*Belum Disahkan SBY, UU ITE Gencar Disosialisasikan
*
*JAKARTA - *Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang
juga berlaku secara internasional hingga saat ini belum ditetapkan sebagai
Undang-Undang baru, oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Meskipun begitu,
Menkominfo Muhammad Nuh terus mensosialisasikan regulasi ini ke masyarakat.

"Sudah tidak perlu ada pertanyaan tentang cyberlaw internasional, karena
konten dari UU ITE ini sebenarnya sudah berlaku sebelumnya di negara-negara
lain. Jadi, bisa dikatakan siapapun dan di manapun berada UU ini berlaku
sama," ujar Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Media Depkominfo Sukemi,
kepada okezone melalui telepon selularnya, Sabtu (29/3/2008).

Menurut Sukemi, biarpun belum berlaku sepenuhnya sebagai Undang-Undang RI
yang baru, Menkominfo Muhammad Nuh tetap menyiarkan tentang keberadaan
regulasi yang sudah disahkan oleh DPR ini.

"Di Surabaya, di tengah pengenalan software anti situs porno di kampus ITS,
Pak Menteri juga mensosialisasikan tentang UU ITE," jelas Sukemi.

Walaupun sudah disahkan oleh DPR, hingga kini SBY belum menandatangani
Undang-Undang tersebut. "Saya tidak tahu kapan semua ini akan benar-benar
rampung. Kita berharap secepatnya saja lah," imbuh Sukemi. *(rhs)

**Fokus Pada UU ITE, Hacking Dinomor Duakan
**JAKARTA** -* Berkaitan dengan beberapa situs milik pemerintah dan situs
salah satu partai politik, pemerintah menanggapinya dengan tenang.
Pemerintah tidak merasa perlu untuk terburu-buru menindak para hacker.
Pemerintah masih memfokuskan diri pada UU ITE.

"Pemerintah tidak langsung beraksi. Kita masih fokus ke Undang-Undang
Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Regulasi ini masih
disosialisasikan dulu ke masyarakat. Soal situs yang dihack, kita akan
pelajari dulu pola kejahatan hacker tersebut," ujar Staf Khusus Menteri
Bidang Komunikasi Massa Depkominfo, Sukemi, kepada okezone melalui telepon
selularnya, Sabtu (29/3/2008).

Menkominfo Muhammad Nuh kini tengah disibukkan oleh agenda UU ITE dan
peluncuran software situs porno di Institut Teknologi Surabaya, yang mana
kampus negri yang bermarkas di Surabaya ini menjadi pengembang software
pemblokir situs porno di tanah air.

"Sekarang ini, bersamaan dengan diperkenalkannya software pemblokir situs
porno oleh para ahli TI dari ITS, Pak Menteri juga mensosialisasikan UU ITE
di Surabaya," jelas Sukemi. *(srn)*

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
GudangMedia
|| MEDIA || Bertukar Informasi ||
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke