--- On Tue, 7/7/09, bakri arbie <[email protected]> wrote:

From: bakri arbie <[email protected]>
Subject: Banjarmasin Indah untuk Wisata Air.
To: [email protected]
Cc: [email protected], "arbie bakri" <[email protected]>, "Bp 
Ary Mochtar Pedju" <[email protected]>
Date: Tuesday, July 7, 2009, 10:54 PM

Yth Rekan milis,

Berhubung dengan survey potensi bisnis di Kalimantan Selatan, saya sempat untuk 
melihat dan hunting foto kota Banjarmasin sebagaimana adanya.
Asli dan alami,Banjarmasin yang berada ditepian sungai Barito.

Pagi sekali sekitar jam 05.00 pagi kita sudah dijemput terminal perahu air.
Perjalanan lebih dari satu jam dari kota hingga ke sungai Barito,
langsung menuju pasar terapung.
Disini yang jualan buah,sayur dll adalah ibu-ibu yang sudah setengah umur.
Dengan lincahnya mereka memegang dayung,begitu anggun dan cekatan bermanuver 
agar segera menuju pembeli tanpa harus bertubrukan dengan rekannya.
Bagi ibu-ibu tersebut dayung,saya lihat seperti kaki bebek yang lincah 
berselancar diatas air.Harganya juga relatif murah.

Dari pasar sayur dan buah kita maju sekitar 10 menit,tibalah di cafe terapung,
jual minuman
 kopi, teh dllnya disertai kue basah asli Banjar dan juga kue yang kita kenal 
di Indonesia.Lucu juga cara mengambil kue kita lakukan dengan alat semacam 
pancing.
Cafe terapung yang beda nuansanya dengan cafe Jakarta.

Setelah asyik ngobrol ria di kafe terapung kita pindah ke restoran terapung,
jualan khusus soto Banjar.
Rupanya soto Banjar banyak menggunakan jeruk nipis yang terasa,lontongnya
dipotong tipis,agak mirip dengan soto di kampung saya Gorontalo.

Saya sangat bersyukur melihat suatu yang unik di Banjarmasin dan ketika saya 
pulang ke Hotel saya bertanya kepada anak-anak muda pegawai hotel,apakah sudah 
pernah ke pasar terapung.Yang mengagetkan,ternyata,ada yang pelum pernah dan 
ada yang pernah kesana saat kecil dan tak pernah terkesan untuk kesana lagi.

Kesan umum,sebenarnya Banjarmasin kalau dikelola dengan baik,bisa punya potensi 
untuk menyaingi tour atau wisata air di Bangkok, Brugge atau Annecy, bahkan
 Venezia.
Sudah tentu dengan keunikan budaya lokal dan keramahan rakyatnya.

Mungkin Pemda perlu bantu membalikkan rumah dari segi fungsi yaitu dari tadinya
untuk buang air,mandi,menyuci pakaian diubah menjadi tempat santai dengan kursi 
rotan biasa saja serta ditanami tanaman hijau dan kembang yang warna warni 
seperti di Annecy
atau Brugge.

Namun selain wisata air Kalimantan yang penuh dengan kekayaan alam,sebenarnya 
punya potensi untuk segera bisa memakmurkan rakyatnya.
Ada batu-bara,intan,emas,iron ore dll.

Ada keluhan dari tukang perahu ketika kapal membawa batubara melewati Barito 
menuju kelaut lepas. Dahulu kita masih bisa menambang secara tambang 
rakyat,penduduk setempat,masih bisa menikmati kekayaan alamnya.

Namun setelah ada penertiban,tambang liar , maka yang menikmati adalah 
pengusaha besar dari Jakarta dan kita sebagai rakyat tidak bisa menikmati 
kekayaan alam.
Disini perlu kepekaan dari pemda untuk
 bisa memberikan kesempatan penambangan skala kecil dan menengah,dengan memberi 
pelatihan dan peminjaman alat tambang yang 
lebih baik skenarionya berupa KUR dan PNPM sehingga rakyat setempat ikut 
menikmati
kekayaan alamnya.Dengan demikian rakyat dapat beroperasi secara legal dan saya 
yakin bisa menumbuhkan ekonomi rakyat.

Sekedar sumbang saran bagi pemenang PILPRES dan Pemda,untuk merubah paradigma 
tentang bagaimana agar rakyat bisa menikmati kehidupan yang lebih baik ditanah 
mereka yang kaya.Selamat melaksanakan Pemilu PILPRES.

Salam Hormat,
Bakri Arbie.





      


      

Kirim email ke