-- 
j.gedearka <[email protected]>




https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1970-doktrin-fukuda


Sabtu 24 Oktober 2020, 05:00 WIB 

Doktrin Fukuda 

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group | Editorial 

  Doktrin Fukuda MI/Ebet Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group. BETAPA 
strategisnya Asia Tenggara, hingga kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) 
Jepang Yoshihide Suga ke Vietnam dan Indonesia membuat Tiongkok ‘cemburu’. 
Wajar karena ‘Negeri Tirai Bambu’ itu tengah gencar menancapkan pengaruh mereka 
di dunia, termasuk di ASEAN. Bisa dimaklumi karena Tiongkok sangat 
berkepentingan dengan Laut China Selatan. Namun, PM Suga tak kalah ‘cerdik’. 
Meski dunia dihantam pandemi, pengganti Shinzo Abe itu tanpa ragu sowan ke dua 
negara penting di Asia Tenggara, Vietnam dan Indonesia. Negara yang pertama 
dikunjungi, Vietnam, kini sedang bertugas menjadi pemimpin ASEAN. Indonesia, 
jelas, punya sejarah panjang dengan ‘Negeri Matahari Terbit’ itu, dengan kisah 
manis lebih mendominasi. Untuk Indonesia, inilah kunjungan pertama kepala 
negara di tengah pandemi covid-19. Dalam lawatannya, PM Yoshihide Suga menemui 
Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10). 
Kunjungan kenegaraan di tengah pandemi covid-19 pun berlangsung secara berbeda. 
Tak ada jabatan tangan antara PM Suga dan Presiden Jokowi. Kendati demikian, 
kehangatan dan pesan ‘dari hati ke hati’ tetap sampai. Jokowi hanya mengatupkan 
kedua tangan sebagai tanda memberikan salam dan PM Suga pun membalasnya dengan 
membungkuk dalam sebagaimana tradisi hormat cara Jepang. Suga beserta istri, 
Mariko Suga, dan perangkat kenegaraannya juga mengenakan masker sepanjang 
pertemuan. Masker yang dikenakan Suga bermotif batik megamendung. Demikian pula 
dengan Presiden Jokowi dan istri, Iriana, beserta seluruh perangkat Istana 
Kepresidenan, semuanya mengenakan masker sepanjang pertemuan. Pertemuan 
keduanya bukan sekadar petatah-petitih. Jepang secara konkret akan memberikan 
pinjaman ke Indonesia untuk membantu mengatasi pandemi covid-19. “Dengan 
mempertimbangkan dampak penyebaran covid-19 terhadap perekonomian Indonesia, 
Jepang telah menetapkan pemberian pinjaman sebagai bantuan fiskal sebesar 50 
miliar yen untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di Indonesia,” 
kata Suga dalam konferensi pers bersama sesusai pertemuan. Jika dirupiahkan, 
pinjaman yang akan diberikan Jepang mencapai Rp6,95 triliun. Selain memberikan 
bantuan pinjaman uang, Jepang mendorong kerja sama terhadap lembaga pengkajian 
kesehatan di Indonesia melalui pemberian barang dan peralatan medis. Tak hanya 
itu, kedua negara menyepakati pembukaan perjalanan, tetapi terbatas untuk 
bisnis dengan syarat ketat. Presiden Jokowi pun menegaskan Jepang sejak awal 
menjadi mitra strategis bagi Indonesia dalam penanganan covid-19. Hal itu salah 
satunya terlihat dari evakuasi 69 WNI anak buah kapal Diamond Princes di 
Yokohama. “Saya menyambut baik telah ditandatangani memorandum kerja sama 
kesehatan antara Indonesia dan Jepang pada 19 Oktober,” kata Jokowi. Kunjungan 
PM Suga memiliki pesan kuat dan strategis dari Jepang kepada mitra mereka di 
ASEAN, termasuk Indonesia. PM Jepang ingin menegaskan kemitraan selama ini 
telah membawa dampak positif bagi ekonomi ASEAN dan tidak ingin apa yang telah 
dibangun bersama selama ini sia-sia. Jepang selalu berkeinginan merajut 
hubungan yang hangat. PM Suga paham betul warisan penting dari PM Takeo Fukuda 
pada 1977. Saat berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Jepang I, PM 
Fukuda mendeklarasikan Jepang akan menjadi sahabat sangat dekat bagi ASEAN. Ia 
menyebut itu sebagai ‘pengertian dari hati ke hati’. Itulah yang kelak dikenal 
sebagai Doktrin Fukuda. Doktrin tersebut berisi tiga poin. Pertama, Jepang 
menolak kekuatan militer. Kedua, Jepang melakukan yang terbaik untuk 
mengonsolidasikan hubungan saling percaya berdasarkan pola ‘dari hati ke hati’. 
Ketiga, Jepang menjadi mitra ASEAN sebagai kelompok dan institusi dalam 
hubungan yang sejajar, sama-sama tinggi. Doktrin Fukuda pun membawa perubahan 
pada karakteristik kerja sama ekonomi Indonesia dengan Jepang. Kerja sama 
Indonesia-Jepang tidak sebatas pemberian bantuan ekonomi atau pengembangan 
infrastruktur, tetapi meluas ke bidang pendidikan, kesehatan, dan sektor sosial 
lain. Dua puluh tahun kemudian, selama terjadi krisis fi nansial Asia pada 
1997, Jepang memberikan bantuan sebesar sekitar US$80 miliar kepada 
negara-negara ASEAN. Saling ketergantungan antara Jepang dan ASEAN pun sangat 
besar. Jepang merupakan mitra dagang terbesar bagi ASEAN, bersama dengan AS. 
Jepang juga merupakan sumber dana investasi terbesar, pemberi ODA terbesar bagi 
ASEAN, dan negara sumber wisatawan terbanyak yang datang ke ASEAN. Di lain 
pihak, ASEAN merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Jepang, dan juga 
kawasan utama bagi investasi perusahaan Jepang karena menerima investasi Jepang 
senilai sekitar US$100 miliar sejak berdirinya ASEAN. Bagi Indonesia, Doktrin 
Fukuda jelas sangat menguntungkan. Data Japan External Trade Organization 
(Jetro) menunjukkan total investasi perusahaan Jepang ke Indonesia 10 tahun 
terakhir hingga 2018 tercatat US$31 miliar. Investasi tersebut ditanamkan di 
sektor industri, infrastruktur, dan jasa. Sementara itu, total kontribusi 
ekspor perusahaan Jepang terhadap total ekspor Indonesia ke pasar dunia 
mencapai 24,4%, menyerap sebanyak 7,2 juta pekerja, dan hampir 90% perusahaan 
Jepang di Indonesia memberikan pelatihan kepada lebih dari 50 ribu pekerja dan 
profesional. Ini jelas momentum besar bagi Indonesia. Bukan semata karena 
Jepang berkomitmen memberikan pinjaman Rp6,95 triliun atau relokasi industri 
Jepang ke negeri ini. Lebih dari itu, Jepang seperti hendak mengingatkan kepada 
kita bahwa masih ada sahabat setia lama di Asia yang siap merawat Doktrin 
Fukuda untuk kemajuan bersama. Wajar kalau ada negara Asia lain yang cemburu. 
Barangkali saatnya pula negara itu menyiapkan ‘doktrin’ serupa dan dipraktikkan 
dengan konsisten pula.  

Sumber: https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1970-doktrin-fukuda






Kirim email ke