*Mengapa? Bukahkah menteri keuangan RI diberikan hadiah dan gelar menteri
keuangan terbaik di dunia di UAE beberapa tahun lalu? Apakah tertinggal
atau terburuk ini karena rezim neo-Mojopahit terdiri dari oknom-oknom tidak
berkapasitas mengurus negara?*


https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/26490/jokowi__indeks_inklusi_keuangan_ri_tertinggal_di_asean


*Jokowi: **Indeks Inklusi Keuangan RI Tertinggal di ASEAN*

Rabu , 11 November 2020 | 15:35


*JAKARTA -* Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya bahwa
masih terdapat “Pekerjaan Rumah” (PR) besar bagi bangsa Indonesia untuk
menaikkan tingkat inklusi dan literasi keuangan agar bisa lebih unggul dari
negara-negara di Asia Tenggara.

Presiden Jokowi saat membuka Pekan Fintech Nasional secara virtual di
Jakarta, Rabu, menyoroti indeks inklusi keuangan di Indonesia yang baru
sebesar 76 persen. Pencapaian itu lebih rendah dibandingkan Singapura yang
sebesar 98 persen, Malaysia 85 persen, dan Thailand 82 persen.


"Kita masih punya pekerjaan rumah yang besar dalam pengembangan teknologi
finansial. Indeks inklusi keuangan kita masih tertinggal dibandingkan
beberapa negara ASEAN,” ujar Presiden Jokowi.

Tak hanya inklusi keuangan, Presiden Jokowi menyebut literasi keuangan
digital masyarakat Indonesia juga masih rendah yakni sebesar 35,5 persen.
Lalu, hanya 31,26 persen saja masyarakat yang yang pernah menggunakan
layanan digital.

"Masih banyak masyarakat yang menggunakan layanan informal," kata Presiden
Jokowi.



Oleh karena itu Presiden mengharapkan inovator di industri perusahaan
finansial berbasis teknologi (financial technology/fintech) tidak hanya
berperan sebagai penyalur pinjaman, dan industri pembayaran daring saja.
Namun, dapat berperan sebagai penggerak utama inklusi dan literasi keuangan
digital bagi masyarakat.

Selain itu fintech juga dapat menjadi pendamping perencanaan keuangan dan
berperan dalam perluasan penetrasi UMKM ke pasar niaga daring (e-commerce).

Presiden Jokowi mengatakan layanan fintech saat ini telah berkembang pesat.
Kontribusi fintech pada penyaluran pinjaman nasional pada 2020 sudah
mencapai angka Rp128,7 triliun, meningkat 113 persen (year-on-year/yoy)
dibandingkan periode sama tahun lalu.


Hingga September 2020, lanjut Presiden Jokowi, ada 89 penyelenggara fintech
yang berkontribusi hingga Rp9,87 triliun pada transaksi layanan jasa
keuangan di Indonesia. Kemudian sebesar Rp15,5 triliun disalurkan oleh
fintech equity crwod funding (ECF). *(E-3)*

Kirim email ke