Kasus ini bisa saja terjadi, sering kita melihat kebanyakan calon penumpang memasuki pintu x ray selalu tergesa-gesa, tidak sabar, apalagi sdh mendekati wkt boarding. Nah disini kesempatan itu terjadi. Jadi kesimpulannya Selamat menjaga barangnya masing-masing...awas jangan ketukar barangnya,...apalagi huruf a ditukar dengann..huruf u....buuaaahayaaa.....nou..
--- On Wed, 11/19/08, marwahyamin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: marwahyamin <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [GM2020] Re: Fwd: Modus kejahatan di Bandara To: [email protected] Date: Wednesday, November 19, 2008, 9:23 PM Saya sempat tidak percaya dengan cerita ini. Kok bisa ya?? Padahal di X-Ray, petugas keamanannya sangat banyak. Pas masuk juga, tiket harus diperiksa sesuai dengan jadwal keberangkatan hari itu. Ini bukan hanya pelajaran bagi penumpang pengguna pesawat terbang. Tetapi juga keamanannya. Para petugas keamanan harus lebih jeli lagi saat melakukan pekerjaannya. Memang manusia tidak luput dari kesalahan, tetapi stidaknya keteledoran ini bisa diminimalisir. Thx Marwah Yamin --- In gorontalomaju2020@ yahoogroups. com, kartika syahnaz <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > --- On Mon, 11/17/08, Ratna Djuwita <ratna_cindy@ ...> wrote: > From: Ratna Djuwita <ratna_cindy@ ...> > Subject: Fw: [nirmalamaitreya] FW: [sembilan_satu] Trs: [kelapagading] Fw: Modus kejahatan di Bandara > To: "Tan Enny" <justrememberme67@ ...>, "Ekawati" <hanna.ekawati@ ...>, "Linda Winarti Djuhana" <lindadjuhana@ ...>, "Grace Kurnia" <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Monday, November 17, 2008, 4:24 PM > > > > --- On Mon, 11/17/08, acu tmt <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: acu tmt <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Fw: [nirmalamaitreya] FW: [sembilan_satu] Trs: [kelapagading] Fw: Modus kejahatan di Bandara > To: "YANI" <andriyani75@ ...>, "rusdi wijaya" <[EMAIL PROTECTED]> , "Ratna Djuwita" <ratna_cindy@ ...>, "candy _xhc" <[EMAIL PROTECTED] .> > Date: Monday, November 17, 2008, 4:18 AM > > > > --- On Sun, 11/16/08, Yanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Yanti <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [nirmalamaitreya] FW: [sembilan_satu] Trs: [kelapagading] Fw: Modus kejahatan di Bandara > To: nirmalamaitreya@ yahoogroups. com > Date: Sunday, November 16, 2008, 8:19 PM > > > > > > > > From: jessica toh [mailto:tohjessica@ hotmail.com] > Sent: Friday, November 14, 2008 6:50 PM > To: Aditya; Ardi Krisna; Ari Suswandari; Catur Budi; cindy hung; Dewi; Hetty Chandra; Heru; Jenny; Shierly M; Susana; Yanti.pds; Yanty Leo; Endang Ardi > Subject: FW: [sembilan_satu] Trs: [kelapagading] Fw: Modus kejahatan di Bandara > > > > > > > > ------------ --------- --------- --- > > Subject: FW: [sembilan_satu] Trs: [kelapagading] Fw: Modus kejahatan di Bandara > > > > agar kita lebih berhati-hati > > > > > > > Dear all, > > > > Just want to sharing, semoga bermanfaat > > > > Kejadian ini saya alami sendiri hari jumat 7 November 2008 di terminal > 2F Bandar Soekarno Hatta. > > Hari itu rencananya saya bersama rombongan jumlahnya 18 orang hendak ke > Bali untuk acara investor gathering. Kami naik pesawat garuda dengan jam > penerbangan 13.20 WIB. > > > > Kira2 sekitar pukul 12.30 WIB, saya bersama teman kantor saya dan 2 > orang undangan bersama-sama memasuki ruang check in. saat meletakkan tas > saya di mesin X Ray.. posisi tas saya berada dibelakang tas tamu saya > tsb. ketika saya keluar dari pintu pemeriksaan. Saya bingung kok tas > saya pada saat keluar tidak berada dibelakang tas tamu saya tersebut. > tetapi 3 tas setelahnya. atas kecurigaan saya tsb, saat tas saya angkat > kok enteng. serta merta saya membuka dan ternyata benar, dompet besar > yang berisi uang perjalanan saya dan rombongan raib. Spontan saya teriak > dan memberitahukan ke petugas X Ray. alhamdulillah, petugas tersebut > sangat kooperatif. kalo gak salah namanya Pak Martono. lalu beliau > berkoordinasi dengan rekan petugas bandara yang lain. > > > > Seingatnya, yang berada dibelakang saya saat itu adalah Ibu yang > berbadan agak besar dan memakai jilbab. lalu Bapak tersebut berusaha > mencari Ibu tersebut diruangan check in dan posisinya saat itu dekat > counter check in Garuda Indonesia. > > > > Ibu tsb lalu dipanggil dan saya diminta petugas bandara untuk memeriksa > tas tangannya yang besar. Pada saat saya memeriksa memang tidak ada > dompet saya. Tapi entah mengapa, Bapak2 petugas bandara tidak > mempercayai begitu saja siibu itu.. Saat siibu berusaha keluar dari > ruangan check in, petugas bandara dan teman saya mengejarnya lalu > meminta saya memeriksa kembali tas ibu tersebut. Pada pemeriksaan yang > kedua, saya tetap tidak menemukan dompet saya tsb. > > > > Tidak beberapa lama kemudian, datang petugas bandara dari gate lain, dan > ybs mencurigai bahwa ibu itu pelakunya karena pada jam 11 hari yang sama > siibu berada di gate lain dan dicurigai akan melakukan pencurian di X > Ray. tapi krn tak terbukti, dilepas. > > > > Setelah diinterogasi sekitar 10 menit, si Ibu tersebut tetap tidak > mengaku. ditanya identitas dan tiketnya berbelit2. dan menurut polisi > tiketnya tsb sudah expired. tak beberapa lama. seorang petugas bandara > menghampiri saya dan menanyakan apakah ini dompet saya karena beliau > menemukannya ditempat sampah tak jauh dari posisi Si ibu berdiri pada > pemanggilan pertama kali.. > > > > Ternyata benar.. alhamdulillah. . > > > > Walaupun Dompet saya sudah ketemu, ternyata petugas bandara dan polisi > tetap menginterogasi ibu itu. karena menurut kamera CCTV, Ibu itu berada > dibelakang X RAY pada waktu yang cukup lama sehingga dicurigai memang > melakukan pencurian dengan memindahkan dompet darit as saya ke tasnya > dia lalu membuangnya ketempat sampah. > > > > Untuk menghormati dan sebagai rasa terima kasih kepada upaya petugas > bandara, akhirnya saya memundurkan kebrangkatan saya dan memindahkannya > ke jam penerbangan berikutnya untuk membuat laporan. Tetapi tamu > rombongan tetap diberangkatkan bersama teman saya yang mendampingi. > > > > Sesampainya diruang pemeriksaan polsek dibandara, siibu tsb tetap saja > tidak mengaku dan berbelit2. beberapa kali dia mengaku bahwa papinya > bareskrim dll. tapi polisi2 tsb mengganggapnya angin lalu. Di polsek si > ibu yang mengaku bernama Ibu Isti tidak dapat menunjukkan identitas dan > tiket yang tadi sempat ditunjukkan kepada pak polisi yang bernama pak > adi. dia beralasan sudah menyerahkan ke bapak polisi tsb. > > > > Tunggu punya tunggu, sampai mendekati jam keberangkatan berikutnya, si > Ibu tidak mengaku juga dan karena bukti bukti dari CCTV tsb kurang > mendukung untuk memproses si ibu tsb, akhirnya saya katakan ke polisi > bahwa saya tidak jadi membuat laporan dan menyerahkan proses selanjutnya > ke polisi untuk ditindaklanjuti. Pak polisi membantu saya keluar dari > polsek dengan skenario bahwa saya akan dipindahkan keruangan > penyelidikan sehingga si Ibu tidak mengetahui bahwa saya tidak > melaporkannya. > > > > Sekitar pukul 10.37 waktu jakarta, salah seorang polisi dari polsek > bandara menginformasikan perkembangan selanjutnya mengenai status si Ibu > itu, ternyata ybs pada daat pemeriksaan sempat sempatnya mencuri hp > seorang komandan polisi.. dan setelah digeledah menurut keterangan polisi > tersebut ternyata ditasnya ditemukan ATM, Kartu kredit dan KTP milik > orang lain. KTP dan tiket yang tadi dikatakan sudah diserahkan ke Pak > Adi ternyata dia buang di loteng kamar mandi kantor polisi (ybs sempat > kekamar mandi saat dikantor polisi) Atas hasil tersebut, maka polsek > bandara memutuskan mengembangkan kasus tersebut. Apakah si Ibu ini > terkait sindikat tertentu. > > > > So... Mudah2an dari cerita saya ini Bapak Ibu dapat mengambil hikmahnya, > setidaknya selalu mawas diri dimanapun kita berada dan satu hal yang > penting, pada saat lewat X Ray, setidaknya tunggu sampai tas kita masuk > ke X ray baru setelah itu masuk ke pintu pemeriksaan. > > > > Dan satu lagi, ternyata Bapak2 petugas bandara dan polisi amat sangat > kooperatif sehingga sepatutnya saya haturkan terima kasih atas upayanya > tersebut. Kepada pak Martono dan Pak Ratibi petugas bandara, Pak Muis, > Pak Heru, Pak Adi, Pak utama dan Pak Reinhart dari polsek Bandara serta > Bapak2 petugas Bandara dan polisi yang telah membantu saya. mohon maaf > saya tidak dapat menghapal nama bapak satu persatu. > > > > Demikian cerita yang dapat saya sharing.. Semoga bermanfaat. > > > > Cheers' > > > > > > Vina > > > > > > > > > > > This transmission has been issued by a member of the UOB Kay Hian Group for the information of the addressee only and should not be reproduced and/or distributed to any other person. Each page attached hereto must be read in conjunction with any disclaimer which forms part of it. Unless otherwise stated, this transmission is neither an offer nor the solicitation of an offer to sell or purchase any investment. Its comments are based on information obtained from sources believed to be reliable but UOB Kay Hian Group makes no representations and accepts no responsibility or liability as to its completeness or accuracy. > > > > > > > > ------------ --------- --------- --- > > New Email names for you! > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. > Hurry before someone else does! > > > > > > > > " > > ------------ --------- --------- --- > > Wajib militer di Indonesia? > Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! " > ============ ========= ========= > Information in this message is confidential. It is intended solely for the person or the entity to whom it is addressed. If you are not the intended recipient, you are not to disseminate, distribute or copy this communication. Please notify the sender and delete the message and any other record of it from your system immediately. > ============ ========= ========= > > > > ------------ --------- --------- --- > > Enrich your blog with Windows Live Writer. Windows Live Writer > > > > > > > > > > > > ------------ --------- --------- --- > New Email addresses available on Yahoo! > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. > Hurry before someone else does! >

