----- Pesan Diteruskan ---- *Dari:* Dian Rachmawati <[email protected]> *Kepada:* *Terkirim:* Sen, 22 Maret, 2010 11:54:22 *Judul:* Jangan ada korban lagi...please
Dear All… Saya ingin berbagi mengenai kejadian penipuan yang baru saya alami beberapa hari lalu, dengan harapan bisa menjadi peringatan untuk Anda dan orang-orang di sekeliling Anda (terutama perempuan) utk lebih berhati-hati … Semua bermula pada hari Senin, tgl 15 Maret 2010 sekitar pk.13.30 WIB. Selesai makan siang di B2 saya menuju ATM Center di LG Floor Senayan City. Di escalator ada seseorang menjajari saya dan menegur “ Kerja di SCTV ya Mbak?(jelas-jelas saya pakai seragam dan menggunakan ID Card). “Di bagian apa Mbak?” Dia memperkenalkan diri bernama Aden, bekerja sebagai Spv. di sebuah dealer mobil Jepang di kawasan Sudirman. “Kalau butuh mobil hubungi saya ya Mbak…”. Saya jawab bahwa itu bukan bagian saya tetapi Purchasing. Selanjutnya dia meminta no hp saya tapi saya tidak langsung kasih. Dia tanya saya tinggal di mana, saya jawab Depok. Dia bilang bahwa dia tinggal di Depok juga, di Perum. Pesona Kayangan (saya percaya saja, perumahan itu memang ada dan kebetulan ada saudara saya yang tinggal disitu). Selanjutnya dia meminta lagi no hp saya dan akhirnya saya beri salah satu no saya. Saya sama sekali tidak meminta no hp-nya (saya pikir kalau dia butuh pasti dia hubungi saya). Hari Selasa malam dia menghubungi saya dan minta untuk bertemu malam itu juga di kost saya tetapi saya menolak. Selanjutnya dia masih mencoba meminta untuk bertemu hari Rabu sepulang saya bekerja tetapi dengan berbagai alasan saya masih menolak. Hari Kamis malam tgl 18 Maret, pk. 18.30 WIB saya masih berada di kantor, dia kembali menghubungi saya. Dia bilang sedang berada di rumahnya di Depok dan minta untuk bertemu, saya lagi-lagi menolak, saya bilang akan pulang malam karena masih ada pekerjaan. Tetapi dia masih belum menyerah dan akhirnya saya iyakan. Dia menyarankan untuk bertemu di Plaza Blok M karena dekat dengan kantor saya. Saya masih menawar untuk bertemu di Depok saja tetapi dia menolak. Akhirnya saya ok (kebodohan saya yang pertama) karena saya pede mengenal daerah Blok M Plaza , tetapi saya sempat agak ragu juga dan meng-sms teman satu divisi saya (saya bertanya kira-kira aman tdk ya bertemu orang ini, mereka menyarankan supaya saya berhati-hati saja). Sekitar pk. 20.00 WIB saya bertemu dia di Blok M Plaza. Dia mengajak saya makan dan berjanji mengantar saya pulang ke Depok. Saya mengikutinya menuju parkiran motor (kebodohan saya kedua). Saya juga tidak terpikir utk melihat plat nomor motornya (kebodohan saya ketiga). Saat saya akan mengenakan jaket, saya agak kerepotan dengan tas saya. Dia langsung menarik tas saya dan menyantolkan di spion. Saya meminta kembali tas saya sampai 2 kali tetapi dia tidak memberikan dengan alasan saya ribet (kebodohan saya yang paling fatal, seharusnya saya sudah curiga, tetapi “alarm” saya masih belum berbunyi). Selama di perjalanan, berkali-kali saya melihat ke tas saya untuk memastikan dia tidak berbuat yang tidak-tidak. Dia mengarahkan motornya menuju Tebet, dia bilang akan mampir ke rumah mama tirinya dan mengambil mobil, saya menolak. Saya bilang saya mau cepat pulang. Dia sengaja melalui jalan-jalan kecil (seingat saya seperti kompleks perumahan). Saya tanya kenapa tidak lewat jalan besar saja, dia bilang menghindari macet. Awalnya jalanan masih ramai, tetapi ketika dia akan melewati jalan gelap saya mulai mengancam “ Kamu jangan macam-macam, saya bawa cutter”. Dia kaget dan langsung berbalik arah. Sampai disini pun saya masih belum curiga karena dia selalu mengobrol wajar. Tetapi ketika akhirnya dia berhenti di depan sebuah rumah, spontan saya turun (saya pikir dia tetap mampir ke rumahnya). Dalam posisi saya turun dia masih di atas motor dan mesin motor masih menyala, dia masih sempat mengajak saya mengobrol dan tiba-tiba di mulai berjalan pelan-pelan. Saya heran tetapi masih tidak “ngeh”, saya pikir rumahnya kelewatan atau apalah. Setelah tiba-tiba dia tancap gas, barulah “alarm” saya berbunyi. Saya tertipu. Tas saya beserta seluruh isinya dibawa kabur dan saya sama sekali tidak punya uang untuk pulang. Saya kehilangan 2 bh handphone, 2 kartu ATM, Kartu Kredit, KTP, Kartu NPWP, Kartu Jamsostek, Kartu Asuransi Perusahaan, ID Card, sejumlah uang dan beberapa barang lainnya. Akhirnya saya bisa sampai di kost saya di Depok karena ada penjual bubur yang memberi saya uang Rp. 20.000,-. Dengan dibantu salah satu teman kost, saya memblokir rekening. Dengan menggunakan hp teman kost saya mencoba menghubungi no hp saya yang hilang. Ternyata salah satunya masih aktif dan dia mengangkat telp saya. Reaksi pertama saya adalah marah dan memaki-makinya. Dia minta maaf berkali-kali dan bilang dia janjian dengan teman satu divisi saya utk mengembalikan tas saya esok pagi (saya baru tau keesokan bahwa dia sempat menelpon salah satu teman kantor saya menanyakan alamat kost saya utk mengembalikan barang saya, selain itu dia juga sempat miscall pengelola kost saya). Dia bilang dia hanya iseng dan mengatakan “ Anak-anak SCTV sombong-sombong, liat aja berita kalian…” (saya makin marah). Dia sempat mengancam kalau saya masih terus memaki dia tidak akan mengembalikan tas saya, dan sayapun mencoba baik-baik sama dia. Dia juga bilang dia menghipnotis saya tetapi saya menyangkal (kalau saya dihipnotis pasti saya tidak akan ingat apa saja pembicaraan selama di perjalanan). Bahkan sampai keesokan harinya dia masih sempat beberapa kali mengirim sms kepada saya (menggunakan no hp saya). Keesokan harinya atas saran teman kantor kami bermaksud memancing dan menjebak Aden ini di suatu tempat, tetapi kami tidak berhasil. Dia selalu mengulur-ngulur waktu dan hanya berjanji saja mengembalikan tas saya. Akhirnya dengan diantar teman kantor saya “napak tilas” utk memastikan TKP dan melapor ke Polsek Metro Tebet. TKP adalah di depan sebuah rumah di Jl. Pal Batu I, daerah Saharjo Jakarta Selatan. Menurut Polisi, ini termasuk kasus penggelapan. Polisi sendiri merasa heran karena biasanya pelaku akan langsung menonaktifkan no HP yang diambilnya, tetapi Aden ini masih sering sering menghubungi saya (terakhir dia sms sewaktu saya dalam perjalanan menuju kantor polisi). Saya menyebutnya psikopat. Ciri-ciri Aden adl sbb: 1. Tinggi 180 cm, berat +/- 75 kg, agak chubby 2. Putih, agak sipit (dia bilang ayahnya keturunan Chinesse) 3. Gigi atas agak kedalam 4. Rambut lurus rapi 5. Penampilan rapi, bersih 6. Mengendarai Yamaha Jupiter warna silver, helm standard putih bercorak hitam (tanpa mika penutup muka). 7. Bicaranya sopan tetapi nadanya sombong (selalu menyiratkan dia berasal dari keluarga mampu dan sering membicarakan asset-asetnya) 8. Nama lengkapnya berbau Islam (sayang saya tidak sempat tahu) 9. Mengaku memiliki/ saudaranya memiliki kafe di Kemang, ayahnya bekerja di Kedutaan dan memiliki mama tiri keturunan Arab di Tebet 10. Mengaku sebelumnya pernah bekerja di bank 11. Dari cara jalannya, saya menduga kakinya “O” Saya berharap tidak ada lagi yang menjadi korban berikutnya (apalagi oleh pelaku yang sama). Selama ini saya selalu berprinsip, jika kita baik dengan orang, maka orang lain akan baik juga dengan kita, tetapi saya salah, tidak selalu seperti itu. Jika Anda pernah merasa bertemu orang dengan ciri-ciri diatas, mohon hubungi saya atau Polsek Metro Tebet (dengan Bp. Soegiono atau Bp. Suryalaksana). Tolong peringatkan orang-orang disekitar Anda, terutama perempuan (saya yakin dia mengincar korban perempuan). Jangan mudah percaya dengan orang yang baru Anda kenal, sebaik apapun orang itu dari segi penampilan, tutur kata dsb. Saya tidak menyangka dia seorang penipu karena saya mengenalnya bukan di jalanan, tetapi di lokasi kerja saya sehari-hari. Gunakan intuisi Anda, karena seringkali kita sudah diberi “tanda-tanda” tetapi kita sering mengabaikannya. Saya bersyukur masih selamat dan banyak teman-teman yang membantu saya, tetapi saya sudah kehilangan identitas, surat-surat dan seluruh hasil kerja keras saya. Saya tidak tidak ingin ada korban lagi, please…. Best Regards, Dian Rachmawati 021-2793 5555 Ext. 1422 - Thil Konthal Kantil - Buto Cakil Ngemut Penthil -- GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi || - Segenap komunitas GudangMedia, MENOLAK RUU APP (Aksi Pornografi dan Pornoaksi). Negara telah melakukan intervensi terhadap hak-hak private seseorang serta pembunuhan terhadap karakter kebudayaan. STOP Pembodohan Terhadap Masyarakat...!!! Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan...!!! - To unsubscribe from this group, send email to gudangmedia+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words "REMOVE ME" as the subject.
