Habis Melayani Tiga Pria, Janda Itu Meninggal
  KOMPAS.COM/M 
SUPRIHADI<http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/16/08504149%20/habis.melayani.tiga.pria.janda.itu.meninggal#>
Ilustrasi kebun tebu
 
/<http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/16/08504149%20/habis.melayani.tiga.pria.janda.itu.meninggal>
    <http://www.surya.co.id/>
  Jumat, 16 Oktober 2009 | 08:50 WIB

*MALANG, KOMPAS.com —* Malang benar nasib Ngatiah atau Tia, janda berusia 39
tahun warga Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan. Ia menemui ajalnya setelah
melayani tiga buruh tebang tebu secara bergiliran tanpa istirahat.

Insiden mematikan itu terjadi ketika Mul alias Lum (30), warga Desa Tegaron,
Kecamatan Kepanjen bersama Ar (25) dan Bb, keduanya tetangga Tia, ingin
melampiaskan syahwat kepada perempuan itu.

Setelah tawar-menawar alot, akhirnya tempat kencan disepakati di sebuah
kebun tebu di Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, 7 km dari rumah Tia.

Biaya syahwat tiga pria itu pun disepakati Rp 100.000. Karena tempatnya di
kebun tebu dan darurat, maka alasnya pun cukup selembar sarung. Sementara
itu, Supandi, tukang ojek yang mengantar Tia, menunggu di tepi kebun tebu.

Yang dapat giliran pertama adalah Ar, kemudian Bb, baru terakhir Lum. “Saya
hanya sekitar tiga menit sudah KO. Saya deg-degan karena baru pertama kali,”
tutur Ar.

Ketika Bb dan Ar membersihkan diri di sungai dekat situ dan Bb mengemasi
pakaiannya seusai bercinta, tiba-tiba Tia mengeluh haus dan napasnya *
ngos-ngosan*.

Karena tak ada air bersih matang, maka ketiga pria itu memberinya air
sungai. Namun belum sempat ditelan, Tia memuntahkan air itu.

Kondisi Tia membuat ketiga pria itu panik. Lalu, dengan diantar Supandi,
Lumbon membawa perempuan itu ke RSUD Kanjuruhan, 3 km dari lokasi.

Selama perjalanan, napas Tia semakin berat dan ia terus ingin muntah, tetapi
tidak bisa. Namun, baru sampai di RSUD, ia tak bernapas lagi. Dari mulut dan
hidung Tia keluar busa.

Untuk mengusut kasus ini, hingga Kamis (15/10) siang, ketiga pemuda itu dan
Supandi diperiksa di Polsek Kepanjen. Meski statusnya masih sebagai saksi,
kondisi psikis mereka drop karena takut.

“Kami menunggu hasil otopsi korban. Karena itu, status mereka masih sebagai
saksi. Memang hasil keterangan keluarganya, korban lama mengidap asma dan
maag akut,” kata AKP Prayitno SH, Kapolsek Kepanjen. *(st12)*


-- 
Aldo Desatura ® & ©
================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi ||
-
Segenap komunitas GudangMedia, MENOLAK RUU APP (Aksi Pornografi dan Pornoaksi). 
Negara telah melakukan intervensi terhadap hak-hak private seseorang serta 
pembunuhan terhadap karakter kebudayaan.


STOP Pembodohan Terhadap Masyarakat...!!! 
Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan...!!!

-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke