*Seperti diketahui bahwa NKRI dengan rezimnya neo-Mojopahit mempunyai hubungan gelap-gelapan dengan Israel, misalnya pada waktu Soeharto berkuasa dibeli beberapa pesawat terbang militer bekas dari Israel. Setelah Soeharto jatuh dari tachtanya, hubungan gelap-gelapan terus berlangsung. Beberapa waktu lalu negara teluk Persia yaitu United Arab Emirates (UAE), telah megakui negara Israel dan menegakan hubungan diplomatik. Hubungan baru ini disusul oleh Sudan. Negara-negara ini adalah anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) dimana NKRI juga anggota selalu mengutuk Israel sehubungan dengan masalah Palestina. Mengingat negara-negara teluk Persia tsb dan Sudan adalah negara-negara sahabat karib NKRI maka tentu saja bagi NKRI untuk mengakui Israel hanya waktu yang akan mengumumkan berita resminya.*
https://www.sinarharapan.co/internasional/read/25589/sudan_dan_israel_sepakat_menormalisasi_hubungan *Sudan dan Israel Sepakat Normalisasi Hubungan* Sabtu , 24 Oktober 2020 | 09:13 WASHINGTON - Israel dan Sudan pada Jumat (23/10/2020) sepakat menormalisasi hubungan keduanya melalui kesepakatan yang ditengahi oleh Amerika Serikat, sehingga menjadikan Sudan negara Arab ketiga yang mengesampingkan permusuhan dengan Israel dalam dua bulan terakhir. Presiden AS Donald Trump memperkuat kesepakatan tersebut melalui panggilan telepon pada Jumat bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok serta Ketua Dewan Transisi Abdel Fattah al-Burhan, menurut pejabat senior AS. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Trump mengambil langkah untuk menghapus Sudan dari daftar negara yang mempromosikan teroris milik pemerintah AS. Menurutnya, Trump menandatangani sebuah dokumen di pesawat kepresidenan Air Force One pada Kamis malam untuk menginformasikan kepada Kongres terkait rencananya untuk menghapus Sudan dari daftar tersebut. "Para pemimpin sepakat menormalisasi hubungan antara Sudan dan Israel serta mengakhiri sikap permusuhan antar kedua negara," menurut pernyataan bersama, yang dirilis oleh tiga negara tersebut Sudan mengikuti jejak yang dipelopori oleh Uni Emirat Arab dan Bahrain dalam kesepakatan yang mencolok, yang bertujuan menormalisasi hubungan dengan Israel. Kesepakatan itu dinegosiasikan di pihak AS oleh penasihat senior Trump, Jared Kushner, utusan Timur Tengah Avi Berkowitz, penasihat keamanan nasional Robert O'Brien, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan juga pejabat keamanan nasional Miguel Correa. "Ini jelas sebuah terobosan yang luar biasa," kata Kushner kepada *Reuters*. "Ini jelas akan menciptakan terobosan besar perdamaian antara Israel dan Sudan. Membuat kesepakatan damai tidaklah semudah yang kami lakukan saat ini. Itu sangat sulit dilakukan." Upacara peresmian kesepakatan diperkirakan akan diadakan di Gedung Putih dalam beberapa pekan mendatang.(*) Sumber Berita: Antara
