Pelacur Pun Tak Sudi BBM Naik
Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah disebut-sebut bakal naik pada awal Juni 2008, dengan kisaran kenaikan mencapai 30-an persen. Kenaikan BBM yang dalam sejarah selalu dahului melambungnya harga barang kebutuhan pokok sehari-hari, sudah pasti bakal membuat orang-orang miskin makin kelimpungan dan berdampak luas terhadap perekonomian rakyat. Penentangan terhadap rencana kenaikan BBM tersebut terjadi di mana-mana, dengan berbagai cara yang bisa dilakukan. Mahasiswa berdemo, sopir angkot dan tukang ojek ngedumel, ibu-ibu rumahtangga menjerit. Ternyata, pelacur pun tak sudi BBM naik, dengan sejumlah alasan pula. Boleh jadi dengan semakin terjepitnya 'orang-orang kecil' itu, berbagai cara dilakukan untuk bisa bertahan hidup. Termasuk pelacur atau bahasa kerennya pekerja seks komersial (PSK) yang jumlahnya cenderung meningkat dari tahun ke tahun, dipastikan bakal terus meningkat pula, imbas bila BBM jadi naik. *PENGUNJUNG MENURUN * Bahkan akan muncul muka-muka baru. Satu hal, karena jumlah mereka terus bertambah, sementara 'penikmat'nya cenderung menurun, karena 'daya beli' yang semakin lemah, para PSK akhirnya terpaksa banting harga alias obral tarif. Di mata sebagian besar PSK, di mana pun mereka berlokasi atau mangkal, di Jakarta, Bogor,Tangerang, Bekasi, Serang atau kota-kota lainnya, kenaikan BBM ini diyakini juga bisa mengurangi jumlah kunjungan pelanggannya. Itu berarti berkurangnya penghasilan mereka.. "Harga kebutuhan pokok pasti naik Pak, dan kebutuhan kami juga naik. Lihat aja entar, pasti akan naik juga harga bedak, lipstick, minyak wangi, pakaian dalam dan lain-lainnya. Masak kita harus juga naik tarif, pasang pengumuman gitu. Enggak mungkinlah Pak. Yang pasti, kami bakal obral tarif alias banting harga, biar pelanggan nggak kabur," aku PSK yang mengaku bernama Rita, 23, ketika ditemui Pos Kota saat mangkal di sekitar Alun-alun Kota Serang, kemarin malam. Janda tanpa anak ini mengaku, akhir-akhir ini saja pelanggannya semakin jarang mendatangi lokasi mangkalnya, sejak harga-harga sembako pada naik. Padahal sebelumnya, dalam sepekan pelanggannya bisa datang 3-4 kali. Kini, sang pelanggan hanya datang sekali sepekan. "Alasannya sih macam-macam. Ya di antaranya, sekarang ini susah mencari uang," katanya. Hal senada juga dirasakan Mami Eli, 40, yang sejak bertahun-tahun 'mengkoordinasikan' PSK-nya dengan membuka pangkalan di sekitar Jalan Penghubung Asrama Haji-Jalan Akhmad Yani, Bekasi. Sebagai mucikari, Mami Eli memang tidak punya tempat praktek. Tetapi dengan mangkal di bahu jalan tersebut, si mami punya cukup banyak anak buah yang perorangnya memasang tarif antara Rp150.000 sampai Rp 250.000 untuk sekali main (short time). "Sekarang anak buah saya terpaksa pada banting harga, cepek juga kita tarik. Bagaimana kalau BBM udah naik, makin susah lagi kita," aku Mami Eli. Kehadiran Mami Eli buat para PSK memang cukup berarti, karena setiap kali ada razia dan ada PSK yang tertangkap, Mami Eli akan berjuang agar anak buahnya bisa dilepas kembali. *KALAU BISA BATALKAN * Berbeda dengan anak buah Mami Eli yang punya kelas agak lumayan dan melayani kencan di hotel-hotel melati di Bekasi, sejumlah PSK kelas 'rumput' di Alun-Alun Serang, tarif normalnya Rp50.000 sekali main. "Sekarang, Rp20.000 juga kita layanin. Asal dapur bisa ngebul aja," aku Rita. Mami Eli, Rita, atau juga PSK lainnya di berbagai lokasi, di Malvinas, Cibitung, Bekasi misalnya, jauh hari sudah galau jika BBM benar-benar sudah naik. Barang kebutuhan pokok pasti juga ikutam naik. Karni, satu PSK di Malvinas, bergurau, "Pengennya sih BBM naik, tarif kita juga naik, misalnya yang biasanya gocap jadi cepek. Tapi apa ada pelanggan yang kayak gitu?" tanyanya. Dengan tarif Rp50.000 saja, Kompleks WTS Malvinas masih adem ayem aja. "Gimana kita mau naikin tarif, bisa-bisa malah banting harga," sergah Karni, kemarin. Hal yang sama dikemukakan PSK bernama Susi, 22, ditemukan di sekitar Jalan Raya Serang-Cikande, Kabupaten Serang. Pelanggan Susi adalah para pengemudi angkutan truk. "Kalau udah kayak gini, saya mah pasrah aja, terserah pelanggan saya mau dikasih berapa. Yah boleh dibilang mending obral aja daripada gak dapat apa-apa bikin hidup makin melarat. Saya tau, sopir-sopir itu punya uang lagi kalau bensin udah pada naik. Kalau bisa, pemerintah membatalkan saja rencana kenaikan BBM. Bikin susah kita semua," kata PSK Susi. Sejumlah pelacur yang biasa mangkal di tempat hiburan malam di daerah Mangga Besar, Jakarta, juga sangat tak setuju BBM naik. "Gimana sih pemerintah ini, kita-kita yang hidup udah megap-megap, mau ditambah sengsara lagi," kata Wati, freelance di sebuah diskotek Jalan Mangga Besar 8. "Biasanya kita nemenin tamu dikasih 50 sampai 100 ribu, itu juga sekarang sulit nyarinya, karena tempat hiburan pada sepi, malah banyak tutup. Kalau bensin naik, bakal tambah pelit lagi tamunya dan tamunya tambah berkurang. Sedangkan kebutuhan kita sebagai wanita malam kan banyak, belum lagi bayar kost, cape deh…!" ujarnya sembari cengengesan. Sedangkan pelacur yang biasa mangkal di Jalan Hayam Wuruk, kawasan Jakarta Kota mengaku, dengan BBM naik, tukang ojek yang biasa menemani dan mengantarnya, juga beralasan minta naik bayaran. "Wah, serba salah deh. Mendingan gak usah naik aja deh, BBM-nya," kata Maya. Biasanya, Maya cs saat mencari mangsa berjejer di Jalan Hayam Wuruk, biasanya didampingi pengojek yang siap membawanya apabila ada tamu membooking ke hotel atau ada razia petugas. * PERSAINGAN BERAT * Hasil pemantauan Pos Kota di Indramayu, sebagian besar tempat hiburan malam dibanjiri penjaja seks komersial wajah baru. Statusnya janda berusia 18 hingga 24 tahun. Mereka gagal membina rumahtangga, karena penghasilan suami yang senantiasa tidak pernah mencukupi kebutuhan. Pendatang baru di blantika esek-esek itu, kata Mustofa, 53 warga Kabupaten Indramayu, dimungkinkan kian bertambah, imbas dari rencana kenaikkan BBM. Ini menyengsarakan kehidupan warga miskin. "Jujur saja ya, kita mau bilang apa. Seandainya kehidupan makin susah, dipastikan banyak bahtera rumah tangga kaum miskin tak dapat bertahan. Akibatnya, ya ke mana lagi kalau bukan jadi pelacur," katanya. Perceraian, kata Iman,49, seorang tenaga pendidik tak dapat terhindarkan. Si istri yang kini statusnya menjadi janda tambah miskin. Bagi yang imannya tipis, pendidikan rendah, tidak didukung ketrampilan, mereka mudah goyah. Sehingga nekad terjun menjadi pemuas birahi lawan jenis. "Padahal, pekerjaan sebagai penjaja seks komersial itu, saya yakin bukan merupakan cita-cita mereka sejak kecil," ujarnya. Di kompleks CI (Cilegeng Indah) di wilayah perbatasan Kecamatan Gantar dan Kroya, jumlah penjaja seks komersial pada masa sulit seperti ini semakin bejibun. Itu berarti, tingkat persaingan menggaet tamu di antara mereka semakin berat. Tapi anehnya, meski persaingannya kian bertambah berat, dengan alasan harga berbagai kebutuhan terutama sembako naik, tarif kencan pun ikut naik. Dari sebelumnya Rp50 ribu sekali kencan short time naik mejadi Rp60 ribu sampai Rp70 ribu. Bahkan ada juga yang minta lebih dari itu. Rin, 22, warga Kecamatan Kroya menyatakan, tarif naik sebagai ancer-ancer BBM naik. "Saya nggak suka BBM naik, benar...Sekarang aja udah sulit kok," katanya. Rin mengaku terpaksa menjadi wanita penghibur setelah bercerai dengan suami. Sejak pisah, praktis Rin berlakon ganda. Sebagai ibu yang mengurus rumahtangga sekaligus menafkahi 2 anaknya. Setiap seminggu sekali wanita berkulit sawo matang berambut lurus itu terpaksa harus bolak-balik dari rumah ke CI yang jaraknya sekitar 4 km. "Pokoknya dapat uang atau tidak dalam seminggu itu, 2 hari saya sempatkan pulang ke rumah mengurus anak dan 5 hari mencari nafkah. Nanti juga dipastikan ongkos naik," katanya. Tak hanya di kompleks CI yang letaknya dilalui Jalur Tengah, Cikopo (Purwakarta)-Subang-Bantarwaru (Indramayu)-Cijelag (Sumedang), tempat hiburan di Jalur Pantura pun suasana tampak hingar bingar oleh kehadiran wajah-wajah baru penjaja seks komersial. Setiap rumah bordil di lokasi hiburan ini dihuni oleh 3 sampai belasan penjaja seks komersial. Tampat hiburan ini nyaris tak pernah sepi tamu. Karena letaknya yang ditepi Jalur Pantura mudah disinggahi pengguna jalan baik dari arah Jakarta- Cirebon atau sebaliknya. Tapi entah, kalau BBM sudah naik, apakah masih seramai sekarang? --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Gudang Media || MEDIA - Bertukar Informasi || - SMS (Seputar Masalah Seks), Lokalisasi, Panti Pijat, Hotel, Salon Plus, Pramuria, PSK, Pramunikmat, Wanita Binal, Lonthe, Cewek Panggilan, Tante Girang, Gosip, Infotainment, Artis, Bugil, Telanjang, Ngentot, Bispak, Ayam Kampus, Sharing Foto dan Video. - Join / Gabung: [EMAIL PROTECTED] Stop / Keluar: [EMAIL PROTECTED] Posting / Kirim Message: [email protected] Official BlogSpot: http://gudangmedia.blogspot.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
