pls. scroll.... On Thu, 10/9/08, Tachtiar Pratama <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
From: Tachtiar Pratama <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: Bls: [GM2020] unsubscribe+ To: gorontalomaju2020@ yahoogroups. com Date: Thursday, October 9, 2008, 3:58 AM Bung Herwin, jangan kita selalu berdalih dengan selalu mengatakan "KAMPUS KITA ITU BELUM LAMA MENJADI UNIVERSITAS" , berangkat dari persoalan itu sebenarnya dalam sejarah kampus kita itu kalo tidak salah sudah ada sejak tahun 60an, dan sejak saat itu sampai dia berstatus Sekolah Tinggi (STKIP) sistemnya sudah terbangun dan hampir tidak terdengar ada persoalan yang mungkin masalah kebijakan dan lainnya, atau kalaupun ada itupun masih dalam hal-hal yang wajar. Saya justru menilai Pemimpin yang ada sekarang itu sejak beliau memimpin IKIP lantas beralih ke UNIVERSITAS, merasa bahwa dirinyalah yang selalu benar. Saya masih sempat ingat ketika beliau (Nelson) menyampaikan pidato pada VISI dan MISI pemilihan Rektor, dimana dalam pidatonya dia mengatakan: "kepemimpinan saya berbeda dengan masa kepemimpinan Pak Nani Tulilo (eks. Ketua STKIP), gaya hidup saya beda dengan beliau. Jadi jangan samakan saya dengan nani tuloli" terkesan beliau memang arogan. ( PAK TACHTIAR, MAAF SAYA NIMBRUNG SEDIKIT : KETIKA SESEORANG BERPIDATO, KATA2NYA SENANTIASA DISERTAI DENGAN 'BAHASA TUBUH' YANG DIBAWAKANNYA PADA SAAT BERBICARA, MUNGKIN ADA SENYUMNYA, MUNGKIN BICARANYA BERHENTI SEJENAK, MUNGKIN ADA GERAK TANGAN ATAU TUBUH TERTENTU YANG MENGUATKAN....SAYA KEBETULAN HADIR PADA ACARA PK .NELSON BERBICARA ITU DAN BODY LANGUAGE NYA SAMA SEKALI TIDAK MENGESANKAN BAHWA IA AROGAN....NAH, INTERPRETASI JADI BEROBAH KALAU PIDATO NYA ITU DIBACA, LEPAS DARI PENAMPILANNYA DI PODIUM, MISALNYA DIBACA TRANSCRIPTNYA BARU BELAKANGAN, APALAGI KALAU TRANSCRIPT TSB. DIKETIK OLEH ORANG LAIN YANG TIDAK MENGHAYATI NUANSA ATAU SPIRIT SAAT KATA2 ITU DIUCAPKAN ! KETIKA MEMBACA TULISAN PAK TACHTIAR DIMILIS KITA, TERKESAN BAHWA INI DITULIS ORANG YANG ADA RASA DENDAM, PAHIT DAN SAKIT HATI PADA INSTITUSI ATAU ORANG YANG DIKRITIK....PADAHAL KALAU SAYA BERHADAPAN DENGAN BAPAK KETIKA KATA2 ITU DILUNCURKAN, MUNGKIN SEKALI KESAN SAYA JADI LAIN DAN AKAN SANGAT MENGERTI DAN BERSIMPATI DENGAN BAPAK KARENA SAYA BISA LANGSUNG MEMBACA FACIAL EXPRESSION MAUPUN BODY LANGUAGE BAPAK !... INILAH BAGUSNYA MILIS MIMBAR BEBAS INI, KITA BISA SALING TUKAR PENDAPAT DENGAN SANTAI DAN MENCARI TITIK TEMU YANG AKAN MENJADIKAN KITA BORSAHABAT KONTAL. Wass.OH/Opa Hengki.) Bung, Herwin, itu hanyalah sepenggal cerita. Jadi kesimpulannya jangan kita selalu berlindung pada status kiat yang baru, justru dari yang masih baru itulah kita dapat menciptakan suatu sistem yang baik dan profesional sehingga apa yang menjadi semboyan KAMPUS BERADAB benar-benar bisa dipertanggung jawabkan kepada Tuhan dan Masyarakat. Kalau sekarang sebagian pemimpin2 kita di UNG kurang beradab. (dorang bilang mangkage deng jabatan, mungkin dulu kere skrng dengan ada jabatan sombongnya luar biasa). Dan mungkin ini karma bagi mereka2 (pemimpin) yang selalu menzolimi orang2 yang merasa selalu disalahkan. Saran saya untuk KPK, mereka2 yang terlibat dalam kasus korupsi sesuai dengan tingkatannya dan yang paling berat hukumannya SANKSI SOSIAL yaitu diasingkan di daerah terpencil mungkin dihutan yang susah dijangkau oleh manusia, dan hidup dengan binatang buas. Karena perbuatan mereka juga sudah termasuk pelanggaran HAM, jadi disamping Hukuman Berat (mati) alternatifnya Hukuman Sanksi Sosial. Sehingga akan efektif dan pasti membuat jera orang lain melakukan KORUPSI. dan buat MY perjuangan kita belum selesai, maju terus. Thanks. TS

