Rasanya sih... isyu gencar masalah ancaman hukuman utk pornographi ini, tidak lain dan tidak bukan, lebih mengarah pd pengalihan perhatian publik.. 1. listrik naik dikamuflase dgn system reward. 2. konversi minah ke lpg, tp skrg lpg langka. 3. bensin naik dikamuflase dgn system smart card 4. SWDKLLJ naik dgn alasan supaya santunan korban kecelakaan juga naik. 5. gizi buruk dimana2 gak ada solusinya 6. minyak goreng tetap meroket 7. harga obat sebentar lagi ikutan naik 8. pornographi mau dibabat secara membabi buta, tapi kalijodo tidak pernah ditutup total 9. kasus bunuh diri anak makin banyak krn stress gak bisa sekolah 10. kasus TKI yg disiksa gak pernah berkurang 11. kasus jatuhnya pesawat berturut2..helokipter,pesawat latih,pesawat cargo.. juga tank amphibi... 12. kasus BLBI yg tetep tdk bisa menghukum mati para koruptornya. dll...dll...dll...
hutang kerjaan masih sangat banyak yg harus dituntaskan kenapa sdh buru2 menggagas proyek2 baru lagi. mending resourcenya sanggup gitu...????? otaknya dijejel2 berbagai macam persoalan dan harus beres semua. kalo eke malah lebih gemes liat iklan paranormal di majalah misteri, pasang iklan pasangsusuk pemikat, biar disayang boss, pesugihan, pelet, gendam/hipnotiz... susah2 amat polisi. datengin aja satu2 kenakan pasal penipuan juga beres. tinggal comot orangnya... suruh demo didepan kyai yg anak cucu walisongo. jajal aja kalo mempan ilmunya... :-) kalo ternyata gak bisa apa2, lgs jebloskan ke penjara sbg orang yg membantu menyesatkan umat. UU pronographi ini kan tuntutan kelompok2 islam dan elemen masyarakat umum. tapi tdk berimbang... ada yg menawarkan diri jual jasa santet kok didiamkan. belum lagi pakai gelar2 dan nama palsu segala... kalo ngga ki, nyai, suhu.. ada yg pakai nama2 serem.. macam ki jagat amongrogo. pakai gelar presiden lelembut, mahaguru spiritualis se-asia tenggara lah... mbelgedezz kabeh... !!! rata2 cuma penipu. korputor makan uang pinjaman LN ratusan trilyun, yg skrg ketiban sial bayar cicilan ke negara donatur adalah.... seluruh rakyat indonesia. makanya digenjot dan dijegal pajak diberbagai sektor. tapi pengusahanya rajin mengelabui pajak. bahkan laporan pendapatan juga pada demen bikin 2. satu yg bener... satu yg salah. yg salah spesial dibuat utk keperluan bayar pajak.hehehehe... jangan gilaaa doooooooong... cuih... -x- 2008/3/25, Hadi DJuhartono <[EMAIL PROTECTED]>: > > boleh liat di stasiun TV swasta, sinetron2nya apa ada unsur pendidikannya? > ngerusak moral mah gak kudu via pornografi, kebanyakan nonton sinetron2 aja > udah cukup. anak kecil diajarin percaya sama kaos kaki ajaib-lah, sama > benda2 ajaib lah, bukankah itu menjurus kaearah menduakan tuhan? > biar dikata pake bumbu ustad segala, tetep aja kesannya membenarkan benda2 > itu...... > > setuju sama [EMAIL PROTECTED], itu mah gimana orangnya aja. kayak > yang si dewi persik dilarang manggung. alasannya gak jelas lagi. kalo emang > gak suka, ya gak usah nonton. ada yang lebih penting diurus kalo cuma > masalah moral. hari gini yang akses internet itu berapa persen sih dari > seluruh penduduk indonesia? gw rasa gak sampe 25%. tapi berapa banyak yang > kudu lewat 'lubang yang berjalan-jalan?' - saking banyaknya lobang maxudnya. > beresin dulu tuh moral mereka yang berkompeten dalam urusan jalan. > korupsinya diangkat dulu. > > susahnya lagi, orang yang bikin regulasi biasanya gak tau persis (sampe > kedalem2nya) ttg masalah yang mereka hadapi. sharing gambar x rated gak kudu > lewat internet. hp juga bisa kan? dan bukankah biasanya video2 3gp lebih > cepat menyebar via mms/transfer data dibanding lewat internet? > > yg bikin gw kesel sampe sekarang, gw pernah kena ampir 1/2 juta buat > mbenerin roda depan mobil gara2 lubang yang berjalan-jalan itu. belon lagi > bebekers2 yang sampe kudu meninggal dunia. iklan layanan masyarakat ttg > pajak makin gencar, tapi mana hasilnyaaaa? > pastinya gak instant. tapi bayar pajak itu udah ada dimana2 tanpa kita > sadari. beli voucher pulsa, jajan ayam goreng waralaba, dst...... > udah dari kapan tau kan bayarnya? > > On Tue, Mar 25, 2008 at 12:07 PM, Kili Wilitining <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > Namanya juga porno identik sama dengan otak ngeres, sekarang gak usah > > jauh jauh kalau naik angkot, atau bis kota, atau lagi duduk2 di mall trus > > ada cewe lagi duduk trus keliatan daleman cd atau pakaian yang seksi atau > > penari latar yg berpakaian seksi, rok mini, celana pendek yg ketat yg sering > > tampil di acara di TV apakah itu ga termasuk aksi aksi yang mengundang kaum > > hawa menahan nafas. Bagaimana?.. Jangan hanya di bulan suci Ramadhan aza yg > > di batasi. apakah karena ada porno menjadi otak kita porno juga?.. Lihat > > sehari hari ditengah masyarakat banyak yg berpakaian keliahatan daleman cd > > apalagi kalau Cewe itu di bonceng pakai motor bukankah membuat otak kita > > persekian detik langsung ngeres. sebenarnya itu masalah diri pribadi masing > > masing mampukah kita menegendalikan diri. Justru yang lebih merusak itu yang > > korupsi. contoh kecilnya Misalkan si a korupsi hanya Rp.100 tapi > > ternyata belum puas bisa diambil Rp.1000 per transaksi kalau dikumpulkan > > bisa jadi jutaan bahkan milyar, yang lebih merusak itu Koruptor bukan porno, > > malahan bisa merugikan negara dan rakyat, sampai sekarang saja masih bingung > > harus bagaimana cara mengadilinya dan hasil tangkapannya juga kurang jelas > > bahwa uang hasil dari koruptor yg tertangkap ntah dimana?. Kalau mau jujur > > ga usah munafik, sebaiknya kalau masalah ini tanggung jawab ada pada peran > > orang tua, pendidikan agama, lingkungan keluarga dan pendidikan di sekolah > > serta, informasi mengenai sex jangan ditabukan lagi. nah hal seperti ini > > yang kurang di perhatikan sehaurnya pendidikan sex di barengi dengan dasar > > dasar hukum agama agar nantinya punya rasa takut untuk melakukan hal hal yg > > tidak di inginkan,. permios > > > > 2008/3/24, tugaskantor <[EMAIL PROTECTED]>: > > > > > *PERMASAAHAN > > > > > > > > > * > > > insyaf lah wahai manusiaaaa...... bila dirimu berdosaaaa.....!!!! > > > > > > Kirim Gambar Porno Didenda Rp 1 Miliar > > > PERSDA NETWORK/YULI > > > AKHMADA<#118e5d7c576e5f03_118e4560a625286d_118df7bbc3244c52_> > > > Menkominfo Muhammad Nuh > > > *Artikel Terkait:* > > > > > > - Siapkan Software Anti Situs > > > Porno<http://read.php?cnt=.xml.2008.03.23.22071011&channel=1&mn=1&idx=1> > > > - Rusak Situs Pemerintah Didenda Rp 10 > > > Miliar<http://read.php?cnt=.xml.2008.03.23.2144331&channel=1&mn=1&idx=1> > > > - Hacker Diancam Denda Rp 2 > > > Miliar<http://read.php?cnt=.xml.2008.03.23.21310255&channel=1&mn=1&idx=1> > > > - RUU ITE Diundangkan > > > Selasa<http://read.php?cnt=.xml.2008.03.23.20593899&channel=1&mn=1&idx=1> > > > > > > Minggu, 23 Maret 2008 | 21:26 WIB > > > > > > JAKARTA, MINGGU--Situs-situs porno di Indonesia bakal berguguran! > > > Maraknya situs-situs berbau pornografi, membuat Menteri Komunikasi dan > > > Informatika (Menkominfo), Prof Ir Mohammad Nuh DEA, tak mau berdiam diri. > > > Sebentar lagi, para pengguna internet tidak diperbolehkan lagi mengirimkan > > > gambar porno dan berjudi. > > > > > > Melalui, Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Informasi dan Transaksi > > > Elektronik, para pelaku yang sengaja menyebarkan informasi elektronik dan > > > isinya memiliki muatan pornografi, pornoaksi, perjudian, dan atau tindak > > > kekerasan melalui komputer atau sistem elektronik, maka akan dituntut > > > hukuman penjara tiga tahun penjara. Selain itu, para pelakunya juga akan > > > dikenai denda sebesar Rp 1 miliar. > > > > > > Sanksi pidana maupun denda itu tertuang dalam Pasal 42 (1) –Ketentuan > > > pidana. Bunyinya: Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana > > > dimaksud > > > dalam Pasal 26, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun > > > dan pidana denda paling banyak Rp.1.000.000.000,-. (satu milyar > > > rupiah). > > > > > > Di dalam Bab VII Pasal 26 disebutkan, "Setiap orang dilarang > > > menyebarkan informasi elektronik yang memiliki muatan pornografi, > > > pornoaksi, > > > perjudian, dan atau tindak kekerasan melalui komputer atau sistem > > > elektronik." > > > > > > "Kita akan melakukan pendekatan persuasif lebih dahulu. Kecuali, kalau > > > RUU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sudah disahkan. Dan ke > > > depan > > > kita juga akan melakukan kerja sama dengan Polri untuk mencegah pornografi > > > yang sudah merebak di internet," kata Menteri Komunikasi dan Informatika > > > (Menkominfo), Prof Ir Mohammad Nuh DEA, kepada Persda Network, Minggu > > > (23/3). *(Persda Network/BEC/EWA)* > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > -- -Mbah MaridJoss- Mariyuk Marisini Kitageligeli --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ GudangMedia || MEDIA || Bertukar Informasi || -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
