Tulisan ini adalah coretan-coretan
ini yang pernah saya goreskan di FB. Daripada diam mengendap wajah buku itu
dan kemudian berlalu ditelan zaman, lebih ada
gunanya bila saya kumpulkan. Barangkali ini adalah salah satu keisengan yang
coba difasilitasi. Bisa juga dibilang bagian dari kenggaadakerjaan. Tapi moga
aja ada manfaatnya. Paling tidak jadi pengingat selalu bagi diri saya dan bisa
jadi inspirasi lahirnya tulisan lain, sebagai juru bicara yang bisa menjelaskan
kandungan makna coretan singkat yang ada....
Inilah dia... Bukti
adanya sebersit rasa dan lintasan pikiran di sebuah tikungan kehidupan...
Episode I
Engkau sangat
penting bagiku, Kawan. Kamu, dirimu, bukan yang lain..!!Jangan meremehkan
satu orang apalagi dua. Sebab
setiap orang adalah pribadi istimewa dan mempunyai kemungkinan tak
terbatas...Di atas segala
lapangan Tanah Air aku hidup aku gembira. Dan di mana kakiku menginjak
bumi Indonesia, di sanalah tumbuh bibit cita-cita yang kusimpan dalam
dadaku (Bung Hatta(Jadi orang baik
tidak perlu nunggu tua...Hanya Allah yang
bila diingat, Dia balas mengingat. Saat itu juga..!!Di Kairo, tadi sore
hujan. Sebuah pengumuman alam akan masuknya musim yang baru...Siapkan
selimut dan jaketmu kawan...Kesedihan itu tak kan abadi sebagaimana
kebahagiaan juga
tak pernah lestariSkenario Allah itu selalu indah, dalam
hal apa pun. Siapkan diri untuk senantiasa menanti
kejutan-kejutan indah dibalik ketentuan-ketentuan itu..Dan demikianlah
hari-hari dipergilirkan diantara manusia agar mereka mengambil
pelajaran...Hati-hati..! Ada konsekwensi di setiap senyuman.. Maha Suci
Allah..ampunkan kami yang
penuh dosa iniNilai kehidupan seseorang itu paling
tidak ditentukan oleh tiga hal: keikhlasan hatinya, efektifitas geraknya,
dan kualitas kata-katanyaUntuk kawan-kawanku di Sumatra Barat,
semoga bisa senantiasa sabar dan tabah.. Kami tau Musibah ini tidak
ringan..Tapi juga kami yakin, saudara-saudara di Sumbar adalah orang
tegar, tabah dan perkasa menghadapi segala ujian yang ada... Dan pasti
ada keindahan menanti untuk segala ketegaran, ketabahan dan keperkasaan
itu.Badai Tropis
Katsana, Gempa Tektonik, dan Tsunami. Indah namanya, dahysat
pengaruhnya...Harta dan korban jiwa taruhannya... Sallimna Ya Rabb!Saya
pernah baca
gempa bumi itu diukur dengan dua skala pengukuran: skala richter dan skala
marchelly. yang pertama untuk mengukur kekuatan dan besaran gempa
sementara yang kedua untuk mengukur intensitas gempa dan pengaruhnya
kepada manusia, bangunan dan alam.... Ala kulli hal.....semoga
saudara2ku di Padang tetap setia dengan keyakinan mereka kepada Allah dan
sabar atas musibah yang ada. amiin..Bila mawar itu
namanya bukan mawar maka tidak kan ada orang yang mengingat bunga yang
indah itu. Maka alangkah pentingnya sebuah nama... bagi mawar... bagi
saya... dan bagi anda juga kawan...berusaha untuk
setia kepada diri sendiri...Engkau tahu, Kawan, Kesulitan menjadi
gampang dipecahkan dengan mengubah cara pandang...sepakat?moga diri kita
tetap kuat untuk bertahan
di titik koordinat taqwa..Hidup itu seni yang
bisa dipelajari. Hidup itu perjuangan yang mesti dihadapi. Hidup itu
pengabdian kepada Allah Swt. yang mesti dijalani. Hidup adalah liku
langkah yang mesti dilalui dengan sepenuh hati.. Bagai air, ia harus
jernih hingga ke ujung muara. Banyak kebahagiaan
yang terkorupsi karena seseorang tidak hidup pada masanya.. Pikirannya
dihantui kecemasan masa depan atau kekhawairan masa lalu. Maka Hiduplah
hari ini. Saat ini..! Hanya ada saat ini..!Yang bisa kita
lakukan sekarang adalah mengimpikan dan merencanakan masa depan sesuai
keinginan. Lalu jalanilah hidup sesuai impian dan rencana, dan biarkanlah
masa depan itu datang dengan sendirinya. Berharap semoga ia
sesuai harapan. Bila ternyaa tidak, nikmati saja.. Sebab pasti ada
keindahan
di setiap skenario Ilahi itu... Kita mesti jeli menemukannya...Pasti ada
keindahan
di setiap skenario Ilahi...Bila hidup bagai air yang mengalir, maka
berusahalah untuk Tetap Jernih hingga ke ujung muara.... Untuk mendapatkan
hasil yang lebih,
harus berbuat lebih pula...Daripada menyesali masa lalu, lebih baik
berusaha istiqamah dengan kebaikan yang ada di masa kini7% kata-kata, 38%
suara, 55 % ekpresi dan bahasa tubuh: begitulah model komunikasi kita.
(psikologi komunkasi, Jalaludin Rahmat)Banyak kebahagiaan
yang terkorupsi karena seseorang tidak hidup pada masanya. Pikirannya
dihantui kecemasan masa depan atau kekhawatiran masa lalu. Maka Hiduplah
hari ini. Saat ini..! Hanya ada saat ini..!Pasti ada keindahan
di setiap skenario Ilahi...Tingkatkan
kemampuan dan tidak perlu cari perhatian. Kalau punya kemampuan pasti akan
diperhatikan..:-D
To Be Continued.........