Dalam tulisan terakhir saya, "semakin banyak berbagi semakin banyak menerima"; 
Saya mendapatkan pertanyaan dari salah seorang pembaca. 

"Bapak,kenapa Bapak mau berbagi ilmu dengan gratis? Bukankah ilmu yang bapak 
dapatkan itu mahal harganya? Berarti bapak tidak menghargai ilmu yang bapak 
miliiki dong?" tanya sang pembaca kepada saya melalui email.

Membahas pertanyaan tersebut, saya teringat kembali ketika saya masih SMU dan 
sekolah di SMUN 13 Jakarta. Awal masuk sekolah, saya dapat dikatakan belum 
memiliki apa-apa.Setiap hari saya harus mengayuh sepeda 8 km menuju sekolah di 
tengah padat serta macetnya kota jakarta dengan waktu tempuh 45 menit. 

Pada awalnya sekolah di 13 membuat saya begitu lelah dan menguras fisik dalam 
perjalanan. Namun seiring waktu rasa lelah itu sirna, ketika saya bertemu 
dengan kawan-kawan Pragalas (Pramuka Tiga Belas) dimana dalam ekskul tersebut 
saya diajarkan tentang arti Care and Share. Peduli dan Berbagi.

Karena orang tua saya sudah pensiun sejak saya memasuki bangku TK, membuat 
kesulitan saya untuk mendapatkan fasilitas sekolah yang memadai pada waktu itu. 
Bersyukur di Pragalas sudah tersedia Komputer, Printer hingga Kulkas hasil 
jerih payah Alumni sebelumnya untuk dimanfaatkan para anggotanya selanjutnya. 
Kalau saya kalkulasi bisa sampai jutaan rupiah. Namun dengan semangat berbagi 
yang diwariskan oleh kakak alumni di Pramuka, saya sangat terbantu untuk 
sekolah saya.

Ketika kakak Pramuka mau berbagi untuk adik-adiknya di Pramuka. Inilah yang 
menjadi landasan saya hingga hari ini untuk bisa berbagi senantiasa. Terlebih 
ketika saya bertemu dengan guru saya mas Krishna. Beliau mengajarkan arti 
berbagi. Semakin banyak memberi maka semakin banyak yang kita terima. 
Berbagilah dengan siapa saja. Berbagilah dengan ikhlas tanpa harus berharap 
menerima, karena pastilah kita akan menerima balasannya dari arah yang tidak 
kita duga karena kebaikan yang kita lakukan.

Berbagi tidak harus uang. Berbagi bisa apa saja. Termasuk ilmu yang saya miliki.
Untuk ilmu saya memang tidak terlalu memikirkan masalah finansial. Karena saya 
memiliki keyakinan ketika ilmu kita sebarkan dan kita bagikan, maka dia akan 
menjadi amal jariah kita walaupun maut akan menjemput nantinya. Bukankah ilmu 
yang bermanfaat termasuk satu dari tiga amal yang tidak pernah putus?

Memang ilmu yang saya dapatkan mahal, namun justru dengan mahalnya ilmu itu 
semakin mendorong saya untuk berbagi agar semakin banyak orang yang bisa 
menimba ilmu tersebut. Selain itu saya pun berbagi ilmu yang saya berikan 
sesuai porsi dan kebutuhan. Karena setiap orang memiliki kesamaan kebutuhan dan 
juga memiliki perbedaan pula dalam kebutuhan.

Ilmu yang saya bagikan dalam artikel, adalah ilmu yang mungkin dibutuhkan oleh 
setiap orang. Sedangkan ilmu yang saya bagikan dalam training adalah ilmu yang 
mungkin hanya dibutuhkan oleh sebagian kalangan.

Apapun peran kita di dunia. Mari kita depankan untuk saling peduli dan berbagi 
dengan sesama. Karena dengan peduli dan berbagi, semoga masa depan kita dan 
Indonesia menjadi lebih baik dan semakin maju lagi. 

Berbagilah dengan tepat guna
Berbagilah dengan tepat cara
Berbagilah dengan tepat muka

Karena dengan berbagi membuat kita bahagia
Terlebih ketika apa yang kita bagi membuat orang lain bahagia pula


di akhir tulisan saya teringat dengan "wise word" dari masa lalu :
"Berilah seseorang ikan maka ia akan hidup satu hari
Ajarkan seseorang untuk mencari ikan maka ia akan hidup selamanya"

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua

Salam berbagi senantiasa

A.Setiawan
Keep on Smile to Face the World
Mindset Programer; Trainer & Motivator
Certified Hypnotist, Certified Master Pract NLP
021- 91766445 | 
http://www.iwan-ketan.co.cc
SMIL-E TRAINER


      

Kirim email ke