Terimakasih atas sarannya ya Ibu Sitty. Odu Olo
Ass Dear Ariyanto utie lio monu....anda mominta poncorahan yach...maunya secerah apa...secerah lampu senter,atau secerah lampu philips,atau secerah sinar matahari,atau secerah bulan sabit karna bulum saatnya bulan purnama [:D] ...kalau anda maunya pencerahan dari saya..saya mach hanya banyak teori....dan banyak karangan bebas....kalau yang bagitu tanya joh pati om Google.... Saran saya pribadi...tidak usah banyak tahu teori dech..dari pada capek dech....boheheliliya..lomaaa....sana Action man...karna orang bilang action speak louder than words...kayak superman..deng zoro...samua dorang tidak banyak teori tapi action....action and again action [:D] booditopo wass SZU --- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > SOKIAPA INI EIY ? BERBEDA PENDAPAT ITU WAJAR. MOHON PENCERAHAN DARI USTAD > MANSUR DAN KAWAN-2 YANG LEBIH TAU TENTANG INI (IMUSAFIR,SITTY,SUWITOPOM > DLL ) > > ODU OLO > > > > aku bersaksi tiada tuhan selain allah dan muhammad utusan allah > > dear "bunda" sekar, richie, dan konco2 pemuja akal dan liberalis > > dari awal kami tdk pernah berniat menolak akal atau kami ini golongan > orang2 > yg tdk berakal. tp alangkah arifnya kalo anda dan kawan2 melihat dulu > masalah apa yg kita bahas. ilmu akhirat itu tdk terjangkau oleh akal dan > pikiran karena dia GHAIB dan di antara kita belum ada yg pernah > kesana.kitahanya bisa berpegang pada apa yg dikabarkan oleh allah swt > dalam alquran yg > kemudian di jelaskan dalam hadis. selain dari itu SESAT. entah dari mimpi, > semedi, dan mind challenging tetap sesat karena hanya berasal dari buah > pikiran manusia itu sendiri. kalo kita bicara ilmu pengetahuan, nah, harus > pakai akal donk, karena konsepnya beda. sampe kiamat pun, perbedaan ini > tdk > akan habis dan itu sudah dikabarkan dalam alquran dan hadis, dan > alhamdulillah PEMENANGNNYA adalah golongan orang2 yg mengikuti dan > berpegang > pada alquran, hadis, ijma', dan para sahabat. itu pasti karena saya bicara > keyakinan dan itu ada referensinya loh. bukan saja sekarang muncul orang2 > kayak "bunda" dan kawan2, sudah dari jaman nabi sudah ada, tp allah swt > dan > rasulullah telah menjamin bahwa golongan sempalan itu tdk akan menang > sampai > hari kiamat karena mereka tdk diberi hidayah dan dalam hati mereka > ditanamkan keraguan sehingga mereka tdk pernah bersatu saling bertentangan > satu sama lain. > persilahkan anda semua bersatu padu dalam usaha pencarian tuhan dengan > akal...tdk ada yg melarang kok, tp selama anda mendiskreditkan alquran dan > rasulullah kami berdiri di barisan depan utk melawan. > > wasalam > > BI ADITU PA AMA > > tetap tersenyum kepada "bunda" > > VQ > > Pada tanggal 26/10/07, sekarningsih [EMAIL PROTECTED] menulis: > > > > Kawan-kawan yang dicintai Allah, > > > > > > > > Begini deh Anda mau menolak akal silakan. Anda tak bersedia membaca > > omonganku di bawah, juga buatku gakpapa. > > > > Gak usah sekolah, gak usah cari karier, kehormatan dan seterusnya, itu > > juga OK-OK saja? Cukup shalat,ngaji, puasa, naik haji, korupsi, poligami > > dst . Silakan, wong awake dewek, Bukan badan tubuhku, kok. > > > > > > > > Tetapi Anda sekarang hidup dalam milenium ke-3, kawan. Penduduk dunia > > makin bejibun dan kebutuhan hidup meningkat, Kekayaan alam bumi makin > > miskin, ruang hidup makin sempit, pendidikan makin gak puguh > > juntrungannya, > > dan pekerjaan pun makin sulit didapat untuk makan, untuk sewa rumah, > > untuk > > berobat, untuk menanggulangi sakit, untuk beli tanah kuburan (Ooops di > > Gorontalo mah, masih gak usah beli tanah kuburan,ya. Tapi masih ada > > takziah, > > tetap perlu biaya too ) dan seterusnya Hidup makin berebutan. Siapa > > kuat > > dia survive, siapa yang lemah hancur konyol. Nah, apa bedanya hidup kita > > kalau seperti itu dan mirip sama seperti kehidupan dunia binatang di > > hutan > > dan tak punya akal dan mengandalkan nalurinya? > > > > > > > > Jangan marah dulu. Karena aku nulis berpikir dengan akalku lagi. Habis > > bagaimana lagi? Perasaan itu gak bisa berpikir. > > > > > > > > Apa yang disampaikan Richie, kawan-kawan lain termasuk saya, semestinya > > dipetik dari sisi positifnya, dong. Saya sendiri malah bertanya-tanya, > > bahkan sempat bicara dengan bapak, ini milis kok jadi gerah. Ngomongin > > agama > > dan semua pingin merasa benar sendiri. Padahal tujuan didirikannya milis > > ini > > justru ingin mencerdaskan orang Gorontalo supaya jadi cerdas untuk > > menghadapi daya saing bangsa. > > > > > > > > Dari uraian Anda semua, Anda sangat beragama bahkan ngelotok di luar > > kepala, lalu mengapa Anda tidak membuka dialog dengan Allah? Shalat > > istikharah gitu. > > > > > > > > "Ya Allah, mengapa Engkau kirim para durjana si Ani, si Richie, si dst > > bekoar-koar urusan mendewa-dewakan akal di milis Gorontalo, sih? Apa > > maksudMu ya, Allah? Mengapa mereka bertanya-tanya yang seharusnya gak > > usah > > ditanya? Kenapa sih, mereka gak mau baca saja Quran-Hadits. Dan iman di > > situ saja. Titik. Ikuts aja mauMu? Al Fatehah ." > > > > > > > > Mengapa tak bertanya pula: > > > > Apakah bukan Dia Yang Punya Hidup yang sedang berkehendak? (Karena > > katanya lagi: Manusia berusaha, Allah Maha Berkehendak!) Apakah bukan > > Engkaukah itu yang sedang bekerja melalui tuts key board melalui para > > durjana yang durhaka banyak tanya itu, menguji kami yang beriman dan > > percaya > > padaMu?" > > > > > > > > Apakah Dia sengaja membangunkan bapak-bapak ustadz yang bergelar Doktor > > agar bangun dari keterlenaan karena asyik sendiri dengan hafalan > > Quran-Hadits? Copy-paste itu? > > > > > > > > Lalu tengoklah. Bagaimana pada kenyataan sehari-hari? Apakah ayat-ayat > > Quran telah menjawab masalah kemiskinan dan kelaparan, lallu mengurangi > > para > > pengamen di perempatan jalan di ibu kota? > > > > > > > > Jangan ingkari, di Gorontalo ada pengemis. 1966 -1968 Masjid jami di > > Gorntalo saya tinggal di sana, tak ada pengemis di masjid jami. Namun > > kenapa sekarang ada? Pada tahun-tahun itu di Gorontalo gak ada PSK, > > kenapa > > sekarang seru? > > > > > > > > Ketika beberapa teman mengirimkan pemikiran yang kritis malah Anda > > begitu > > bernafsu ngenyek, marah, menganggap kami orang-orang murtad yang tak > > beriman yang ragu matinya kemana dan seterusnya. :D Masing-masing orang > > mununjukkan jari telunjuk pada para pejabat yang tak becus ngurus > > propinsi > > dst. > > > > > > > > Anda masih muda dan calon-calon ustadz besar, idealnya harus bisa > > lebih > > arif menghadapi perubahan cara- berpikir orang-orang hari ini. Saat ini > > Anda > > baru berhadapan dengan beberapa orang aneh di milis ini, lalu sudah > > mengeluhkan kecemasan, merasa sedih dengan Gorontalo yang Serambi > > Madinah > > ada orang-orang yang berpikiran kacau. Bagaimana kalau Anda menghadapi > > langsung dengan orang-orang yang yang berpikir semacam di situs > > http://www.indonesia.faithfreedom.org. > > > > Lalu bagaimana kalau yang durjana kayak saya terjadi di kalangan > > keluarga > > sendiri? Anak sendiri? Karena mereka cerdas dan lebih kritis? > > Sebagaimana > > contoh anak Arab yang kutuliskan itu? Yang murni keturunan Arab dan > > sepenuhnya menerima pendidikan Sekolah Al Azhar yang bergengsi di ibu > > kota, > > dan bapaknya ketua Partai Islam yang bernama besar, tapi si anak malah > > kabur, dan bicara pada saya, bahwa dia malu menjadi orang Islam. Ini > > gejala > > apa. Mengapa anak arab itu berontak? ? Ini baru satu cerita dari sekian > > banyak yang saya jumpai di sekeliling saya. Lalu ketika itu terjadi > > pada > > anak Anda, apakah mau dihajar pake cambuk? Apakah permasalahan selesai, > > menggebuk anak yang berpikiran kritis, dan menjadi ancaman bagi pribadi > > Anda > > yang lebih mencemaskan tak dapat tiket masuk surga kelak? > > > > > > > > Adakah yang salah bila orang cerdas berpikir kritis? > > > > > > > > Siapa yang yang membuat manusia itu jadi cerdas dan kritis, ya? > > > > > > > > Masih ingat cerita Lia Aminuddin dengan kumpulan pengajiannya > > Salamullah? > > Dimana jemaahnya mengguyur seluruh tubuh dengan spiritus dari kepala > > sampai > > kaki lalu membakar diri, karena perintah Jibril yang diutus Allah? Konon > > dengan membakar diri diplanet bumi kelak para jemaahnya dijamin > > langsung > > masuk surga, dan dibebaskan dari api neraka. Perlu Anda tahu kelompok > > jemaah > > ini terdiri dari para intelektual S1-S3, orang-orang yang berhasil > > hidupnya, > > ada sastrawan terkenal temanku, ada pilot garuda dst. Mereka patuh pada > > Quran-Hadits. Mereka tak ada yang bertanya dan mengelak. > > > > > > > > Bagaimana bisa sesuatu yang tak lagi berbentuk materi dibakar di api > > neraka? Apakah di dunia seberang mati kita masih menjinjing-jinjing > > badan > > tubuh kasat untuk jadi tumbal api? Apakah api neraka bentuknya sama > > dengan > > api di planet bumi yang demikian kecil dibanding jumlah galaksi di alam > > semesta? Apakah di neraka ada O2-CO2? Bagaimana orang yang mati dan > > tidak > > membawa tubuh kasatnya menimati sungai susu, anggur bertandan-tandan, > > dan > > bidadari cantik di surga, sementara perut dan kelamin tidak dijinjing ke > > surga? > > > > > > > > Wahai ustadz para doktor, Anda menghadapi generasi muda yang lebih > > cerdas. > > Tantangan Anda makin banyak? Sejauh apa kekuatan Anda menundukkan hati > > orang > > yang berontak pada sesuatu ide yang lahir di abad keenam? Tatkala belum > > dikenal pesawat, mobil, listrik, radio, tivi, dan internet dan teknologi > > termaju? Sementara hari ini informasi begitu kencang lajunya diterima di > > pelosok manapun. > > > > > > > > Yang diperlukan orang masa kini agama harus bida menjawab kebutuhan riel > > manusia hidup kok. Makin tinggi tonasi mengajarkan isi AlQuran secara > > tradisional, semakin cuek orang atau jadi teroris. "Yang penting > > sandang-pangan dan tempat berteduh menjamin hidupku." Begitu pikiran > > sederhana orang lugu. > > > > "Urusan akherat pigimana nanti. Gue perlunya hari ini. Perut mesti > > kenyang, pakaian sandang cukup, anak-anak bisa sekolah biar Cuma di > > kolong > > jembatan jalanan tol. Emang sandang-pangan bisa dibayar Cuma dengan ayat > > dan > > hadits?" kata lagi orang Betawi, dekat masjid depan rumahku > > > > > > > > Kalau memang akal harus ditidurkan, ngapain juga capek-capek sekolah > > sampai S1-S3? Kan sudah ada Quran dan Hadits? Tapi tidak sesederhana itu > > kan? Tetapi juga di lain pihak tak usahjuga kebakaran jenggot > > menghadapi > > orang yang berani berpikir beda? > > > > > > > > Kasihan toh, anak muda kayak Richie yang haus pencerahan lalu cuma > > dienyek, diledek, atau Anda lalu mengeluhkan kondisi masa depan > > Gorontalo > > karena adanya orang-orang yang kritis. Mengapa harus takut kepada > > orang > > yang kritis, dan tidak langsung bisa menelan bulat-bulat isi > > Quran-Hadits. > > Bagaimanapun zaman berubah terus. Tak cukup dijawab Bahwa Nabi Muhammad > > sudah meramalkan bahwa banyak fitnah, dan banyak agama yang > > terpecah-pecah > > karena banyak orang yang tak beragama Yang penting tunduk patuh pada > > isi > > Quran. > > > > > > > > Mestinya Nabi bukan Cuma meramalkan, tapi solusinya apa setelah beliau > > tiada? Bagaimana mengatasi permasalahan itu demi eksistensi planet bumi > > ini? > > > > > > > > > > Oh, salah lagi aku berpikir aneh begini. Yaaaa . Suka-sukaku akal > > pikirkulah. > > > > > > > > Salam cerah selalu, > > > > Anice Bhadmurtiraka > > > > > > > > > > >

