Dear milisters,
suasana Gorontalo kian memprihatinkan aja. tadi ada teman yang di kampus bilang
bagian depan kampus aja ikut terendam. bahkan daerah andalas yang selama ini
jarang terendam ikut jadi korban (it might be not valid, since i didn't see it).
Hanya saja, dari percakapan itu ada hal yang menarik. teman itu bilang kalo
yang bikin perencanaan kota ini talalu pintar, makanya hulu sungai so jadi sama
dengan hilir. dalam pikiran saya, benar juga,mungkin ahli perencanaan kita itu
orang matematika sehingga sifat komutatif diberlakukan dalam perencanaan (axb
=b xa) hulu sama dengan hilir.
Daerah hulu sungai tidak pernah diperhatikan, kalo pun ada proses penghijauan
itu hanya sekedar proyek saja. Usaha penghijauan dan penanaman pohon di
bantaran sungai tidak pernah menjadi community based effort (atau usaha untuk
itu tidak pernah didorong dan diberdayakan). Janji pemerintah untuk mengeruk
daerah delta juga tidak pernah terlaksana.
Di sisi lain, sebagai alumni UNG saya berfikir dari beberapa pengalaman sebagai
mahasiswa UNG, ada setidaknya dua hal yang bisa dilakukan oleh UNG untuk
memberikan kontribusinya terhadap penanganan banjir di Gorontalo.
Pertama, Program Kuliah kerja sibermas UNG, kalo saja UNG mau berpartisipasi
untuk menangani banjir ini, maka instead of memfokuskan mahasiswa KKS di daerah
perkotaan and untuk WAJAR, mungkin yang bisa dilakukan adalah
mengkonsentrasikan mahasiswa KKS untuk program penghijauan di daerah hulu
sungai bone and bulango. Kedua, program BAKSOS, yang selama ini sering menjadi
casing untuk perploncoan, akan lebih bagus jika difokuskan ke penanganan banjir
di kedua daerah hulu sungai tersebut. Lagian, community development program
juga akan sangat bermanfaat di daerah2 ini dibandingkan dengan those yang di
laksanakan di daerah perkotaan(just a thought, dari pengalaman pribadi)...
Sayang, pemikiran tentang sustainable solution untuk penanganan banjir ini
hanya muncul disaat banjir tiba....(panas2 tahi ayam)...saat banjir surut,
semangat pun surut...(just an observation)....
Any thought, atau pun passing this ideas over kepada para petinggi UNG will be
appreciated...
Salam,
Dewi