Sore Mr. Mod...
Mau tanya kenapa setiap I reply kok masuknya ke spam ? tolong dunk. thanks ya 
mod.
Regards,
Amriza



________________________________
From: A.Mild16 <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, November 18, 2008 2:46:42 PM
Subject: [GM:4680] Namanya Gadis


Namanya Gadis


Yah nama itu sekarang tinggal jadi kenanganku yang indah entah kapan kita bisa 
ketemu lagi semenjak kepindahannya April ini ke luar kota nunjauh di sana.
Kami kenal di FS, dan mulai sering berkirim pesan di fasilitas FS tersebut, 
mulai dari status ku yang complicate dan diapun ternyata janda beranak satu 
ditinggal oleh laki laki yang lari kepelukan wanita kaya, kejadian itu sudah 6 
thn berlalu semenjak ia hamil 2 bulan, dan semenjak itu dia tidak punya laki2 
yang dekat dihatinya, kecuali dengan perkenalan kita Gadis merasa klob dan 
senang berbagi melalui FS ini.
Setelah sebulan berkenalan, kamipun bersepakat untuk ketemu di sebuah pertokoan 
di jakarta selatan, diapun memperkenalkan putrinya berumur 6 tahun, dan 
pertemuan pertemuan selanjutnya hanya melalui sms dan telepon karena posisi 
kita berjauhan, aku di Cilegon dan dia di Cireundeu.
Selama kurang lebih 3 bulan masa perkenalan kita, banyak cerita, keluh kesah, 
dan segala permasalahannya yang sering diceritakan kepadaku, dan akupun 
memberikan masukan yang sangat membantu dan memberikan awan cerah menurutnya
Dan suatu ketika; “a… pernah berpikiran untuk memaduku, menjadikanku istri 
kedua? Aku siap a, aku rela, aku ikhlas, aku tentram di samping aa†itu kata - 
kata yang menyambarku di sebuah pembicaraan via tlp di suatu siang…. Dengan 
alasan tidak bisa dibicarakan di telpon, kitapun sepakat untuk bertemu di 
Bandung, dan kebetulan aku ada meeting di Bandung, diapun ada urusan ijazah di 
bandung.
Semenjak pembicaraan itu, saat tlp â€" tlp selanjutnya aku selalu menggodanya 
untuk menggiring pikirannya tentang rencana kepergian kita ke Bandung; “kalo 
kita nginep berdua di Bandung trus terjadi hal â€" hal yang diinginkan, gak apa 
apa ya, kan Gadis tau, aku udah â€"puasa- cukup lama†ucapku, “wah jangan 
aa, tolong jaga aku, jangan goda aku, aku gak kuat aa, udah sekian lama gak di 
sentuh laki laki, please…†pintanya memelas, “kita liat nanti ya†jawabku 
lagi.
Kemudian minggu depannya kamipun bertemu di sebuah mall di pusat jakarta, 
membeli perbekalan untuk di perjalanan dan langsung cabut ke Bandung.
Diperjalanan menuju bandung aku bahagia sekali karena Gadis begitu memanjakan 
aku dengan melayani kebutuhanku, mulai dari mengambilkan kemilan, menghidupkan 
korek untuk rokokku, sampai memijit tanganku yang pegal, semua dilakukan dengan 
mesra yang menyentuh hasrat ku untuk menciumnya, tapi sekali lagi aku takut 
untuk bertindak yang bukan â€" bukan, karena aku sangat menghormati dan 
menyayangi dia, hanya tinggal angan - angun ku yang tiba tiba ngeres karena 
sentuhannya.
Tapi aku Heran, setiap kali mencuri pandang melihat wajah Gadis, ada kemuraman, 
kekurangan sesuatu atau entah apa lah dibalik senyum tawa canda disepanjang 
diperjalanan.
Sesampainya di Bandung, kamipun mencari penginapan yang tenang, “2 bad yang 
misah ya aa’, “kenapa?†, “aku takut terjadi….†Iya aku usahakan.
Di resepsionis aku minta 1 bad besar (he he he he)
“kok bad besar a. aku dimana?†tanya Gadis ketika sampai dikamar, “udah 
bareng aja, kalo engga’ aku di bawah deh†sergahku menghilangkan 
kecurigaannya..
Beberapa menit kemudian aku mandi dan keluar langsung menggunakan pakaian 
lengkap, takut dia curiga.
Dan ketika dia mandipun begitu, hanya saja pada saat setelah mandi tiba â€" 
tiba dia menyeruak dari balik pintu, “a, tolong tasku di meja†ketika aku 
ambilkan, terlihat siluet tubuhnya dibalik pintu yang terpantul dari kaca di 
dalam kamar mandinya, aku terperanjat dan berfikir; “ampun sexy sekali gadis, 
walaupun dilihat dari bayangan kaca†.
Setelah selesai berbenah, aku coba sibukkan kegiatan ku dengan penyiapan 
laporan untuk meeting besok, sedangkan Gadis mengunjungi teman2nya untuk say 
hallo. Sayangnya selama aku bekerja, tapi tak satupun laporan yang aku 
hasilkan, sedari tadi pikiranku melayang ke siluet kaca tadi, dan itupula yang 
membuat “adikku†bangun dan meronta ronta. Berkali kali aku coba hilangkan 
pikiran ku tentang hal itu, tapi hilang sudah akal sehatku.
Tiba â€" tiba pintu kamar diketuk, “a, aku pulang†pintu pun aku buka dan 
langsung ku peluk dia….
“ada apa a, kok gini…†, “gak apa apa†jawabku, “kangen aja.†
Setelah beristirahat dengan alasan capek ngerjain laporan untuk besok, “aku 
pijitin ya a†dan langsung tangannya menyentuh bahuku, rasa tentram dan hangat 
menjalar di tubuhku, aku bingung, kenapa perasaan santai ini tidak membuat 
“adikku†tenang, malah makin meronta kuat.
“dis, ganti baju dulu gih, kan abis jalan, kotor†kataku, sejurus kemudian 
ia sudah melangkah ke kamar mandi dengan pakaian tidur di tangan, “jangan 
ganti di kamar mandi, basah nanti celana jeansnya, aku balik kanan deh, gadis 
ganti di kamar aja†kataku tenang sambil membalikkan badan menghilangkan 
keraguan hati gadis.
Sejurus kemudian dia sudah ada di sampingku dengan daster leher rendah dan 
lengkap dengan bra dan CD.
“ughhhhh….†Kataku sambil menikmati sentuhan lembut gadis, dan tak sengaja 
dadanya yang cukup besar menyentuh punggungku.
Karena tidak tertahankan, aku membalikkan badanku dan langsung memeluk Gadis, 
napasnya yang tercekat dan kata â€" kata yang tak mampu keluar dari mulutnya 
karena aku mencium gadis begitu buasnya, tak lama berselang gadispun akhirnya 
membalas ciumanku dengan mesra, dan posisi diapun diatas menghimpitku.
Tak terasa dadanya mulai mengeras semakin menyentuh dada dan kelaki lakianku, 
tangankupun merayap menyusup kebalik dasternya untuk menyentuh buah dadanya 
yang semakin kencang. “Agrhhhh…..†terpekik pelan dan mencoba menghindar 
dari sentuhan tanganku namun tak kuasa karena kami sudah semakin menikmati 
pemanasan awal ini.
Akupun coba membuka kaitan branya dengan satu tangan dan berhasil, diapun 
melotot tanpa mampu menolak karena sejurus kemudian mulutku sudah menciumi 
wangi payudaranya yang montok itu, “ampun sudah punya satu anak, tapi masih 
kencang juga dadanya†
“Ah ugh sssh….†Semakin meracau mulutnya karena sentuhan bibirku di 
payudaranya semakin membangkitkan hasrat Gadis, akupun menukar posisinya 
dibawah dan aku menindih….
Perlahan lahan aku mengambil kesempatan untuk melepas celana boxerku dan 
lansung membuka paha gadis. Sengaja kusentuhkan “adikku†ke permukaan celana 
dalamnya yang tipis, aku berharap menambah sensasi untuknya, tanpa terburu buru 
membuka celana dalamnya, takut dia kaget dan membuyarkan konsentrasinya, 
pinggulku sengaja kugoyangkan agar, “adikku†menyentuh lembut permukaan 
vagina Gadis, tak berapa lama, terasa di ujung “kepala jamurku†ada sesuatu 
yang basah dan aku tau gadis makin terangsang dan mulai mengeluarkan pelicin 
dan secara tidak langsung menyatakan “siap†, aku pelan pelan turun sambil 
menciumi perut dan paha bagian dalamnya, gadispun makin mendesis dan menyentuh 
lembut kepalaku mengisyaratkan untuk cepat menyentuh bibir vaginanya yang makin 
basah.
Ketika sampai di antara dua pahanya, akupun berusaha semakin memperlebar bukaan 
pahanya agar aku leluasa untuk meciumi vaginanya yang harum khas, “ternyata 
dia tetap menjaga kewanitaanya dengan baik†pikirku.
Setelah kujilati dengan mesra, semakin lama semakin banyak ‘ lendirnya 
keluar, makin bersemangat aku, dan gadispun mulai membanting banting badannya 
karena tidak tahan menerima penjelajahan lidahku di sekitar liang vaginanya dan 
ketika klitorisnya kusentuh; “ughhhh asssshhh ampun a†jeritnya, sambil 
menekan kepalaku untuk semakin terbanam diantara selangkangannya, “ooohhh a, 
aku gak tahaaaaan a, ampun a, jangan siksa aku please……†
“agrhhhhh a, ampuuuun, please jangan siksa aku….†Gadispun mengejang untuk 
beberapa menit, selagi dia semakin mengejang, akupun semakin kuat menciumi dan 
menjelajahi klitorisnya karena aku tau, Gadis hampir orgasme….
Satu hentakan kuat keatas, tiba â€" tiba punggungku perih karena kuku Gadis 
menancap dipunggungku dan badannyapun mengejang kuat, dan diapun melemas tak 
berdaya. Raut wajah mukanya pasrah dengan apa yang sedang aku lakukan, 
napasnyapun tersengal sengal menahan birahi yang sedang bergejolak bersamaan 
dengan orgasme yang sedang Gadis alami.
Disela sela kepasrahannya;†a, makasih, belum pernah aku merasakan ini…..†
sambil mengucurkan air mata kebahagiaan dan kepuasan yang terpancar di wajah 
gadis.
Pelan pelan aku merangkak di sampingnya sambil menahan hasratku, aku sempat 
berfikir, kalo aku langsung hajar, pasti kaget, aku tidak ingin dia jadi 
berfikiran macem macem.
Pelan pelan walaupun dengan menahan gejolak “adik†yang tidak mau kompromi, 
ku peluk mesra Gadis, dan Gadis pun bersandar di dadaku. Sambil beristirahat 
kucoba sentuh dadanya yang masih mengencang padat, “aa belum keluar ya, Gadis 
harus gimana ya…†kataku, “santai aja, yang penting Gadis nyaman…†, 
“tapi please jangan dimasukin ya….†
Aku mulai bergerilya lagi dengan mencium bibirnya yang tipis dan turun 
kelehernya yang tak luput kuciumi. “Ssshhhh….†Desahnya, akupun turun ke 
dadanya yang mulai mengencang kembali, tak berapa lama aku coba sentuh liang 
kemaluannya, ternyata sudah basah lagi dengan lendirnya yang wangi, sambil 
menciumi dadanya aku telentangkan gadis dan kubuka belahan kakinya sehingga 
posisi misionaris aku dapatkan, ketika “adik†menyentuh pelan vaginanya, 
“ssshhhh….†Kembali terdengar dan pelukannya semakin erat, aku coba 
menggoyangkan pantatku agar “adiku†menyentuh lembut liang vagina Gadis, 
“ssshhhh…. a, enak a, aku gak tahan a, jangan siksa lagi aku dengan rasa 
ini, please…..†pelan pelan kepala jamurku ku masukkan kedalam liang vagina 
Gadis, matanyapun merem melek, tangannya menahan badanku tanda supaya tidak 
memasukkan punyaku keliang gadis;†…perih a’ pelan ya…..
 sakit….. ughhhhh, a….
Aku pun terpaksa menahan setengah, agar masuknya tidak terlalu terburu buru dan 
membuat gadis sakit. Akupun memaju mundurkan untuk beberapa menit agar vagina 
Gadis merasa terbiasa lagi, akupun menikmati “kepala adikku†di peluk erat, 
dan semakin membuatku harus menahan libido yang sudah di ubun ubun ini supaya 
tidak meledak. Setelah beberapa menit, gadis mulai merasa nyaman dan menikmati 
masuk keluarnya goyanganku, akupun menambah kedalaman “adikku†agar berenang 
di dalam vagina Gadis, diapun melotot tanda kaget,†a pelan ya, besar sekali, 
aku kepenuhan rasanya….†katanya. akupun harus bersabar kembali menarik ulur 
“adikku†kira kira tiga perempatnya, setelah sekian menit, diapun mulai 
mengencangkan badannya dan “aghhhh a…. aku gak kuat, aku pengen keluar 
a….†please jangan buat aku gak tahan….. rintihnya sambil semakin 
mengencangkan pagutan tangannya dibadanku, dan diapun
 menggelinjang gak tertahankan, tiba tiba kakinya di silangkan kepunggungku, 
dan serta merta terbenam lah seluruh “adikku†di dalam vagina Gadis; 
“aghhhh a, ampun aku gak tahan…. Saat itupun aku merasakan kembali 
orgasmenya untuk yang kesekian kalinya dan aku pun mempercepat goyanganku 
diatas, Gadispun terbanting banting badannya menahan kenikmatan ini, 
“adikku†pun terasa sekali dipijit pijit oleh liang vagina Gadis, setelah 
beberapa menit, Gadispun akhirnya tak berdaya, hanya racauan mulutnya tanda 
kenikmatan saja yang ada, akupun semakin bersemangat memompa. Tiba tiba “ada 
remasan yang kuat lagi di liang vagina Gadis yang kurasakan ketika ku lihat 
keselangkangan Gadis, tarikan pinggangku membuat bibir vagina gadis tertarik 
dan menimbulkan sensasi yang membuatku tidak dapat menahan air maniku yang 
mulai ingin muncrat, nadiku terasa berdenyut kencang membuat Gadis terpacu lagi 
untuk orgasme, diapun makin meracau
 sampai pada menit berikutnya kakinya kembali merangkul pinggangku, dan 
“…a, aku keluar lagi, teruuuus a, terusss… aghhhhh bersamaan dengan itu 
muncrat pula air maniku, untuk beberapa kali semprotan yang kerasa dan langsung 
membasahi liang kewanitaan Gadis, akupun merasa seluruh tenaga dan otot ku 
dihisap kedalam vagina Gadis, dan setelah itu aku biarkan “adikku†terbenam 
tenang dalam vagina Gadis dan kitapun berpelukan, “ssshhh….†Racauan Gadis 
karena merasakan denyutan nadi “adik†ku di dalam Vaginanya.
Untuk sekian lama masih kudiamkan “adik†ku terbenam di vagina yang masih 
hangat, terasa olehku lelehan air mani bercampur lendir kenikmatan Gadis yang 
keluar dari liang vagina Gadis.
“a…. kenapa kita begini ya, Gadis malu†ucapnya, dan tidak lama kemudian 
kamipun tertidur pulas.
Ketika menjelang subuh, dinginnya udara Bandung merayapi tubuh kami yang tanpa 
selimut, akupun bergeser untuk memeluk Gadis, sekecap ia bangun untuk 
merapatkan tubuhnya dipelukanku, tanpa sengaja, “adik†ku bangun karena 
tersentuh belayain lembut sentuhan tangan Gadis, “uuughhh….†Lirihku, dan 
seakan iapun mengerti dan semakin menyentuh lembut “adik†ku, entah berapa 
lama, tiba â€" tiba ia melepaskan sentuhannya karena terkesiap dengan kembali 
bangunnya “adik†ku, “a… kok jadi besar lagi?†, “Gadis sih, jadi 
bangun deh†ucapku.
“a… nanti lagi ya, agak perih nih, maaf udah lama tidak terbiasa lagi†, 
iya, santai aja, kapan kapan juga boleh†jawabku dengan merajuk, iapun 
tersenyum sambil mencubit mesra dadaku.
Kucium mesra keningnya, dan akupun mencium bibir hangatnya dan terus menjajah 
ke sekitar leher, “aku sayang Gadis†ucapku sambil mencium kuping dan 
sekitarnya, “sshhh…†kembali dia mendesah. Ciuman ini kulanjutkan turun ke 
dadanya yang montok dan berkonsentrasi disekitar putting susunya yang berwarna 
Pink, lagi â€" lagi “sshhh…. Keluar dari bibirnya yang mungil karena 
menahan sensasi dan rangsangan yang menjalar ditubuhnya karena kuciumi putting 
susunya, kumainkan dengan ujung lidahku, dengan meracaunya Gadis yang semakin 
keras suaranya, menandakan dia mulai terangsang hebat, dengan tidak malu â€" 
malu lagi, dia mulai menyentuh lembut “adik†ku dan kali ini sampai pada 
buah zakarku, “uuuughhh…..†desahku, begitu lembut tangannya sehingga 
makin mendidihkan gejolak nafsuku yang sudah tidak tertahankan, akupun langsung 
bergeser kembali keselangkangan Gadis untuk menciumi dan menjelajahi
 bibir vagina yang mulai mengeluarkan lendir kenikmatan yang semakin banyak, 
ketika aku mulai menyentuh klitorisnya dengan hidungku dan liang Vaginanya 
kujelajahi dengan ujung lidahku, “agrrhhhhh, ampun a… Gadis gak kuat, 
please….. jangan lama lama a…
Diapun semakin menjepitkan pahanya dan tangannya semakin menekan kepalaku, 
“…. Sshhh…. Ughhhh…. Aaaaa, aku keluar…..†bersamaan dengan itu 
vagina Gadis banjir dengan lendir kenikmatan yang keluar bersamaan dengan 
orgasmenya, akupun menjilati dan menelan seluruh lendir itu.
Setelah kejangannya mereda, pahanya mulai mengendur, kesempatan ini aku gunakan 
untuk menempelkan “adik†ku ke bibir vaginanya, aku takut kalo aku paksa 
masuk, Gadis akan menjadi kesakitan, “…. A, pelan ya†pintanya memelas, 
akupun kembali menyentuhkan “adik†ku ke Vaginanya. Ketika rautnya sudah 
tenang, aku perlahan lahan memasukkan setengah “adik†ku keliang vaginanya 
yang basah kembali dan menggoyangkan pinggulku, “ughhh…. Ssshhh… kembali 
Gadis meracau nikmat, semakin lama racauannya semakin keras dan badannya mulai 
mengejang, “….uuugghhhh, aghhhh, ampun a….†Gadis memekik, karena tiba 
â€" tiba dengan satu hentakan keras, aku masukkan seluruh batang “adik†ku 
kedalam Vaginanya, iapun berpegangan dibadanku kuat sekali sambil menahan 
tekanan â€" tekanan yang semakin kuat kulancarkan, dalam sekian lama 
penetrasiku, entah berapa kali Gadis orgasme, lemas,
 tak berdaya menahan kebuasanku karena sejak dari sore aku tahan.
Setelah bosan posisi misionaris, “kenapa berhenti a, aku tanggung†pinta 
Gadis, kita coba dari belakang yuk, diapun pasrah merubah posisi membelakangiku 
dan langsung kembali kuhujamkan “adik†ku, “ughhh… agrhhhh, oohhhh, a, 
aku gak tahan, sambil memutar mutar pinggulnya menahan nikmat, membuat 
“adik†ku menggelembung membesar, rasa ingin memuntahkan “lahar†panas 
yang siap meledak, “…. Ugh dis, aku keluar ya….. oghhh, “bareng a….. 
ughhhhh pada saat kedutan di liang vaginanya makin keras menjepit, “crot, 
crot, crot …†entah berapa kali, muntah lah lahar panas itu menyemprot liang 
kenikmatan Gadis, “uuuugggghhhh aaaaaa…. Aku…†pekik nya, gadis pun 
mengejang kuat dan makin menjepit “adik†ku dan tak sempat ia ucapkan, untuk 
kesekian kalinya Gadis orgasme….
Kami pun ambruk kelelahan dengan posisi tertelungkup…..
Pagi hari kami sama â€" sama mandi dan saling membersihkan sisa sisa tadi 
malam, setelah itu, tanpa ku minta, ia dengan sigapnya menyiapkan pakaian 
kerjaku yang ada di tas, merapikan seluruh barang barang bawaan ku, dalam 
sekejap semua sudah rapi dan kitapun siap berangkat.
Tampak tabir keceriaan yang terpancarkan dari muka Gadis, senyum yang 
mengembang, ahhh ini kah namanya kebahagian, hadiah dari hubungan kasih sayang 
yang kami wujudkan tadi malam…?
Setelah sekian lama aku dan dia belum pernah lagi menikmati indahnya sentuhan 
dalam sebuah aktifitas yang membawa perasaan kita melayang jauh….
Entah lah….

-- 
A.Mild16
Siapa Gonta Ganti Pacar
Belum Tentu Gonta Ganti Bini



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi ||
-
Segenap komunitas GudangMedia, MENOLAK RUU APP (Aksi Pornografi dan Pornoaksi). 
Negara telah melakukan intervensi terhadap hak-hak private seseorang serta 
pembunuhan terhadap karakter kebudayaan.


STOP Pembodohan Terhadap Masyarakat...!!!
-

Semua File, Foto dan Video merupakan kiriman dari para member GM yang telah 
mencapai lebih dari 1000 member. Thanks All.
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke