Sertifikat halal tidak menghambat produksi vaccin maupun penggunaannya,
kalau mulai dari sekarang sudah diselidiki kehalalannya mulai dari bahan
yang dipakai, kebersihan, prosedur kerja dll. Perusahaan sekarang kan
biasanya punya macam2 cara kerja kwaliteitsmanagement system yang
harus dipenuhi baik menurut ISO (International Organization for
Standardization),
Good Manufacturing Practice, Good Laboratory Practice, HACCP
(Hazard Analysis and Critical Control Points). Untuk ke Halal mudah saja,
kalau perusahaan sudah bekerja dengan macam2 cara kerja internasional,
tetapi apa sudah ada Institut Halal International yang diakui oleh semua
negara Islam, atau kalau tidak negeri2 Islam yang mau beli vaccin itu
harus kirim sendiri penyelidik kehalalan sejak mula2?
Waktu dulu perusahaan dapat pesanan bahan makanan dari Israel, yang
harus Kosher, dan produksinya harus diawasi oleh petugas dari Rabbinat
Negeri Belanda, mudah saja memenuhi syarat2nya : tidak mengandung
yang berasal dari babi, semua bahan2 yang dipakai sudah memiliki sertifikat
Kosher,
tidak mengandung bahan yang merugikan kesehatan, reaktornya sebelumnya
tidak dipakai untuk bahan yang mengandung babi, reaktornya harus bersih
betul2, prosedur pembersihan dan bahan pembersih disetujui kantor rabbinat,
reaktor dibuka paling sedikit 24 jam, tidak boleh ada bau asing, kontrole
seluruh bagian reaktor dengan kertas putih.
Sebenarnya mudah saja, hanya ya ada kebiasaan Kalau bisa dipersulit,
mengapa tidak dipersulit supaya..........?
Saya tanya orang Marokko bagaimana dia mau makan di tengah jalan,
kalau tidak ada restaurant Halal. Dia bilang, boleh makan di rumah makan
Kosher...., karena sama.

Op zo 25 okt. 2020 om 02:00 schreef ChanCT <[email protected]>:

> Memang serba sulit dan serba SALAAAH, ...! Indonesia dalam kondisi
> menghadapi bukan saja krisis pandemi yang mematikan, tapi juga menghadapi
> krisis ekonomi dan krisis politik, krisis pimpinan dimana cukup BESAR
> kekuatan oposisi, ... segala kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Jokowi
> tidak satupun yang ditorpedo, didemo untuk menggoyang robohkan pemerintah
> Jokowi!
>
> Sedang yang namanya KEKUATAN RAKYAT belum bersatu-bulat memperjuangkan
> KEPENTINGANNYA sendiri! BELUM juga berhasil menampilkan pimpinannya sendiri
> yang berkemampuan mengarahkan perjuangannya demi kepentingan RAKYAT BANYAK
> dalam arti sesungguhnya! Akhirnya kekuatan rakyat masih saja hanyut didalam
> jebakan oligarki, digunakan untuk demo-demo kerusuhan mendobrak pemerintah
> Jokowi itu!
>
> Bagaimana tidak?
>
> Seruan pakai masker, jaga jarak, sering cuci-tangan dan berdiam dirumah
> TIDAK BISA dituruti dengan baik! Satu DILEMA yang memang sulit diatasi,
> kalau pelaksanaan ketat lockdown menutup rapat kota menghentikan produksi,
> pemerintah tidak ada kemampuan menyangga ekonomi yang makin hancur, banyak
> rakyat akan jatuh menjadi penganggur bahkan mati kelaparan! Dilakukan
> setengah-setengah, pandemi tidak terkendalikan!  Pandemi terus merebak
> tidak terkendalikan, ... bahkan yang lebih menakutkan ketentuan jenasah
> positif Covid-19 tidak lagi dijalankan upacara keAgamaan juga dilabrak
> dengan tudingan RS mengcovidkan semua orang yang mati,...!
>
> Satu-satunya harapan, setelah berhasil keluar vaksinasi! Tapi, begitu ada
> suara kerjasama SINOVAC dan BioFarm Bandung dengan ujiklinis tahap-III,
> diserang orang Indonesia dijadikan klinci percobaan RRT! TANPA lebih dahulu
> mengerti apa dan bagaimana mana pengertian ujiklinis tahap-III itu apa
> sesungguhnya, ... Setelah ujiklinis itu berlangsung sekian bulan dengan
> baik dan tidak ada gejala negatif, ... orang mulai mengangkat sertifikat
> HALAL! Padahal, jelas dalam keadaan darurat demi KESELAMATAN RAKYAT BANYAK,
> sebelum ada vaksin-HALAL tetap boleh saja gunakan vaksin yang tersedia itu!
> Sedang kita menghadapi kenyataan presiden Jokowi yang TIDAK TEGAS, ...
> ikut-ikutan menandaskan keperluan sertifikat HALAL bagi vaksin yang akan
> digunakan. Entah akan tertunda berapa bulan lagi untuk sertifikat HALAL itu
> saja, ...? Sedang nampaknya, vaksin produksi AS tidak berhasil dan dari
> negara-negara lain juga belum ada kejelasan!
>
> Ayooo, pilih mana? Gunakan vaksin yang sudah teruji melewati ujiklinis
> tahap-III sesuai prosedur WHO atau membiarkan rakyat banyak mati lebih
> banyak oleh Covid-19???
>
>
>
> kh djie [email protected] [GELORA45] 於 2020/10/24 下午 08:16 寫道:
>
>
> Kalau begitu PKS = Pemegang Kuasa Semesta? Apanya Permesta?
>
> Op za 24 okt. 2020 om 14:12 schreef Sunny ambon [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]>:
>
>>
>> Sebernarnya rezim neo-Mojopahit dengan memiliki wakil presiden yang erat
>> bahkan melekat hubungannya dengan PAS (Penguasa Alam Semesta), maka mudah
>> sekali untuk dihalau iblis Coronavirus dari wilayah yang ada dalam
>> wewenangnya. Tetapi, apa boleh buat, taik kambing sudah bulat-bulat, jadi
>> mungkin sekali beliau telah lupa karena kursinya yang diduduki terlalu
>> empuk membuat beliau ngantuk  dan tidak ingat bahkan lupa  akan tugas
>> mulianya yang wajub dilakukan kedapa PAS.  hehehehe
>>
>> *
>> https://jabarnews..com/read/93476/satu-tahun-pemerintahan-jokowi-maruf-berjibaku-hadapi-pandem
>> <https://jabarnews.com/read/93476/satu-tahun-pemerintahan-jokowi-maruf-berjibaku-hadapi-pandem>*
>> i
>>
>> Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, Berjibaku Hadapi Pandemi
>>
>>    - REDAKTUR IQBAL SAFANA
>>    
>> <https://jabarnews.com/read/93476/satu-tahun-pemerintahan-jokowi-maruf-berjibaku-hadapi-pandemi#>
>>
>>    - SELASA, 20 OKT 2020, 16:33
>>
>>
>>    -
>>
>> Karikatur Dodi Budiana/Jabarnews
>>
>>    -  Share on Facebook
>>    
>> <https://jabarnews.com/read/93476/satu-tahun-pemerintahan-jokowi-maruf-berjibaku-hadapi-pandemi#>
>>
>>    -  Share on Twitter
>>    
>> <https://jabarnews.com/read/93476/satu-tahun-pemerintahan-jokowi-maruf-berjibaku-hadapi-pandemi#>
>>
>>    -  Share on Whatsapp
>>    
>> <https://jabarnews.com/read/93476/satu-tahun-pemerintahan-jokowi-maruf-berjibaku-hadapi-pandemi#>
>>
>>    -  Share Link
>>    
>> <https://jabarnews.com/read/93476/satu-tahun-pemerintahan-jokowi-maruf-berjibaku-hadapi-pandemi#>
>>
>> JABARNEWS | BANDUNG - Saat ini, kepemimpinan Presiden Joko Widodo-Ma'ruf
>> Amin sudah menginjak 1 tahun lamanya. banyak kebijakan baru yang diterapkan
>> terkait penanganan pandemi Covid-19.
>>
>> Ancaman resesi menjadi hal yang perlu di waspadai pemerintahan
>> Jokowi-Ma'ruf, sebagai dampak pandemi Covid-19 yang berpengaruh khususnya
>> pada sektor perekonomian.
>> Pandemi Covid-19 memaksa berbagai negara di dunia termasuk Indonesia
>> jungkir balik mengatasi dampaknya yang luar biasa. Pandemi Covid-19
>> menuntut pemerintah untuk bisa bekerja lebih gesit dalam situasi darurat..
>>
>> Kado setahun pemerintah Jokowi-Ma'ruf diwarnai beberapa aksi unjuk rasa
>> dibeberapa daerah. Kebijakan yang dianggap kontroversi baru-baru ini
>> adalah, disahkannya UU Cipta Kerja oleh DPR yang dianggap merugikan kaum
>> buruh/pekerja di tanah air. (Dod)
>>
> 
>
>

Kirim email ke