Sebenarnya, menurut saya pribadi Penentuan 1 Syawal itu ada baiknya kita merujuk pada Hadits Rasulullah SAW, yakni jika Hilalnya belum kelihatan maka genapkanlah bulannya. Artinya pengecekan HILAL itu pada tanggal 29 Ramadhan. Cuman yang menjadi permasalahan yakni masalah derajat hilalnya. Padahal kalo dilihat, jaman Nabi ngga ada yang jago ngitung. Cuman kenapa sekarang sudah pada pake alat yang canggih2 tapi tetap saja banyak yang bertentangan.
Thanks.... --- In [email protected], my <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Di STAIN Gorontalo sudah ada satu orang yang bekarja dalam topik ini, namanya Drs. Syafruddin Katili, MA. dan Beberapa kali saya diskusi dengan beliau terutama analisi numerik data pengamatan dengan GPS dalam menentukan posisi bulan alias Hilal .............. > > > > truly S <[EMAIL PROTECTED]> wrote: AssWW > Semoga info ilmiah ini meadi bermanfaat untuk kebersamaan Islam > AssWW > > Adik <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] > CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] > From: "Adik" <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Wed, 03 Oct 2007 17:06:17 +0700 > Subject: Penetapan 1 Syawal 1428H > > Bapak dan Ibu Ysh, > > Untuk dapat mensosialisasikan tatacara penetapan 1 Syawal, > berikut ini saya forwardkan SMS Prof. Said D. Jenie per > hari Rabu 3 Oktober 2007 jam 03:33. > > Semoga bermanfaat sehingga tidak terdapat perbedaan > pendapat tentang penetapan 1 Syawal ini. > > Terima kasih. > > Wassalam, > Adik > > ----fwd SMS--------- > > Sejawat yth, > Hilal didefinisikan sbg bagian dari muka Bulan yg > tersinari matahari beberapa saat setelah matahari terbenam > dan berbentuk sabit dilihat dari muka Bumi. Agar bisa > diamati [diru'yat] Hilal [sabit] harus memenuhi parameter2 > geometri tertentu seperti : > tinggi bulan > 2 derajat, > luas hilal > 1.5 %, > separasi dg matahari > 10 derajat dan > umur hilal sejak ijtima' > 7 jam. > > Jika parameter2 diatas tidak dipenuhi maka walau Bulan > tiba > diatas ufuk tapi cahaya sabitnya belum tampak, bulan masih > kelihatan sbg piringan gelap, sehingga Hilalnya akan tak > bisa diru'yat. > > Menurut perhitungan program Hilalx4 saya : > > Tg 11/10 : saat mthri terbenamtinggi bulan rata2 0 derajat > 16 mnt s/d 1 derajat 05 menit, luas sabit 0.16% -0.35%, > hampir tak mungkin kelihatan, separasi dg mthri cuman 5 > derajat, shingga kecerlangan langit mnghalangi kontrasnya > bulan. Umur sejak terjadi ijtima' baru 5 jam. > > Kesimpulannya akan sulit sekali untuk melihat hilal , > walau dg teropong sekuat apapun. Namun karena perintahnya > meru'yat ya kita lihat saja nanti apakah para ahli ru'yat > akan mampu melihat > Hilal pada tg 11/10 nanti. Jika mereka mampu melihat ada > Hilal maka tanggal 12/10 adalah 1 syawal , tapi saya > sanksi > dg kemampuan peru'yat untuk bisa melihat Hilal pada malam > tgl 11/10 tersebut. > > Jika Hilal tak teru'yat, maka 1 syawal jatuh tgl 13/10. > Hal ini diperkuat dg hasil hitungan sy Bhwa pada sore tgl > 12/10 : tinggi bulan 10 derajat 54 mnt , luas hilal 2 %, > separasi 14 derajt, 54 mnt, umur ijtimak 11 jam , semua > memenuhi syarat untuk teru'yat. Sehingga bila memang ini > yg > terjadi, maka 1 Syawal jatuh pd tgl 13/10 > > Terimakasih,wassallm > > ----------end fwd SMS------------ > > > > > > --------------------------------- > Pinpoint customers who are looking for what you sell. > > > > > --------------------------------- > Got a little couch potato? > Check out fun summer activities for kids. >

