Tiongkok Desak Australia Lakukan Introspeksi atas Kesalahannya 2020-11-07 10:57:44 http://indonesian.cri.cn/20201107/42705423-93be-97d3-a038-a21ca64162ac.html
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers kemarin (6/11) mengatakan, saling menghormati merupakan dasar dan prasyarat untuk melakukan kerja sama pragmatis antar negara. Tiongkok sekali lagi mendesak Australia melakukan introspeksi dan mencurahkan lebih banyak tenaga demi peningkatan kepercayaan dan kerja sama Tiongkok-Australia, dalam rangka menciptakan kondisi dan suasana yang menguntungkan peningkatan kerja sama pragmatis kedua negara. Menurut media Australia, importir Tiongkok telah menangguhkan impor minuman anggur dari Australia mulai dari 6 November lalu. Wang Wenbin mengatakan, Tiongkok mencatat bahwa sejumlah tokoh Australia mengajukan keraguan atas langkah-langkah yang dilakukan Tiongkok, atau menuduh Tiongkok telah melanggar peraturan perdagangan internasional. Akan tetapi faktanya ialah, sejak 2018, belasan proyek investasi Tiongkok ditolak oleh Australia dengan alasan yang ambigu atau dengan kedok keamanan negara yang sama sekali tidak berdasar, termasuk melarang perusahaan Tiongkok berpartisipasi dalam pembangunan jaringan 5G, pembangunan infrastruktur dan kerja sama di bidang-bidang pertanian dan peternakan di negerinya. “Hingga sekarang Australia telah melakukan 106 kali investigasi antidumping dan antisubsidi terhadap produk Tiongkok, sedangkan Tiongkok hanya melakukan 4 kali investigasi serupa terhadap produk Australia. Sejujurnya siapalah yang melanggar prinsip ekonomi pasar serta penetapan yang tercantum dalam kesepakatan perdagangan bebas Tiongkok-Australia? Siapalah yang merusak kerja sama dan nekat mengambil tindakan diskriminatif? Faktanya adalah sangat jelas,” demikian ujar Wang Wenbin. Kemenlu Tiongkok Rekomendasikan Dinas Penerbangan Langsung bagi Para Pendatang Baru 2020-11-07 10:53:13 Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers kemarin (6/11) mengatakan, Tiongkok meningkatkan protokol kesehatan terhadap pendatang baru di samping untuk menjaga hasil-hasil pencegahan pandemi COVID-19 yang tercapai dalam negeri, juga untuk mengurangi risiko terpapar virus corona oleh para pendatang dalam perjalanan ke Tiongkok. Hal ini adalah untuk jaminan kesehatan seluruh masyarakat. Baru-baru ini kedutaan besar dan konsulat Tiongkok di luar negeri merilis pemberitahuan tentang pemberlakuan protokol kesehatan yang lebih ketat terhadap calon penumpang ke Tiongkok melalui dinas penerbangan. Setiap penumpang diwajibkan menyertai atau menunjukkan surat hasil tes “dwi negatif” melalui pemeriksaan asam nukleat dan tes cepat berbasis antibodi. Selain itu, calon pendatang ke Tiongkok yang singgah atau transit di negara ketiga diwajibkan mengulangi tes nukleat asam dan tes antibodi di tempat transit. Tiongkok dan Afrika Bersama Dorong Pembentukan Komunitas Senasib Sepenanggungan 2020-11-07 10:28:07 http://indonesian.cri.cn/20201107/fc9fda04-384b-565e-26e1-93f0a53aed2c.html Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari Jumat kemarin (6/11) mengatakan, tak peduli risiko dan tantangan apa pun yang akan dihadapi, Tiongkok dan saudara-saudara Afrika akan berjuang bahu membahu untuk mendorong pembentukan komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok-Afrika agar panji persahabatan Tiongkok-Afrika berkibar-kibar. Belum lama lalu barang bantuan medis untuk penanggulangan pandemi COVID-19 yang dikirim pemerintah Tiongkok kepada kaum wanita, anak-anak dan para pemuda di 53 negara Afrika telah disalurkan ke destinasi masing-masing. Wang Wenbin mengatakan, sejak wabah virus corona merebak, Tiongkok dan Afrika selalu saling mendukung dan memberikan solidaritas untuk mengatasi kesulitan masing-masing pihak. Walaupun menghadapi tekanan besar di hadapan wabah virus corona, Tiongkok tetap mengupayakan pengiriman barang-barang medis untuk penanggulangan pandemi dalam jumlah besar kepada Uni Afrika dan negara-negara Afrika melalui berbagai saluran. Sementara itu, Tiongkok telah menyelenggarakan 6 kali seminar virtual untuk berbagi pengalaman dengan para ahli dari Afrika, mengirim tim ahli atau penasihat kepada 15 negara Afrika dan mengerahkan 46 tim medis bantuan kepada negara-negara Afrika untuk membantu mereka menangani pandemi COVID-19. Tiongkok berjanji akan terlebih dulu menyediakan vaksin virus corona kepada negara-negara Afrika dan negara-negara berkembang lainnya.
