-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/read/detail/355909-un-dihapus-terbitlah-an



Senin 26 Oktober 2020, 17:22 WIB 

UN Dihapus, Terbitlah AN 

Syarief Oebaidillah | Humaniora 

  UN Dihapus, Terbitlah AN Antara Ilustrasi KENDATI sepakat Ujian Nasional ( 
UN) dihapus, namun kesiapan pemerintah melalui Kemendikbud yang akan 
melaksanakan Asesmen Nasional ( AN) 2021 dipertanyakan. "Kalau bicara alat ukur 
ketercapaian peserta didik untuk diganti alias menghapus UN dari awal saya 
sangat mendukung. Karena UN ini memang timbangan yang rusak. Itu sangat jelas 
posisi saya dan UN sendiri berdampak pada rendahnya mutu pendidikan Indonesia 
di 20 tahun terakhir Tapi apakah AN layak untuk menjadi pengganti UN? 
Jawabannya belum tahu karena minimnya sosialisasi dan komunikasi pihak 
Kemendikbud, " kata praktisi pendidikan Indra Charismiadji menjawab 
mediaindonesia.com, Senin (26/10). Indra mengingatkan terkesan semua kebijakan 
Kemendikbud dibuat sembunyi- sembunyi tanpa uji publik yang jelas. " Intinya 
sebagai orang pendidikan saya menolak pelaksanaan AN ini dengan alasan sampai 
saat ini belum ada naskah akademiknya, " tegasnya. Dia menyarankan Kemendikbud 
segera melakukan uji publik naskah akademik tentang AN secara transparan ." 
Saya kira karena ini urusan besar menyangkut kepentingan luas masyarakat 
Indonesia maka sebaiknya undang tokoh-tokoh pendidikan membahas AN jangan hanya 
teman-teman dekat saja. Ini urusan negara bukan perusahaan atau pribadi.Lakukan 
dengan transparansi dan akuntabilitas, " tandas Indra. Dia juga menyayangkan 
telah banyak beredar buku-buku tentang AN dan bimbel AN. " ini memanfaatkan 
kesempatan dalam kebingungan masyarakat. Jadi pemerintah justru menimbulkan 
kebingungan bukan mengayomi, " tukasnya. Dia menyarankan Kemendikbud segera 
melakukan uji publik naskah akademik tentang AN secara transparan ." Saya kira 
karena ini urusan besar menyangkut kepentingan luas masyarakat Indonesia maka 
sebaiknya undang tokoh-tokoh pendidikan membahas AN jangan hanya teman-teman 
dekat saja. Ini urusan negara bukan perusahaan atau pribadi.Lakukan dengan 
transparansi dan akuntabilitas, " tandas Indra. Baca juga :Sosialisasi AN 
Digesa Dia juga menyayangkan telah banyak beredar buku-buku tentang AN dan 
bimbel AN. " ini memanfaatkan kesempatan dalam kebingungan masyarakat. Jadi 
pemerintah justru menimbulkan kebingungan bukan mengayomi, " tukasnya. Dia 
berharap Kemendikbud jangan melangkah jauh terlebih dulu kalau belum matang 
program AN . "Ini negara yang tidak bisa salah urus. Korbannya adalah generasi 
penerus kita nantinya.Mas Menteri harap jangan membuat gaduh lagi seperti kasus 
Merdeka Belajar dan POP, " pungkasnya. Pada bagian lain, Rizki Pradana guru 
SMP-SMA Cita Buana di Jagakarsa Jakarta mengaku mengapresi Kemendikbud yang 
menghapus UN." Penggantian danpenghapusan UN saya setuju. Tapi perihal 
penggantinya baru akan disosialisasikan Jumat ini.," ungkap Rizki. Dia mengaku 
belum mengetahui persis tentang AN. Menurutnya sejumlah sekolah di DKI mungkin 
telah disosialisasikan.Rizki mengaku kasihan kalau anak hanya dinilai dari satu 
jenis ujian yang tidak representatif. Dia menyarankan agar AN dapat disesuaikan 
dengan profile sekolahnya. "Jangan gunakan standar sekolah mahal dan favorit 
untuk mengasesmen sekolah swasta biasa atau sekolah negeri di pelosok, " tukas 
Rizki.(OL-2)

Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/355909-un-dihapus-terbitlah-an





Kirim email ke