alamat gak bakal ketemu lagi nih pelakunya.... atau bahkan tidak akan pernah ketemu siapa pelaku pembobolan safe deposit box di BII. hehehehe...
Polisi Nilai BII Tak Kooperatif dalam Kasus Pembobolan Kotak Deposit Kamis, 29 Januari 2009 | 15:52 WIB *TEMPO Interaktif*, *Jakarta*: Pihak kepolisian menganggap Bank International Indonesia (BII) sulit diajak bekerja sama dalam mengungkap kasus pembobolan kotak deposit atau safe deposit box (SDB) di kantor pusat BII, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. "Susah. Kerja sama dengan mereka kurang bagus," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Pusat Komisaris Suwondo Nainggolan, Kamis (29/1). Akibat kurangnya kerjasama ini, polisi sulit mengungkap kasus ini. Dari tiga kasus yang ditangani Kepolisian Resor Jakarta Pusat, belum satupun yang terungkap. Bahkan, BII terkesan menutup-nutupi kasus ini. Polisi juga kesulitan karena minimnya saksi. Apalagi, pembobolan dilakukan di ruangan tertutup yang tidak boleh dimasuki sembarang orang. Padahal, BII memiliki informasi mengenai siapa saja pemilik kotak deposit dan yang memiliki akses ke dalam ruang kotak deposit. John Azis, pengacara salah satu nasabah BII yang isi kotak depositnya ikut dibobol Desember lalu, curiga bahwa yang membobol adalah orang yang punya akses masuk ke dalam ruangan SDB. "Bisa orang dalam atau pemilik SDB yang lain," ujar John. BII juga memiliki rekaman kamera CCTV pengunjung bank tersebut. Dari situ, seharusnya bisa ditelusuri siapa saja yang datang ke bank dan masuk ke ruangan kotak deposit pada saat sebelum terjadinya pembobolan. Sumber di kepolisian mengatakan BII bahkan tidak pernah melaporkan langsung peristiwa pembobolan ke polisi. "Kalau nasabah tidak lapor, bank tidak pernah lapor," ujarnya. Bahkan, pihak bank juga kerap menghalangi polisi yang akan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pihak BII sendiri membantah mereka tidak kooperatif dengan kepolisian untuk menyidik kasus pembobolan kotak deposit. "Kebijakan kita mendukung sepenuhnya investigasi yang dilakukan oleh polisi. Kami juga ingin kasus ini cepat terungkap," kata Juru Bicara BII Esty Nugrahaeni saat dihubungi melalui telepon Kamis (29/1). Ia mengaku pihaknya memberikan semua data yang diminta oleh polisi. "Namun jika bentrok dengan kerahasiaan bank saya tidak tahu," ujarnya. Mengenai kasus-kasus pembobolan yang terjadi tahun lalu, Esty mengatakan pihaknya sedang menunggu investigasi dari polisi selesai. "Kami juga melakukan investigasi internal. Tapi hasilnya saya juga belum tahu," katanya. *SOFIAN* -- -Mbah MaridJoss- Mariyuk Marisini Kitageligeli --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi || - Segenap komunitas GudangMedia, MENOLAK RUU APP (Aksi Pornografi dan Pornoaksi). Negara telah melakukan intervensi terhadap hak-hak private seseorang serta pembunuhan terhadap karakter kebudayaan. STOP Pembodohan Terhadap Masyarakat...!!! Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan...!!! - -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
