KENAPA PKS?
 
Fakta 1 : ada orang PKS masuk daftar penerima uang dari Hamka Yandhu
Opini  1 : petinggi PKS sempat kelimpungan mendengar hal itu
Fakta  2 : PKS tetap mencalonkan anggota2 di pilkada Bogor walaupun ada
pemberitaan keterkaitan      
                 orang2nya dengan "permainan" uang 
Opini   2 : Suripto melakukan operasi intel untuk PKS. Wah,  kalau benar
luar biasa kemampuan si Suripto ini .   
Fakta   3 : Media umumnya tidak bereaksi atas tuduhan bahwa ada orang
PKS terima uang.  KENAPA?   
 
                   MUNGKINKAH   karena semua media disogok oleh PKS
untuk mediamkan masalah? Ataukah media  
                   lebih percaya pada PKS ketimbang tuduhan yang ada
sehingga media  DIAM SAJA MENGACU PADA  
 
                    performa PKS selama ini? Dan sebagai kita semua
ketahui ,     khalayak   mutlak   
                    suka akan kejujuran.
 
He he he, KAMI YANG MEGANALISA FAKTA, ANDA YANG MENENTUKAN PILIHAN,
begitulah kira2 bunyi slogan Lembaga Survei Indonesia.
 
salam&sori, OH
 
 

 
 -----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of asep sabar
Sent: Wednesday, August 06, 2008 5:49 PM
To: [email protected]
Subject: [GM2020] Kenapa Penerima Suap BI dari PKS Luput dari Perhatian
Media?







--- On Wed, 8/6/08, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [jurnalisme] Kenapa Penerima Suap BI dari PKS Luput dari
Perhatian Media?
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, August 6, 2008, 3:10 AM



Semakin tinggi pohon menjulang
Semakin kencang angin menerjang

Artikel menarik dari berpolitik.com bener nggak sih ?

---------- quote
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Kasus aliran dana BI ke DPR menjadi berita hangat di media sepakan
ini. Bahkan beberapa media menulis daftar anggota DPR periode
1999-2004 yang menerima duit lengkap dengan jumlahnya. Daftar itu
memanjang dan berurutan dari satu fraksi satu ke fraksi yang lain.
Paskah Suzetta dari Golkar misalnya ditulis menerima Rp 1 miliar. Lalu
MS Kaban dari PBB menerima Rp 300 juta.

Yang jadi pertanyaan, kenapa media tidak kritis kalau anggota DPR dari
PKS juga ada yang menarima. Dia adalah TB Soenmandjaja. Saat itu dia
bergabung dalam Fraksi Reformasi karena Partai Keadilan (sekarang PKS)
tidak cukup kuota menjadi fraksi sendiri. Semua perhatian media fokus
ke partai besar. Pada saat bersama PKS mengambil keuntungan dengan
teriak-teriak sebagai partai bersih.

Pada saat daftar ini muncul dari persidangan Hamka Yandhu, petinggi
PKS sempat kelimpungan dan bikin rapat mendadak di Mampang Prapatan.
Tapi, tidak ada media yang menulis esok harinya. Keresahan petinggi
PKS beralasan sekali. Bukan cuma berdampak pada citra partai, tapi TB
Soenmandjaja sekarang sedang menjadi calon Bupati Bogor yang diusung
PKS.

Kasus Bogor sangat menarik. Untuk pemilihan bupati, PKS mencalonkan
penerima suap BI. Sedangkan untuk pemilihan Wali Kota Bogor, PKS
mengajukan Ahmad Ru'yat sebagai calon wakil wali kota. Padahal Ahmad
Ru'yat tersangkut kasus korupsi Wakil Wali Kota Bogor Ahmad Sahid yang
sekarang jadi tahanan rumah.

Apakah kasus korupsi PKS yang lupur dari media ini merupakan hasil
operasi intelejen PKS yang dijalankan Soeripto? Semua tahu Soeripto
adalah anggota DPR dari PKS. Dia bekas petinggi BAKIN. Mari renungkan
bersama. Jangan sampai kita tertipu oleh pencintraan dan slogan-slogan
bersih yang dikampanyekan PKS.

salam,

abu matta
(Berita ini dari milis Mediacare / [EMAIL PROTECTED] ps.com
<mailto:mediacare%40yahoogroups.com>  | Tue,
Aug 5, 2008 at 5:28 PM



 

Kirim email ke