebar-tapi-kinerja-apbn-produktif




Senin 19 Oktober 2020, 15:29 WIB 

Defisit Melebar tapi Kinerja APBN Produktif 

Despian Nurhidayat | Ekonomi 

  Defisit Melebar tapi Kinerja APBN Produktif ANTARA/Akbar Nugroho Gumay . 
PELEBARAN defisit pada tahun ini sekitar 6,34% atau Rp1.039,2 triliun. Hingga 
September, realisasi defisit mencapai 4,16% atau Rp682,1 triliun. Menteri 
Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan hal itu dalam konferensi pers APBN 
KiTa secara daring, Senin (19/10). "Itu telah diikuti hasil nyata kinerja APBN 
yang produktif. Pemerintah tetap fokus kepada berbagai hal dalam menjaga 
momentum pemulihan dan membangun pondasi Indonesia,” katanya. Sri Mulyani 
menyebutkan belanja negara hingga 31 September 2020 tumbuh 15,5% (yoy) sebesar 
Rp1.841,1 triliun. Ini tidak hanya untuk penanganan pandemi tapi juga 
difokuskan untuk pembangunan Indonesia. Realisasi belanja sebesar 67,2% dari 
target perubahan APBN dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2020 yaitu Rp2.739,2 triliun 
itu ditujukan bagi infrastruktur, bansos, pendidikan, kesehatan, serta subsidi. 
Ia merinci untuk infrastruktur telah terealisasi berbagai pembangunan, seperti 
jalan baru sepanjang 137,21 kilometer, jembatan 3.777,6 meter, 45 bendungan 
dengan rata-rata telah mencapai 48,57%, rel kereta 113,1 km2sp, dan pelabuhan 
di lima lokasi. Kemudian juga pembangunan jaringan irigasi dengan rata-rata 
fisik mencapai 76,1%, rehabilitasi jaringan irigasi dengan rata-rata fisik 
52,28%, RJIT seluas 121.590 hektare, dan jaringan gas mencapai 86% dari target 
127.864 sambungan rumah (SR) di 23 kabupaten/kota. Bansos sudah meliputi 
penyaluran PKH 10 juta KPM, Kartu Sembako 19,4 juta KPM, bantuan sembako 
Jabodetabek 1,9 juta KPM, bansos tunai non-Jabodetabek 9,2 juta KPM, dan 
bantuan tunai peserta sembako non-PKH 9 juta KPM. Ada pula bantuan beras 
peserta PKH 2 juta KPM, bantuan usaha mikro 9,1 juta penerima, banyuan upah 
10,7 juta penerima, Kartu Pra Kerja 5,5 juta penerima, dan BLT Dana Desa 7,6 
juta penerima. “Kami akan terus meminta untuk terjadi perbaikan di bansos dari 
sisi targeting karena masih ada masyarakat yang merasa tidak mendapatkan 
bantuan meskipun pemerintah sudah meningkatkan bansos luar biasa besar,” ujar 
Sri Mulyani. Untuk pendidikan meliputi progran Indonesia Pintar kepada 15,54 
juta siswa, bidik misi/KIP Kuliah kepada 634,29 ribu mahasiswa, BOS Kemenag 7 
juta siswa, serta pembangunan atau rehabilitasi terhadap 528 sekolah SD dan 
menengah serta 226 madrasah atau sekolah keagamaan. “Kondisi belajar mengajar 
meskipun sangat tidak optimal karena harus school from home, kami akan tetap 
memantau dari sisi penerima manfaatnya,” tuturnya. Untuk kesehatan meliputi 
peserta PBI JKN kepada 96,4 juta jiwa, peserta PBPU/BP penerima bantuan iuran 
kepada 35,99 juta jiwa, dan insentif nakes pusat sebanyak 235,8 ribu orang 
maupun daerah yaitu 137,7 ribu orang. “Selain covid-19, kami akan memberikan 
dukungan untuk PBI dan nakes. Dari sisi kebijakan-kebijakan kesehatan lain pun 
demikian, seperti BKKBN untuk keluarga berencana maupun penanganan penyakit 
lain,” tegas Sri Mulyani. Untuk subsidi pemerintah meliputi diskon listrik atau 
pembebasan biaya kepada 31,4 juta pelanggan rumah tangga dan UMKM, subsidi 
bunga KUR kepada 3,5 juta debitur, bantuan perumahan sebanyak 108,2 unit, serta 
subsidi pupuk sebanyak 6,4 juta ton. (OL-14)  

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/read/detail/354036-defisit-melebar-tapi-kinerja-apbn-produktif






Kirim email ke