-----Original Message-----
From: Ariadi Subandrio [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, August 07, 2006 7:41 AM
To: IAGI NET
Subject: [iagi-net-l] Pendapat IAGI u/ Lumpur Porong
dari KORAN TEMPO
Senin, 07 Agustus 2006
Headline Lumpur Porong Bisa Jadi Gunung Tinggi pusat semburan sudah
10 meter.
SURABAYA -- Kecil kemungkinan semburan lumpur di Porong, Sidoarjo,
bisa disetop. Lumpur yang terus menyembur itu malah berpotensi
menjadi gunung. "Belum pernah kasus serupa bisa dihentikan," kata
Edy Sunardi, Ketua Departemen Pengembangan Ilmu Ikatan Ahli Geologi
Indonesia, di Surabaya kemarin.
Saat ini, lumpur yang menyembur dari sumur milik Lapindo Brantas itu
telah menggenangi lahan 168 hektare atau seluas lebih dari 220
lapangan sepak bola. Sedangkan tinggi genangan lumpur di pusat
semburan sudah 10 meter. Di sekitarnya telah dibangun tanggul
setinggi 7 meter.
Edy menjelaskan kasus terbentuknya gunung lumpur di Indonesia ini
bukan yang pertama. Gunung Anyar di perbatasan Surabaya-Sidoarjo
juga terbentuk akibat semburan lumpur. Di Kuwu, Purwodadi, dan di
Sangiran, Jawa Tengah, semburan lumpur bahkan terus keluar hingga
sekarang.
Fenomena itu, kata Edy, terjadi karena struktur lumpur Porong sama
dengan Gunung Anyar. "Lumpur Gunung Anyar keluar karena proses alam.
Di Porong, faktanya, lumpur tidak keluar dari sumur eksplorasi,"
katanya.
Dia mengatakan kesamaan struktur lumpur juga diperkuat adanya
kesamaan geologis. "Di bawah Porong hingga Gunung Anyar ada semacam
tangki besar seperti gorong-gorong yang luasnya 200 kilometer
persegi dengan ketebalan 4-5 kilometer. Lumpur keluar dari tangki
tersebut," ujar Edy.
Meski semburan lumpur itu secara geologis sulit disetop, Manajer
Eksplorasi PT Lapindo Brantas Inc. Bambang Istadi optimistis bisa
mengatasi semburan yang bersumber di sumur Banjar Panji-1 di Desa
Renokenongo itu. "Kami masih yakin ini bisa diatasi Oktober nanti,"
katanya.
Hanya, kata dia, langkah ini bisa dilakukan jika pusat semburan
berada di sumur Banjar Panji-1. Sebaliknya, Bambang pesimistis kalau
titik semburan lumpur berada di luar Banjar Panji-1. Untuk
memastikannya, Lapindo baru bisa mengetahuinya September mendatang.
Mekky S. Jaya, ahli geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember,
Surabaya, mengungkapkan titik semburan tidak berasal dari zona tua,
yang dulunya sudah ada, tapi dari zona rekahan baru akibat tekanan.
Dia berharap Lapindo memperhitungkan proses penghentian semburan
lumpur agar tidak menimbulkan semburan baru. ROHMAN TAUFIK
---------------------------------
Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs.Try it free.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/geounpad/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/