*Ini vaksin Tiongkok, mungkin sudah dihalalkan oleh UAE dan oleh sebab itu
dibeli oleh NKRI.*
*https://www.liputan6.com/bisnis/read/4356854/indonesia-pesan-20-juta-vaksin-covid-19-tambahan-ke-uni-emirat-arab
<https://www.liputan6.com/bisnis/read/4356854/indonesia-pesan-20-juta-vaksin-covid-19-tambahan-ke-uni-emirat-arab>*
*Indonesia
Pesan 20 Juta Vaksin Covid-19 Tambahan ke Uni Emirat Arab*

[image: Maulandy Rizky Bayu Kencana]
<https://www.liputan6.com/me/maulandy.kencana>

Maulandy Rizky Bayu Kencana <https://www.liputan6.com/me/maulandy.kencana>

15 Sep 2020, 15:10 WIB



Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah akan mendapat alokasi vaksin
<https://www.liputan6.com/bisnis/read/4356599/simak-daftar-harga-vaksin-covid-19-yang-diproduksi-indonesia>
Covid-19
sebanyak 30 juta dosis pada kuartal IV 2020. Salah satunya berasal dari
perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), G42 Healthcare Holdings.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar
Pandjaitan memproyeksikan Indonesia bisa menyediakan hingga 50 juta dosis
vaksin
<https://www.liputan6.com/bisnis/read/4356599/simak-daftar-harga-vaksin-covid-19-yang-diproduksi-indonesia>
virus
corona pada akhir tahun ini.

Untuk itu, ia berencana menemui Menteri Energi dan Industri UEA Suhail
Mohammed Al Mazrouei guna meminta tambahan 20 juta alokasi vaksin dari
negara tersebut.

"Vaksin itu kita akan dapat tahun ini kira-kira 30 juta (dosis), dan kami
coba sampai ke 50 juta. Nanti mungkin dari G42 dari Abu Dhabi ketemu saya
nanti sore mau bicara sama Menteri Suhail mau minta tambahan 20 juta lagi
masuk sini," ujarnya dalam sesi teleconference, Selasa (15/9/2020).

Luhut percaya, jika tambahan vaksin Covid-19 berhasil didatangkan, maka
masyarakat Indonesia bakal lebih kebal dari pandemi virus corona.

"Kalau itu dapat, jadi kita 3 bulan ini bisa manage Covid-19 jika vaksin
<https://www.liputan6.com/bisnis/read/4356599/simak-daftar-harga-vaksin-covid-19-yang-diproduksi-indonesia>
bisa
masuk. Basically kita akan lebih baik," kata Luhut.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
mengatakan, pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga dunia
untuk memproduksi vaksin
<https://www.liputan6.com/bisnis/read/4356599/simak-daftar-harga-vaksin-covid-19-yang-diproduksi-indonesia>
Covid-19.
Salah satunya dengan G42 Uni Emirat Arab (UAE).

Negara Timur Tengah tersebut bekerjasama dengan Kimia Farma dan berkomitmen
untuk menyediakan 10 juta dosis vaksin untuk akhir 2020.

"Kemudian kita melalui G42 telah melakukan juga kerjasama untuk mendapatkan
akses. Saat sekarang sedang melakukan clinical trial di UAE. Akses vaksin
<https://www.liputan6.com/bisnis/read/4356599/simak-daftar-harga-vaksin-covid-19-yang-diproduksi-indonesia>
kita
60-110 juta (secara keseluruhan)," ungkapnya.



*Selain itu, ia memaparkan, pemerintah juga menggalang kerjasama dengan
Sinovac Biotech, AstraZeneca, Gavi, dan CEPI untuk mempabrikasi vaksin
corona. Airlangga pun memperkirakan varian harga dari bermacam dosis vaksin
tersebut.*

"Melalui Gavi dan CEPI ini harga daripada vaksin diperkirakan akan lebih
rendah, sekiar USD 3-5. Sedangkan Sinovac itu antara USD 10-20," terang dia.

Tak hanya itu, ia menambahkan, pemerintah juga berinisiatif memproduksi
vaksin Covid-19 buatan anak bangsa, yakni vaksin merah putih. Rencananya,
itu bakal disediakan memasuki kuartal III 2021 mendatang.

Airlangga pun mengingatkan, proses vaksinasi tidak serta merta akan sukses
dilaksanakan dalam satu kali. Sebab, ada beberapa jenis vaksin yang harus
disuntikan beberapa kali guna memberikan kekebalan tubuh terhadap virus
corona.

"Ini berbagai vaksin memang jenis imunisasinya berbeda, ada yang satu kali
dan dua kali. Sinovac tampaknya dua kali. Kemudian ada yang diperkirakan
satu kali. Sehingga akan berbeda metode dan harganya," ujarnya.

Kirim email ke