Thanks........



--- In [email protected], jirtro paputungan
<khakhar...@...> wrote:
>
> Biasa jo broo....!!!!
> Makanya kalau tidak serupa kasusnya (samsul Hidayat) di Mabes Polri,
jangan (ba PeE) berita, supaya nda salah... Lagian dia (samsul hidayat)
bukan didholimi atau di njak-injak, tapi tidak tahan "Banting" aja
dengan kehidupanya yang baruu.... kata lain, Tidak lolos seleksi
Alam.... :-)
>
> Semoga ditempat PERSnya yang baru, tidak akan ada semacam itu..
>
> No OPENS : MODE ON
>
> --- On Thu, 25/12/08, Steven Polapa evenaps...@... wrote:
> From: Steven Polapa evenaps...@...
> Subject: [GM2020] Nasib Malang Wartawan Kontrak
> To: [email protected]
> Date: Thursday, 25 December, 2008, 1:23 PM
>
> Kisah ini diambil dari milis tetangga, mengenai nasib seorang jurnalis
yang 'katanya' harga dirinya diinjak-injak oleh medianya sendiri...
> Semoga ada hikmahnya buat kita semua...
>
>
>
>
> NASIB WARTAWAN KONTRAK
>
> Saya ucapkan terima kasih kepada Allah sebagai dzat segala
>  Maha segala Maha yang telah melimpahkan rahmat dan barokah kepada
segala ciptaannya di segala penjuru jagad raya. Saya ucapkan sholawat
dan salam kepada junjungan Nabi Muhammad SWA. Dan saya berterima kasih
kepada rekan-rekan HMI Hukum Unibraw yang telah membantu saya.
>
>  Saya terjun, belajar dan bekerja di dunia jurnalistis Media Online
yang bernama www.inilah.com itu atas informasi mantan ketua HMI
Komisariat Hukum Unibraw . Atas saya saran itulah saya bekerja di media
tersebut. Dan saya mengakui dunia jurnalistis memang jaringan
pengopinian yang sangat dasyat.
>
>  Saya menulis di forum yang terhormat ini BUKAN sebuah meminta
perhatian ataupun cari muka, akan tetapi saya menulis di forum yang
terhormat ini untuk MENGKLARIFIKASI dan MEMULIHKAN citra nama baik saya
dan harga diri saya sendiri, khususnya di jaringan HMI Komisariat Hukum
Unibraw. Karena di jaringan HMI inilah saya bisa tumbuh dan berkembang.
Dan
>  tulisan ini bukan bermaksud untuk menyudutkan atau menjelekkan-
jelekkan nama tertentu.
>
>  Saya keluar dari media online tersebut dengan beberapa alasan karena
saya merasa di dholimi dan di injak-injak harga diri saya. Dan saya
tidak mengharapkan kejadian tersebut. Saya menulis di forum ini atas
saran dari beberapa rekan dan kolega saya. alangkah lebih baiknya saya
menyampaikan Kronologisnya :
>
>  Pertama, Bulan Ramadhan Tanggal 11 September 2008.
>
>  Seusai liputan dari acara Wapres di JCC (Jakarta Convention
>  Center) Jakarta, kemudian saya digeser ke Mabes Polri, dan saat itu
saya
>  tiba di Mabes Polri pada pukul 11.50 WIB dan saya telat untuk "DOOR
STOP PERS" terkait meninggalnya alm. Sophan Sophian dengan Kadiv Humas
mabes Polri Irjend Pol Abu Bakar Nataprawira di gedung Mabes Polri
Sebelah barat. Akhirnya Saya berhasil menemui Kadiv Humas Mabes Polri
Irjen Pol Abu Bakar Nataprawira dan saya sudah menyodorkan MP3 untuk
wawancara. Akan tetapi beliau menjawab "Maaf dek, saya lagi ada rapat
jam 12.00 WIB, adek kloning berita aja ke teman-teman lainnya,".
>
>  Pada saat itu yang ada di lapangan, saat itu hanya ada wartawan dari
TEMPO
>  dan SINDO. Saya menanyakan kepada teman dari TEMPO ternyata
>  tidak punya rekaman wawancara dengan Abu Bakar maka teman TEMPO
>  mengarahkan ke temen dari SINDO. Saat rekan dari SINDO di confirm
ternyata juga
>  bilang tidak ada rekaman, dan yang ada cuma catatan saja berdasarkan
>  pendengarannya pada saat door stop pers.
>
>  Saya bilang Kantor (inilah.com) meminta quote Abu Bakar tentang
kematian alm. Sophan Sophian dan keterangan pemeriksaan terhadap
>  Roesmanhadi" .
>
>  Lalu rekan SINDO memberikan kloningan berita dari catatan tersebut
mengatakan "Kalau Sophan Sophian itu motornya terkena lubang dan
>  terjatuh dengan posisi jongkok dan kemudian Roesmanhadi sengaja
menabrak alm. Sophan Sophian". Dan saya sudah memastikan ke teman SINDO
"apa benar pak Abu ngomong gini!!"
>
>  Dan teman SINDO mengatakan "Benar Sul".
>
>  Dari itu diangkat jadi berita dan naik 12.50 Wib. Sekitar
>  13.40 Wib, Saya mendapat telepon dari seorang redakturdan mengatakan
>  "Gimana caranya bisa menolong kamu Sul"!!!.
>
>  Karena saya mendapatkan feel tidak enak kemudian saya
>  langsung mengontak kadiv humas mabes polri irjend pol Abu Bakar
Nataprawira, "Pak Abu, saya Samsul Hidayat dari inilah.com mau bertemu
dengan bapak kapan dan dimana??".
>  Kemudian pak Abu mengatakan "Okay saya tunggu di kantor jam 15.00".
>
>  Kemudian ketika saya akan memasuki ruangan beliau, saya
>  ditemui oleh ajudan Kadiv Humas. Yang mengatakan kepada saya "Ada apa
dek dan bertemu dengan siapa".
>
>  Dan saya sendiri "Saya Samsul Hidayat dan sudah sudah janjian untuk
bertemu dengan beliau,". Dan ajudan tersebut dengan muka kecut dan raut
wajah yang sinis menatap saya dengan tajam. Dan dalam batin saya sendiri
pasti terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan. Dan kemudian ajudan
tersebut
>  mempersilakan untuk masuk ke ruangan pak Abu Bakar.
>
>  Setelah itu saya dipersilakan masuk ke ruangan oleh Pak Abu Bakar
bilang
>  "Kamu yg namanya Samsul Hidayat, apa2an kamu koq buat quote salah,"
dengan nada marah dan jengkel.
>
>  Pada saat setelah saya dipersilahkan duduk di meja kerjanya dan pada
Saat itu saya melihat di meja kerjanyanya ada alat bukti berupa tulisan
Samsul Hidayat dan surat dari BARESKRIM Mabes Polri dengan nama Samsul
Hidayat dengan tuduhan pasal yang dikenakan dan juga tanda tangan
>  Kabagreskrim Bamabgn Hendaso Danuri. Pada sudut kanan atas terdapat
>  tulisan paraf dan mengetahui Kadiv Humas Mabes Polri Abu Bakar
Nataprawira dengan ballpoint parker yang akan memparaf surat tersebut.
>
>  Abu pun saat itu minta diceritakan kejadian termasuk tentang ia yang
meminta dilakukan cloning. Setelah mendengar cerita itu, Abu langsung
menelpon Asred dan Pimred SINDO untuk mengklarifikasi berita. Ia
menegaskan, yang benar adalah "Roesmanhadi tidak sengaja menabrak Alm
Sophan Sophian."
>
>  Setelah itu, Abu berpesan agar Saya tidak mengulangi kesalahan itu.
dan saya secara pribadi meminta maaf kepada kadiv Humas Mabes Polri
Irjend Pol Abu Bakar Nataprawira dan seluruh jajaran Mabes Polri
terhadap kesalahan pemberitaan.
>
>  Pada jam 16.00-1700, saya ke masjid Mabes Polri berdoa dan memikirkan
> surat BARESKRIM tersebut dan saya mengambil keputusan sudah siap untuk
di PHK akibat kesalahan pemberitaan tersebut. Dan tanggal 13 September
2008, saya hanya mendapatkan SP-1 (Surat Peringatan Pertama) dari
>  inilah.com, karena dianggap sudah mencemarkan nama inilah.com.
>
>  Kedua, Suatu hari (tanggal lupa). Saya liputan di Tipikor, pukul
08.30 Wib.Saya menelpon Humas KPK, Johan Budi mengenai jadwal
>  pemeriksaan KPK hari itu. Johan bilang ""maaf dek, saya lagi berada
di
>  Komosi III DPR ada RDP, jadi saya masih belum ke KPK". Pada saat yang
sama ada sidangnya AZA dan HY. Setelah sidang AZA dan HY kantor meminta
Saya ke KPK.
>
>  Setibanya di KPK Saya langusng mendapat komplain dari wartawan
senior. Mereka bilang "Apa2an ini Samsul, loe dapat wawancara dari Johan
darimana nih?" Ternyata ada berita naik terkait pemeriksaan BR dan yang
terlibat dengan BR. Saya mengatakan pada rekan2 wartawan senior KPK.
"Saya tidak pernah tidak pernah membuat berita itu dan mengatakan saat
itu berada di Tipikor.
>
>  Karena merasa kebobolan berita, wartawan senior komplain ke Johan dan
Johan bilang berita itu tidak benar. Kemudian Johan telp saya dan
>  memarahi saya dan mengatakan akan melakukan SOMASI. Saya mengatakan
pada Johan, "Bang tadi saya konfirmasi ke abang untuk meminta jadwal
pemeriksaan KPK saja dan tidak lebih menanyakan hal yang lainnya". Johan
balik bertanya "siapa yg buat berita itu". Saya mengatakan, "Yang
menulis itu
>  Shinta Sinaga dengan memakai namaku dan mengquote Johan". Akhirnya
Saya konfirm ke Shinta Sinaga dan bertanya kenapa memakai nama Saya.
Shinta menjawab "Tenang aja sul, selamat datang di dunia pers yang
kejam".
>
>  Ketiga, Pasca kejadaian itu, inilah.com mengaku tidak puas di desk
politik, hukum dan sosial dengan kinerja Saya dan akhirnya dipindah ke
ekonomi.
>  Memang di desk ekonomi itu adalah hal yang baru bagi saya.
>
>  Dan saya juga butuh belajar isu ekonomi. Hari ketiga bertugas di
Ekonomi,
>  ada liputan di Depkeu ada rapat korrdinasi antar menteri. Ada menteri
ESDM
>  Purnomo Sugiantoro, Kepala Bappenas Paskha Suzetta dan Menkeu Sri
>  Mulyani dan Anggito Abimanyu. Setelah semua statement dicatat, Saya
>  melakukan riset untuk melengkapi data karena tidak mengetahui isi isu
>  ekonomi makro. Setelah itu baru berita dinaikkan. Tiba2 kantor bilang
"Loe gak pantas di ekonomi".
>
>  Ke-empat, Tanggal 26 September 2008,
>
>  Menjelang libur lebaran saya mendapat libur empat hari dan
>  diberitahu bahwa gaji saya dipotong Rp. 500.000 dengan alasan saya
tidak
>  memiliki track record di journalist. Padahal, setelah satu bulan di
inilah.com, saya mendapatkan kontrak 1 tahun dengan perincian gaji pokok
Rp.1.500.000 dan uang harian serta pulsa Rp 750.000.
>
>  Ke-lima, Tanggal 10 Oktober 2008,
>
>  Saya mendapat info akan ada evaluasi kontrak. Saat itu ia masih
tenang mengingat kontraknya berdurasi 1 tahun (April 2008 - April 2009).
Dan didalam isi kontrak kerja tersebut tidak mengatakan ada evalusi
kontrak.
>
>  Ke-enam Tanggal 11 Oktober 2008
>
>  Karena saya mempunyai feel yang tidak enak dan tidak bisa nyenyak
karena ada ganjalan yang menggangu di pikiran dan saya sholat malam
untuk meminta petunjuk kepada yang Maha Kuasa untuk diberikan jalan yang
terbaik dan kemudahan.
>
>  Ke-enam, Tanggal 12 Oktober 2008
>
>  Di hari Senin yang cerah, tidak ada mendung dan tidak ada hujan,
setelah saya memenuhi order dari semua redaktur, Setelah itu
>  tiba-tiba Shinta bilang kepada saya "15 Oktober 2008 itu hari
terakhirku
>  kerja" dengan alasan tidak ada kecocokan".
>
>  Meski demikian dengan bantuan seorang redaktur lainnya, tanggal 15
Oktober 2008 ada kesepakatan bahwa saya selama dua minggu (20-31
>  Oktober 2008) mendapat tugas 6 isu berita yang berbeda dan wilayah
dan
>  disanggupi saya dan berita itu tidak boleh dimuat. Namun pada Sabtu
18 Oktober 2008 kantor menelphone Saya dan memintanya mengembalikan ID
Pers dan Kartu Nama.
>
>  Saya berpikiran "Saya masih mempunyai harga diri, dan saya masih
punya harga diri, dan saya merasa didholimi". dan setelah keluar dari
inilah.com dan saya hanya mendapatkan uang Rp. 1 juta saja.
>
>  Ke-Tujuh, Tanggal 14 November 2008
>
>  Saya mendapatkan kesempatan tes di media online terbesar di
Indonesia. Kemudian. saya mendapatkan info dari rekan kerja (mohon
>  maaf saya tidak bisa mengatakannya) di media online tersebut
bahwasannya saya sudah keterima kerja diperparah lagi saya mendapatkan
info dari rekan saya yang bekerja di media online tersebut yang
mengatakan ada orang inilah.com yang "memotong" di media online tersebut
dan dia tidak berani menyebutkan namanya.
>
>  Ke-Delapan, Tanggal 29 November 2008 setelah keluar dari inilah.com,
>  saya mendapat pantulan acara dari Humas PP Muhammadiyah Edy
>  Kuscahyono tentang adanya Milad Muhammidyah di PP Muhammadiyah.
>  Pantulan acara tersebut itu pun saya forward ke inilah.com. dan
Tanggal 30 November 2008, Saya mendapat telphone dari Edy Kuscahyono
tentang adanya kesalahan quote di berita inilah.com. Edy Kuscahyono dan
bilang akan mensomasi saya dan untuk mengconfirm lebih lanjut ke pak
Bactiar Effendi. Saya mengatakan ke pak bachtiar Effendi bahwasannya
saya sudah tidak bekerja di inilah.com dan yang membuat berita itu bukan
saya.
>
>  Demikianlah beberapa goresan tinta yang saya bisa utarakan di surat
ini. Oleh karena itu teman-teman saya berpamitan kepada seluruh
>  rekan-rekan sejawat HMI Komisariat Hukum Unibraw atau kolega-kolega
>  saya dari dunia jurnalistis khususnya di inilah.com. dan saya
sampaikan
>  terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap rekan, teman sejawat dan
kolega
>  kami yang telah membantu saya.
>
>  NB : Kontrak kerja Saya hilang.
>
>  Regards,
>
>  Samsul Hidayat
>
> http://mediacare. blogspot. com
>
>
>
>       Get your new Email address!
> Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
>

Kirim email ke