--- Begin Message ---
Kategori: Keluarga Sakinah
Mungkin Suami Anda ‘Lelaki Bermasalah’
Suami yang Shalih dan baik adalah dambaan tiap wanita.
Sayang tidak semua suami bisa memenuhi harapan itu. Jika sekadar tidak memenuhi
harapan, tapi sudah berusaha menjadi yang terbaik, ya ‘Alhamdulillah’,
setidaknya dia sudah berusaha.
Namun bagaimana
jika seorang wanita dihadapkan pada figur suami yang sungguh sangat jauh dari
harapan?
Figur para suami ini jauh dari
predikat baik, apalagi ‘terbaik’, dan berpengaruh kuat menciptakan ‘jurang
perceraian’. Kalau kebetulan mendapatkan suami seperti itu, berilah nasihat
banyak-banyak.
Selain itu,
jangan bosan-bosan berdo’a agar Alloh memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya
kepadanya. Bila tidak, tanggung sendiri dech akibatnya.
Di antara tipe-tipe suami tersebut
adalah:
1. Suami
Angkuh
Yaitu suami yang sering bermuka masam, cemberut, jutek,
mengerutkan keningnya, mahal senyum atau bahkan Gagal senyum, sangat jarang
terlihat berseri-seri wajahnya. Padahal, melalui penjelasan para ulama ahli
Tafsir,
kita dapat memahami bahwa pengertian
dari ‘pergaulan yang baik’ adalah
tidak bermuka masam di hadapan istri yang tidak
berbuat salah, suka menatap wajah sang istri dan selalu berseri-seri.
2. Suami
Kasar
Yaitu suami yang kasar tutur
katanya, kejam, tegaan, ucapannya keras berapi-api, perilakunya tidak
bersahabat, tidak hangat, bahkan lidahnya nyaris tak pernah mengucapkan kata
Cinta untuk istrinya.. Hal itu juga dapat kita pahami melalui Dalil-dalil yang
mengajarkan kita untuk bergaul secara ahsan lagi baik, diantara pengertiannya
adalah berbicara baik, sopan, & lemah lembut. Baik dalam bertutur memilih
kata-kata, mengolah bahasa, merakit gaya
bicara dan baik dalam berbudi bahasa.
3. Suami
Tak Berperasaan
Suami yang tidak bisa menjaga perasaan
istrinya, sehingga selalu meremehkan perasaannya, sangat egois, terlalu mudah
cemburu, menganggap perasaan istri ibarat
‘angin lalu’, dan berkepribadian kurang akrab.
Salah satu
bentuk aplikasi dari pergaulan yang baik-baik adalah tidak memperlihatkan
dihadapan
istrinya ketertarikan kepada perempuan lain (WIL), tidak mendekati
perselingkuhan, di samping tidak bersikap acuh tak acuh terhadap istrinya.
Lawan dari
sikap tersebut dapat menyakiti hati istrinya, melukai perasaannya, membuat
qolbunya bagai teriris sembilu. Karena itulah ia harus banyak tersenyum,
bersikap lemah lembut, membuat mereka tertawa bahagia, dan mengobrol bersama
mereka, seperti yang sering dilakukan oleh Rasululloh SAW.
4. Suami
Kikir
Juga termasuk cara bergaul yang
tidak baik, bila suami berlaku kikir kepada istrinya sendiri, memberikan jatah
nafkah yang amat sedikit padahal penghasilannya sangat besar & berlimpah.
Itu juga sesuai dengan penafsiran sebagian Ulama, bahwa pergaulan yang baik
adalah menyempurnakan hak para istri, seperti mahar dan nafkah, serta sikap
adil dalam bermuamalah dan nafkah, serta melonggarkan nafkah.
Suami yang
berlaku pelit, amat jauh dari Rahmat Alloh SWT.
Firman
Alloh SWT , yang artinya:
“ Dan
adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan
pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan
hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa ”.
(Q.S. Al-Lail: 8 – 11)
Dari ayat itu yang dimaksud dengan
merasa dirinya cukup ialah tidak memerlukan lagi pertolongan Alloh SWT dan
tidak bertaqwa kepada-Nya.
5. Suami
Preman
Dalam hal ini, yang dimaksud adalah suami
yang tidak memperhatikan kesehatan dan penampilan pribadi, walaupun perilakunya
dalam pergaulan sudah cukup baik. Pergaulan yang baik bisa juga berarti
penampilan yang baik dan santun dihadapan sang istri. Pendapat ini juga
mendapat banyak dukungan dari banyak kalangan Ahli tafsir, yakni bilamana sang
istri berhias untuk suami, bagusnya suami juga berhias untuk istrinya. Hal itu
berlaku timbal balik, kecuali bila ada penjelasan yang mengkhususkan berdandan
dan berhias di hadapan pasangan hanya untuk istri saja.
6. Suami
Diktator
Yaitu suami yang
membebani istri dengan pekerjaan rumah tangga yang berat- berat, dan memaksanya
untuk menanggung banyak beban. Suami seperti ini berarti juga tidak mempergauli
istri secara baik & ahsan, karena termasuk makna pergaulan yang baik adalah
memberi keringanan kepada sang istri, seperti penafsiran yang disampaikan oleh
Imam Al-Qurthubi.
Sumber: Majalah Fatawa,
rubrik
Lembar Keluarga Sakinah, Rabiul Awwal,
1429H.
“ Seorang yang Religius adalah benar dalam pengertian bahwa
ia tidak mempunyai keraguan tentang kebesaran objek-objek transendent dan
tujuan-tujuan super-pribadi yang Imanent
juga tidak membutuhkan pondasi rasional di dalam konteks merefleksikan aturan
Alloh (gnostik) “.
--- End Message ---