Dunia maya telah banyak mempengaruhi kehidupan manusia dewasa ini. Semakin banyak orang yang menggantungkan perkembangan informasinya kepada Internet, sehingga teknologi yang dipergunakan dalam pembangunan sebuah situs web pun terus berkembang. Dari era pertama web dikembangkan (Web 1.0), dimana pengunjung hanya bisa mencari (searching) dan melihat-lihat (browsing) data informasi yang ada di web, kemudian bergeser pada era pengembangan web kedua (Web 2.0) di mana pengunjung mulai dapat melakukan interaksi dengan diatur oleh sistem yang ada pada web. Jenis interaksi yang dapat dilakukan pada era kedua ini antara lain untuk saling bertukar informasi (sharing), eksploitasi informasi, dan juga pembuatan komunitas-komunitas online seperti yang marak saat ini, seperti Friendster, Multiply, YouTube, dan lain-lain. Masing masing komunitas ini mempunyai kepentingannya sendiri dalam saling bertukar data maupun informasi yang mereka himpun. Dalam era inilah sebenarnya interaksi sosial dalam dunia maya mulai dikembangkan. Dan mulai dari era ini pulalah ide untuk mengembangkan aspek sosial sebuah web mulai dipikirkan.
Web 3.0 apaan lagi tuh? Web 3.0 atau Semantic Web adalah project untuk membuat sebuah medium universal yang dapat bertukar informasi dengan hanya memberikan sebuah “dokumen” dengan bahasa yang dapat dimengerti komputer dalam konteks W3. Sebenarnya Semantic Web ini perkembangan dari penggunaan standar web, bahasa markup dan tool pemrosesan lainnya. Tujuan dari Semantic Web ini adalah kita (manusia) dapat menggunakan komputer untuk secara otomatis mencari data-data yang sangat dekat dengan apa yang kita maksud. Sedangkan ide utamanya adalah utnuk menciptakan global meta data yang dapat menjelaskan data tersebut, dimana komputer dapat mengerti dan mengartikan meta data serta data tersebut dengan baik. Singkatnya Web 3.0 adalah proyek artificial inteligence yang berbentuk web yang dapat mencari semua hal yang diinginkan secara tepat. Kalau dahulu (mungkin sekarang juga) kita mengenal yang namanya Microsoft Encarta yang harga software resmi nya bikin rambut cepet ubanan, sekarang kita mengenal wikipedia, dimana apapun data yang kita cari, akan disajikan struktur dan teknik yang baik. Bahkan kedepannya jika telah ada Wikipedia 3.0, saya yakin, Google pun lewat. Saat ini adaptasi Web 3.0 mulai dikembangkan oleh beberapa perusahaan di dunia seperti SecondLife, Google Co-Ops, bahkan di Indonesia sendiri juga sudah ada yang mulai mengembangkannya, yaitu Li’L Online (LILO) Community. Namun persaingan antara Google dan Semantic Web tidak lantas membuat raksasa search engine tersebut patah semangat. Google Co-op adalah sebuah produk baru yang mengadaptasi perkembangan dari Web 3.0. Dimana Google memberikan kesempatan bagi para penggunanya untuk membantu pengguna lainnya dalam menghasilkan pencarian yang tepat. Rupanya Google sudah mulai ketakutan. Buktinya Google Co-op sudah dirilis versi betanya. Sedangkan Wikipedia 3.0 saya sendiri belum berhasil menemukan rilisnya. Hayooo raksasa dan calon raksasa… Semangat!!! Daftar Copy Paste http://www.lilogame.com/ http://www.secondlife.com/ http://blog.apung.web.id/web-30-semantic-web/2006/12/11/ http://www.beritanet.com/www.beritanet.com/web-30-semantic.html http://www.google.com/coop/cse/ Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga. http://id.toolbar.yahoo.com/

