Taman Industri Roket Wuhan Bakal Berkapasitas Produksi 100-200 Buah
Satelit Per Tahun
http://indonesian.cri.cn/20201020/e66f1728-5a46-3476-44a8-7bb1b1f1bd23.html
2020-10-20 12:30:31
Penanggung jawab Perusahaan Sains dan Industri Antariksa Tiongkok (China
Aerospace Science and Industry Corporation Limited / CASIC), Fu Zhimin
kemarin (19/10) di Wuhan menyatakan, proyek tahap pertama pembangunan
taman industri satelit di pangkalan industri antariksa nasional di Wuhan
bakal berkapasitas produksi 100-200 buah satelit umum dengan bobotnya di
bawah 1 ton per tahun sebelum akhir tahun 2020.
Fu Zhimin menyatakan hal tersebut di depan Forum Tingkat Tinggi
Antariksa Bisnis (Internasional) Tiongkok Ke-6 yang digelar di Wuhan.
Dinyatakannya bahwa di pangkalan industri antariksa nasional Wuhan, yang
merupakan pangkalan industri antariksa bisnis pertama di Tiongkok,
proyek tahap pertama taman industri roket sudah berkapasitas produksi 20
unit roket pengangkut per tahun, sementara setelah pembangunan proyek
tahap pertama diselesaikan, taman industri satelit Wuhan bakal memiliki
kapasitas produksi 100-200 buah satelit umum dengan bobotnya di bawah 1
ton per tahun sebelum akhir tahun 2020. Setelah rantai dan kapasitas
produksi dirampungkan pihaknya akan membuka bisnis dengan perusahaan
antariksa komersial, menitikberatkan pembentukan ekosistem industri yang
berintegrasi sumber daya, terbuka dan inklusif.
Tiongkok Berkontribusi Besar bagi Pengentasan Kemiskinan Dunia
2020-10-20 12:17:05
Tiongkok Berkontribusi Besar bagi Pengentasan Kemiskinan
Dunia_fororder_fupin11
<http://indonesian.cri.cn/20201020/a9835cac-ea79-9e14-4949-a6bec5dafe6b-2.html>
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa
pers Senin kemarin (19/10) mengatakan, upaya pengentasan kemiskinan yang
dilakukan Tiongkok secara terpusat dan massal mempunyai arti signifikan
bagi seluruh dunia. Tiongkok telah memberikan kontribusi bagi proses
pengentasan kemiskinan dunia, juga telah memberikan bantuan bagi usaha
pengentasan kemiskinan dunia.
Tiongkok Berkontribusi Besar bagi Pengentasan Kemiskinan
Dunia_fororder_fupin12
Tanggal 17 Oktober merupakan Hari Pengentasan Kemiskinan Sedunia,
sekaligus Hari Pengentasan Kemiskinan Nasional Tiongkok yang ke-7. Zhao
Lijian menunjukkan, sebagai negara berkembang terbesar di dunia,
pemerintah Tiongkok selalu memprioritaskan pengentasan kemiskinan.
Tiongkok Berkontribusi Besar bagi Pengentasan Kemiskinan
Dunia_fororder_fupin13
“Selama 40 tahun lebih sejak reformasi dan keterbukaan, Tiongkok telah
memberikan tingkat kontribusi sebesar 70 persen kepada usaha pengentasan
kemiskinan dunia. Menurut data Bank Dunia, sebanyak 800 juta penduduk
Tiongkok dinyatakan terlepas dari kemiskinan. Tiongkok menargetkan
pengentasan kemiskinan bagi semua penduduk miskin di pedesaan pada tahun
ini menurut standar yang berlaku sekarang, dengan kata lain Tiongkok
akan lebih awal 10 tahun mewujudkan target pembangunan berkelanjutan
yang tercantum dalam agenda pengentasan kemiskinan, sehingga akan
memberikan sumbangan historis bagi pengentasan kemiskinan dan perwujudan
pembangunan damai di seluruh dunia.”
Tiongkok Berkontribusi Besar bagi Pengentasan Kemiskinan
Dunia_fororder_fupin9
Zhao Lijian menyatakan, Tiongkok baru-baru ini merilis laporan tentang
praktek pengentasan kemiskinan absolut di Tiongkok. Laporan membagikan
pengalaman dan hasil praktek yang dilakukan Tiongkok di bidang
pengentasan kemiskinan. Tiongkok tidak hanya mendorong pengentasan
kemiskinan domestik, tapi juga aktif memberikan bantuan kepada
negara-negara berkembang yang luas.
Tiongkok Berkontribusi Besar bagi Pengentasan Kemiskinan
Dunia_fororder_fupin10
“Tiongkok mendirikan Yayasan Perdamaian dan Pembangunan Tiongkok-PBB dan
Yayasan Bantuan Kerja Sama Selatan-Selatan, dan berusaha melaksanakan
berbagai program dalam kerangka Prakarsa Kerja Sama Pengentasan
Kemiskinan Asia Timur dan Rencana Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan
Tiongkok-Afrika. Hingga saat ini, Tiongkok telah membangun 24 pusat
percontohan teknologi pertanian yang menyejahterakan 500 ribu warga
setempat. Tiongkok masih terus mengintensifkan integrasi antara
Inisiatif Sabuk dan Jalan dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.
Menurut laporan Bank Dunia, program pembangunan bersama Inisiatif Sabuk
dan Jalan akan membantu 7,6 jiwa rakyat terangkat dari kemiskinan
ekstrem dan 32 juta orang terlepas dari kemiskinan tingkat menengah.
Tiongkok juga giat membantu negara-negara berkembang meningkatkan
pemberdayaan melalui kerja sama bilateral maupun multilateral.”
Tiongkok Berkontribusi Besar bagi Pengentasan Kemiskinan
Dunia_fororder_fupin6
<http://indonesian.cri.cn/20201020/a9835cac-ea79-9e14-4949-a6bec5dafe6b-3.html>
Tiongkok Berkontribusi Besar bagi Pengentasan Kemiskinan
Dunia_fororder_fupin7
Tiongkok Berkontribusi Besar bagi Pengentasan Kemiskinan
Dunia_fororder_fupin2