*https://www.harianterbit.com/opini/read/125228/Kasihan-JK-adalah-penyesalan-terhadap-ke-Dzaliman
<https://www.harianterbit.com/opini/read/125228/Kasihan-JK-adalah-penyesalan-terhadap-ke-Dzaliman>*
*Kasihan
JK adalah penyesalan terhadap ke Dzaliman*

***

Sabtu, 07 November 2020 - 20:36 WIB



*Oleh: **Syafril Sjofyan, Pengamat Kebijakan Publik, Aktivis Pergerakan
77-78*

Dengan bangga Eks Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisahkan momen ketika
dirinya dan Presiden Jokowi “mengerjai” Rizal Ramli terkait pencopotan dari
kabinet. Dalam acara dalam akun Youtube Karni Ilyas Club. Rizal Ramli saat
itu mendesak alasan dirinya dicopot dari Menteri Koordinator Maritim.

Mulanya, Jusuf Kalla menceritakan Jokowi memanggil Rizal Ramli ke Istana
Negara untuk menyampaikan Rizal dicopot dari kabinet. Jokowi menjelaskan
kepada Rizal pencopotan ini karena ada kebutuhan. (Jokowi) Jelaskan demi
kebaikan kabinet, (Rizal) akan diganti, dia menolak, apa salah saya?.

Lantaran Rizal nggak terima dan terus ngotot kenapa dia dicopot dari
kabinet, akhirnya muncul niatan ngerjain Rizal. Menurut pengamatan dalam
menentukan kebijakan publik sekelas istana. Tingkah laku ini  “childish”
yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dan Wapres JK kepada sekelas Menteri
Koordinator. Seharusnya memberikan penjelasan yang meyakinkan, sehingga
selesai dengan baik. Bukan menghindar dan malah mengerjai. Jokowi dan JK
berdalih mau bicara di ruang lain. Lalu dengan diam-diam meninggalkan
istana, membiarkan RR menunggu karena alasannya mau bicara diruang lain,
jelas saja RR menunggu.

Cara ngerjain Rizal kala itu, Jokowi meminta Rizal diminta menunggu
sebentar di sebuah ruangan di Istana Negara. Sembari Rizal Ramli menunggu.
Ini saja saja menghancurkan martabatnya sebagai salah seorang Menko. Maksud
Jokowi dan JK meninggalkan Rizal Ramli secara diam-diam pergi dari istana
supaya ekonom senior itu bosan dan pulang keluar Istana.

Karena menuggu penjelasan lanjut/ karena alasan yang tidak ada dasar dan
tidak jelas. Rizal Ramli dibiarkan menunggui terus Jokowi dan JK di Istana
Negara. Ini bukan “mengerjai” dan juga menyangkut etika sebagai manusia,
kelakukan tersebut lebih tepat kategori dzalim. sekelas Menko Rizal Ramli
yang pada awalnya “dibujuk” oleh Jokowi untuk menjadi Menko demi rakyat.
Ketika memberhentikan tanpa penjelasan yang memuaskan, dan “dikerjain”,
sekelas karyawan perusahaan saja dibutuhkan penjelasan, dan jika tidak puas
masih bisa banding. (bi partit/tri partit)

Selanjutnya versi JK disampaikan ke Karni Ilyas, dia teringat cara ngerjain
Rizal itu, JK mengatakan merasa kasihan dengan Rizal Ramli. “Saya kasihan
sampai sekarang,” kata JK mengingat momen itu. Sebenarnya ini kelakuan yang
sangat memuakan setingkat istana menyelesaikan permasalahan recruiting dan
mengganti menteri tidak lebih dilakukan setingkat pembantu rumah tangga
saja. Bisa saja rasa kasihan JK merupakan hukuman ke dzaliman yang pernah
dia lakukan.

*Walahualam*

*#SYAFRILSJOFYAN* <https://www.harianterbit.com/readtag/SyafrilSjofyan>

Kirim email ke