Dear All Gm2020.

Nama saya Nuke (34), saya adalah seorang Istri dari Pejabat kebetulan suami 
saya adalah Aggota Dewan, Sebelum suami saya menjadi anggota Dewan 12 tahun 
yang lalu kehidupan keluarga kami Ekonomi sangat pas-pasan, untuk kebutuhan 
biaya anak saja harus pinjam dari keluarga dan mertua, Dahulu suami saya 
orangnya sangat Alim, baik dan sangat sayang terhadap Keluarga. selama 7 Tahun 
saya merasakan Kebahagiaan dan perhatian dari Suami tercinta, di tahun ke depan 
Usia Rmh tangga saya, ekonomi kami mulai membaik, suami saya mulai berkenalan 
dengan orang Partai, akhirnya suami saya di percayakan teman saya menjadi salah 
satu team sukses salah satu calon pemimpin. Dan Alhamdulillah Calon yang di 
perjuangkan suami saya Menang dan menjadi Pemimpin di Daerah tersebut, tdk lama 
kemudian suami saya mulai mendapatkan Proyek mulai dari Proyek Pengadaan ATK, 
Hingga Proyek perbaikan Jembatan, saat itu Suami saya membeli Rumah dan Mobil 
dari Hasil Proyek tersebut. Saya
 bertambah Bahagia karena Kesuksesan Suami saya tdk sampai di situ. Setelah 
menjadi Pengusaha yang cukup sukses, Saya selalu berdoa untuk suami saya agar 
selalu di Lindungi oleh Allah Swt dan mengikuti jalan yang lurus dan Jauh dari 
Maksiat dan Dosa.

Tabiat suami saya mulai berubah semenjak menjadi pengusaha, 3 tahun di awal 
pernikahan saya suami saya sangatlah Alim, Rajin Shalat 5 Waktu, Tahajud bahkan 
Aktif di Mesjid ikut kegiatan Mesjid. Tapi setelah menjadi Pengusaha yang 
Sukses Suami saya sudah mulai meninggalkan Shalat, bahkan saya tdk pernah 
melihat Suami saya shalat di Mesjid lagi, Setiap kali saya ingatkan Suami saya 
menjawab "Saya sudah shalat di Kantor" Perilaku suami yang saya kenal dahulu 
sangat ramah dan sopan perlahan-lahan sudah mulai berubah kasar, kadang saya di 
bentak jika bertanya kenapa pulang Larut Malam. Alasannya "Ketemu dengan Pimpro 
dan Teman Proyek" saya selalu rajin berdoa agar suami saya di berikan jalan 
yang lurus oleh Allah Swt.

Sampai suatu saat Suami saya maju mencalonkan Anggota Dewan, awalnya saya 
menolak dia menjadi Anggota Dewan saya pingin Suami saya seperti dahulu kala 
yang selalu memperhatikan Istri dan Anak-anaknya, saya berkata kepada suami 
saya "Saya tdk setuju kalo kamu jadi Pejabat karena menjadi pejabat itu teramat 
berat tanggung jawabnya..." dia tetap tdk menggubris kata-kata saya. Akhirnya 
Suami saya terpilih dan Duduk menjadi Anggota Dewan dari Partainya.

Apa yang menjadi kekhawatiran saya akhirnya satu persatu mulai terungkap, Suami 
saya mulai mengenal wanita di luar, di Handphone suami saya banyak sekali saya 
baca SmS "Sayang" dari Cewek yang tdk saya kenal. Kadang suami saya tdk plg ke 
rmh alasan Rapat Mendadak. 

Puncak kesabaran saya akhirnya terungkap ternyata Suami saya telah menikah 
secara sirih tanpa sepengetahuan saya di luar dan wanita yang dinikahinya telah 
di berikan Rumah....

Saya jadi teringat pada awal-awal Rumah tangga saya yang sangat Bahagia sebelum 
suami saya menjadi Pengusaha dan Anggota Dewan. 
Andaikan waktu bisa di kembalikan ... lagi saya pingin Suasannya kembali 
seperti dahulu, Biarlah Ekonomi Rumah tangga saya Pas-pasan asalkan Saya bisa 
hidup Bahagia bersama suami saya.... dari pada Hidup dengan Serba berlebihan tp 
Bathin saya tersiksa...

Semoga hal ini tdk terjadi kepada Istri dari Pengusaha dan Anggota Dewan yang 
lain yang ada di indonesia......

Salam


Nuke.


Teman-teman milist,,,, cerita di atas merupakan Repleksi dari curhat dari istri 
pengusaha dan anggota dewan, apakah benar Jika menjadi Pengusaha dan Pejabat 
itu Identik dengan Wanita ?

Semoga Calon Pengusaha dan Pemimpin yang berasal dari Gorontalo khususnya yang 
tergabung dalam Komunitas Gm2020 Bs menjadi Pemimpin dalam RT yang adil dan 
Menjadi Pemimpin bagi Rakyat yang amanah.

Sukses buat calon pejabat dan Pengusaha dan yang telah menjadi Pejabat.


Wassalam

TP











      

Kirim email ke