Kala Persamaan Pilpres AS dan Indonesia Jadi Sorotan
Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 05:19 WIB
https://news.detik.com/internasional/d-5243541/kala-persamaan-pilpres-as-dan-indonesia-jadi-sorotan?single=122
komentar
Foto: Joe Biden dan Donald Trump (BBC World)
Jakarta - Perhelatan pemilihan presiden di Amerika Serikat tahun ini menjadi
sorotan karena disebut-sebut 'mirip' dengan situasi Indonesia saat Pilpres
2019. Nuansa 'kemiripan' itu muncul usai Donald Trump mengklaim kemenangannya
di pilpres.
Hal ini diungkapkan oleh sejumlah tokoh asing, termasuk peneliti hingga
wartawan internasional di Twitter. Gambaran soal Pilpres AS ini mulanya
disampaikan oleh Kepala Biro Washington untuk ABC Australia, David Lipson. Dia
menyebut bahwa nuansa pilpres AS seperti situasi politik di Indonesia.
"Merasa seperti politik Indonesia sekarang ," tulis David Lipson lewat akun
Twitternya, Rabu (4/11/2020).
Baca juga:
Tokoh Asing Sebut Pilpres AS 2020 Mirip Seperti di Indonesia
Tak lama kemudian, cuitan itu dibalas oleh Ross Tapsell. Taspell menyebut bahwa
situasi ini belum begitu mirip kecuali jika Trump diangkat menjadi Menteri
Pertahanan. "Benar. Tapi itu bukan politik Indonesia yang sebenarnya kecuali
Trump akhirnya menjadi Menteri Pertahanan Biden," cuit Taspell.
Taspel adalah pengajar senior di College of Asia and the Pacific, The
Australian National University. Ia terlibat dalam Indonesia Project di ANU dan
situs berita/analisis New Mandala. Ia juga dewan redaktur jurnal Asiascape:
Digital Asia.
Jokowi-Prabowo bertemu di MRT Foto: Muchlis Jr/Biro Setpres
Cuitan yang membanding-bandingkan pilpres AS dengan situasi pilpres di
Indonesia juga datang dari Aaron Connelly. Connelly adalah Direktur Proyek Asia
Tenggara lembaga thinktank asal Australia, Lowy Institute. Dia menjabat hingga
2018.
"Tapi Biden tidak akan menyentuh rekor suara terbanyak dalam pemilihan presiden
sedunia, yang diraih oleh Presiden Jokowi di Indonesia tahun lalu: 85.607.362,"
kata Connelly dalam cuitannya.
Klaim Kemenangan Trump dan Pilpres 2019
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mengklaim dirinya telah
memenangkan pemilihan presiden AS 2020, meskipun penghitungan suara belum
selesai.. Trump pun mengatakan dia akan pergi ke Mahkamah Agung untuk
menghentikan penghitungan surat suara via pos yang masih belum selesai.
Baca juga:
Kubu Trump Gugat 3 Negara Bagian AS, Tuntut Hentikan Penghitungan Suara
Trump tanpa dasar mengklaim telah terjadi penipuan.
"Ini penipuan terhadap publik Amerika. Ini memalukan negara kita," klaim Trump
dalam pidatonya di Gedung Putih seperti dilansir AFP, Rabu (4/11/2020).
Klaim Trump mengingatkan publik pada kondisi politik Indonesia pada Pilpres
2019 lalu. Saat itu, calon presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa dirinya
memenangkan pilpres, meskipun beberapa lembaga hitung cepat justru menampilkan
kemenangan Jokowi.
Baca juga:
Sikap Koalisi-Oposisi Jokowi soal Kemenangan Rachmawati
Prabowo dan pendukungnya menuding ada kecurangan dalam pilpres dan melayangkan
gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Namun, gugatan Prabowo kalah. Kendati demikian,
Prabowo akhirnya ditunjuk oleh Jokowi sebagai Menteri Pertahanan.
(rdp/lir)