-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://news.detik.com/kolom/d-5237174/cetak-biru-pembangunan-dan-prospek-modernisasi-china-2020-2050?tag_from=wp_cb_kolom_list





Kolom


Cetak Biru Pembangunan dan Prospek Modernisasi China 2020-2050


Sukron Makmun - detikNews


Minggu, 01 Nov 2020 18:01 WIB
0 komentar
SHARE
URL telah disalin
China Media Group
Presiden China Xi Jinping mengadakan inspeksi industri robot (Foto: Dok. China 
Media Group)
Jakarta -

Dalam komunike yang diumumkan Sidang Pleno ke-5 Komite Sentral ke-18 Partai 
Komunis Tiongkok (PKT) pada 2015, ada 5 gagasan pembangunan sebagai skema umum 
pembangunan ekonomi dan sosial, yaitu pola pembangunan yang mengacu pada 
inovasi, koordinasi, ramah lingkungan (green), keterbukaan (openness) dan 
sharing.

Gagasan tersebut merupakan cetak biru pembangunan China masa depan. Gagasan 
yang sangat penting untuk mewujudkan target perjuangan abad pertama, yaitu 
pembangunan masyarakat sejahtera pada tahun 2020 dan target perjuangan abad 
kedua yaitu pembangunan negara modern sosialis (tahun 2050).

Sidang ke-4 Kongres Rakyat Nasional (KRN) ke-12 waktu itu (7/3/16) membahas 
Repelita ke-13 yang merupakan rancangan ekonomi dan sosial yang disusun setelah 
ekonomi China memasuki era baru, dan disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi, di 
mana China sedang mengalami restrukturisasi.
Ungtungnya perekonomian terus melaju pesat dan telah mencapai hasil yang 
mengagumkan dalam 30 tahun lebih sejak reformasi dan keterbukaan ekonomi. 
Produk domestik bruto (PDB) China tahun 2015 telah menembus angka US$ 10 
triliun dan pada tahun 2019 menjadi US$ 13,08 triliun (sekitar 91,93 triliun 
Yuan).

Kemarin (29/10/2020) sidang pleno ke-5 Komite Pusat PKT ke-19 berakhir. Sidang 
ini mengajukan usulan mengenai Repelita ke-14. Dewan Negara akan menyusun 
naskah program Repelita 14 menurut usul tersebut, setelah disahkan oleh badan 
kekuasaan nasional tertinggi KRN.

Program tersebut akan menjadi pemandu sekaligus tujuan pembangunan ekonomi dan 
sosial China dalam 5 tahun mendatang, termasuk juga upaya merealisasikan 5 
konsep dasar pembangunan yang diajukan oleh kongres pada sidang pleno ke-5 
Komite Sentral ke-18 PKT tahun 2015 lalu.
China Media GroupPengembangan desa menjadi kota modern Foto: Dok. China Media 
Group

Jika berhasil, maka ekonomi China akan terus berkembang sesuai standar yang 
tinggi. Mekanisme untuk membangun ekonomi modern dan mekanisme pasar berstandar 
tinggi dapat terwujud. Peradaban dapat dibangun dalam ruang lingkup lingkungan 
yang ramah, serta PDB per kapita akan mencapai level negara maju.

China telah berupaya membentuk mekanisme ekonomi dengan level keterbukaan lebih 
tinggi, secara menyeluruh meningkatkan level keterbukaan terhadap negara luar, 
mendorong liberalisasi dan fasilitasi perdagangan serta investasi, mendorong 
perkembangan perdagangan secara inovatif, mendorong mega proyek one belt, one 
road. China memiliki platform penting dalam pembangunan komunitas kepentingan 
yaitu "Jalan Sutera Baru".
China dengan berbagai negara, termasuk Indonesia, bersama-sama membangun 
"Kawasan Ekonomi Jalan Sutera Baru" dan 'Jalan Sutera Maritim Abad 21' sebagai 
implementasi dari konsep 'berkembang bersama, makmur bersama'. Proyek ini dapat 
menyejahterakan rakyat berbagai negara di sepanjang jalan sutera.

China menjadikan kemandirian IPTEK sebagai tulang punggung strategis 
perkembangan negara, mempercepat pembangunan negara yang kuat. China memiliki 
target jangka panjang yaitu mewujudkan modernisasi sosialis tahun 2035 yakni 
kekuatan ekonomi, kekuatan IPTEK dan kekuatan negara meningkat signifikan.

Pendapatan masyarakat naik menduduki urutan terdepan, sistem ekonomi modern 
terbentuk dan pada waktu yang sama ekosistem tetap terjaga. Dengan cetak biru 
pembangunan yang didesain oleh sidang Komite Pusat PKT ke-19 kemarin, saya 
optimis, China mampu mencapai target 2035.
China Media GroupPembangunan Sistem 6G Foto: Dok. China Media Group

Kemitraan RI-China Pasca Kunjungan Menteri Luar Negeri AS

Pandemi COVID-19 tidak menghalangi Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) 
Mike Pompeo datang ke Jakarta. Apakah karena SWF (Sovereign Wealth Fund) yang 
ada dalam UU Cipta Kerja itu akan menempatkan Indonesia salah satu pengelola 
SWF terbesar di dunia? Apakah ia sedang melobi agar IDFC (International 
Development Finance Corporation) turut dalam SWF Indonesia?

IDFC mendekati Indonesia sejak tahun lalu, menjanjikan sekaligus meminta banyak 
hal. Tetapi selama negosiasi tidak pernah serius mengeluarkan uang. Sebab itu, 
Jokowi melirik China, yang sebelumnya adalah investor nomor buncit di 
Indonesia, tapi kini China menempati nomor 2 terbesar. Kerja sama RI-China 
adalah murni bisnis (B to B), tidak ada kaitan politik.

Skema SWF dalam UU Cipta Kerja akan menggairahkan pasar uang disaat volume 
mengecil akibat China menahan ekspansinya. Dan tentunya akan meningkatkan pasar 
leverage dari hedge fund player. Apakah kedatangan Mike diatur oleh hedge fund 
player? Mike tentu sudah paham lambatnya negosiasi atas peran IDFC dalam 
pembentukan SWF Indonesia. Karenanya, AS sedang berusaha membangun persepsi 
ancaman China di kalangan akar rumput.

Ia tahu kekuatan riil politik di Indonesia adalah umat Islam. Sikap elit 
politik AS tidak akan berjalan mulus tanpa dukungan para proxy yang punya 
kepentingan politik dan bisnis. Sebab itu pula, ia bahkan tidak sungkan 
melakukan akrobat politik. Di acara GP Ansor (29/10/2020), ia seperti menjadi 
mentor soal komunis, menghidupkan kembali isu komunis.

"Mike memprovokasi hubungan China-Indonesia, mengganggu perdamaian dan 
stabilitas kawasan. Mike justru memperlihatkan adanya masalah serius di 
internal AS,", kata Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian.
China Media GroupIndustri Permobilan Energi Baru dimasyarakatkan di pedesaan 
China Foto: Dok. China Media Group

Memperkuat kemitraan strategis itu tanpa harus memprovokasi atau menjadikan 
negara lain sebagai korban. Tidak pantas pejabat tinggi berbicara seperti itu. 
Karena selama ini hubungan politik Indonesia dengan China dan AS itu baik. 
Pengusiran kapal China yang masuk perairan Indonesia dan penolakan atas 
permohonan izin AS untuk mendaratkan pesawat P-8 Poseidon di wilayah RI adalah 
bukti bahwa RI netral.

Politik bebas aktif adalah amanah UUD 45. Bersahabat dengan China dan AS, 
bahkan dengan negara manapun yang penting berpihak pada kepentingan nasional. 
Selama kerjasama tersebut mutualistik dan tidak memanfaatkan negeri ini untuk 
kepentingan pertikaian. Indonesia terbukti mampu menjaga keseimbangan di tengah 
dominasi AS dan China, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Sukron Makmun, Intelektual muda NU, Wakil Sekjen PERHATI, Anggota Badan 
Arbitrase Syariah Nasional, Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri & Kerja Sama 
Internasional MUI Provinsi Banten.
(akn/ega)






Kirim email ke