Kisah yang sangat mengharukan dan membuat kita sadar kalo hidup didunia
ini bagaikan hanya sebuah ilusi.
Terima kasih bapak Ismartono. Semoga Amal Ibadah kita diterima Allah SWT
(Aminnn)

Odu Olo
Ariyanto Katili

PS : Untuk Pak Ibrahim (Ikhwan Musafir) mana ulasan yang alam kubur uti.!



Berapa lama Kita dikubur?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yuni berlari-lari gembira
di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Yuni dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak
ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti
Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965"

"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yuni melihat
wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan
ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a
untuk Neneknya...

"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk
sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.
"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yuni
berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu
sudah di dalam kubur 42 tahun ... "

Yuni memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana .
Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini:
19-02-1882 : 30-01-1910"

"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah",
jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya
mengangguk.
Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa
ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah khan
semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak
dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yuni sambil meminta
persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?"

Ayahnya tersenyum, "Lalu?"
"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun
dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun
nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yuni berbinar karena bisa
menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya
cemas..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yuni tampak gelisah Di atas sajadahnya,
memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang...
Kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia
dikubur.... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata...

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000
tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak
menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun
ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia
akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah
lagi?  Tahankah?

Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya
naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu
hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk
Yani.

Dihampirinya Yuni yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya
selimutnya. Yuni terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat
berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah
kehidupan...
Dan apa yang akan datang di depannya...

"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan
dihatiku..."

Sebarkan e-mail ini ke saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat..
.

"Sebarkanlah walau hanya 1 ayat"


Wassalam,

Ismartono Balango
Network Operation Kalimantan
PT. Telekomunikasi Selular
Gedung Telkomsel Telecommunication Center (TTC)
Jl. Gusti Sulung Lelanang No. 5
PONTIANAK  78117 - INDONESIA



________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke