Pak Bakri dan bu Ani,
 
Sedikit catatan kecil mengenai Piramida Maslow. Menurut bacaan di
Wikipedia, Maslow hanya mempelajari orang2 sukses(studi 1943) seperti
Einstein,Eleanor Roosevelt dan 1% mahasiswa2 yang tersehat. Teorinya
tidak menyentuh orang2 yang punya masalah kejiwaan maupun fisik dengan
alasan orang2 sinting dan "pewu'o" tidak akan  memberi hasil studi yang
secara ilmiah bisa dipertanggung jawabkan.
 
Namun berlandaskan teori Maslow juga, sebuah studi yang lebih menukik
(Wahba&Bridgewell 1976), tidak banyak fakta ditemukan mengenai kepastian
urutan kebutuhan pada piramida Maslow. Bahkan seorang akhli
ekonomi/filsuf Chile menyatakan bahwa pemiskinan/pemelaratan yang
didapat akibat tidak tercapainya "kebutuhan" pada masing2 jenjang.
 
Lebih heboh lagi, Indra beranggapan bagi seorang yang saleh beragama,
kebutuhannya bisa melompat dari dasar piramida sampai puncak tertinggi
yaitu aktualisasi diri, artinya,  seorang yang papah dan buntung bisa
beraktualisasi diri, "menyatu" dengan Allah tanpa harus melalui jenjang2
tuan Maslow.
 
Wass.OH 
 
-----Original Message-----
From: Indra Uno [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Sunday, December 09, 2007 2:40 AM
To: Henk Uno
Subject: article on maslow's theory
 
there are many resources in the internet that talks about maslow's
theory, but I 'm including one address
http://en.wikipedia.org/wiki/Maslow%27s_hierarchy_of_needs that you
could browse into.
 
Sincerely,
 
Indra
+62 811 880 628



 

Kirim email ke