Gambarnya Mana GAn ????????????????? Pada tanggal 06/07/10, Ki Djoko Lemot <[email protected]> menulis: >> >> >> BH Hitam Tante >> Wike<http://nafsu.wordpress.com/2006/09/29/bh-hitam-tante-wike/> September >> 29, 2006 >> >> Aku sedang tidur ketika HPku berdering. Suara yang tak asing terdengar >> ditelingaku. Rupanya tante Wike ada di Ykt. Katanya sich ada tugas kantor >> dengan teman-temannya dan aku diminta datang kehotel *** tempat mereka >> menginap. Sambil jalan aku membayangkan sosok tante Wike. Dia adik ibuku >> yang berusia 39 tahun. Kulitnya kuning langsat dengan tinggi 175 cm, >> tubuhnya ramping dan seksi. Dadanya dihiasi oleh sepasang payudara yang >> indah dan besar. Waktu kecil dulu aku sering mengintip dada tante Wike dan >> kalau onani sering membayangkan dadanya itu. Kalau membandingkannya dengan >> artis, tante Wike mirip Vina Panduwinata. >> >> Sesampai di hotel aku diperkenalkan dengan 2 teman tante Wike, Pak >> Bondan(46) dan Bu Shinta(37). Mereka memintaku menjadi penunjuk jalan >> selama >> mereka di Ykt, dan aku menyanggupinya. Setelah itu kami berkeliling kota >> sampai jam 21:47. Karna sudah malam tante Wike meminta aku menginap >> dikamarnya saja. Kesempatan batinku, dari tadi aku sudah gatal melihat >> payudara tante Wike dibalik baju tang top biru yang ketat. Aku tak ingat >> lagi kalau dia tanteku, yang penting hasratku tersalurkan pikirku. >> >> Setelah masuk kamar tante Wike pergi mandi, aku langsung memikirkan cara >> bagaimana agar aku bisa menikmati tubuh tante Wike yang tetap seksi walau >> telah memiliki 2 anak. Saat dia keluar aku menelan ludah, dengan celana >> pendek ketat sampai diatas lutut dan baju kaos putih tanpa lengan >> benar-benar memamerkan lekuk-lekuk tubuhnya yang sempurna. Saat tante Wike >> lewat didepanku tercium wangi sabun dari tubuhnya, saat ia hendak >> mengeringkan rambutnya terlihat BH hitam kesukaanku dari balik ketiak >> tante >> Wike. >> >> Aku jadi gelap mata. Begitu tante Wike membelakangiku, langsung kurangkul >> dia. Bibirku menyedot lehernya, sementara tanganku yang satu meremas >> sepasang payudara dan yang satu lagi bermain diselangkangan dan paha tante >> Wike. Hanya sebentar ia meronta setelah itu tubuh tante Wike menjadi >> tenang. >> “Izinkan aku merasakan tubuh tante yang indah ini ya?” Desahku di kuping >> tante Wike. >> “Gimana Ndra? Tapi sekali ini aja ya Ndra.. dan kamu harus janji ini >> menjadi rahasia kita berdua” Kata tante Wike. Aku mengangguk kecil tanda >> bersedia. >> >> Tante Wike lalu mencopot bajunya dan terlihatlah buah dadanya yang putih >> mulus terbungkus BH hitam, aku diam memperhatikan, birahiku mulai naik. >> Lalu >> tante Wike mencopot celana ketatnya terlihat paha mulus yang kugerayangi >> tadi. Saat ia hendak melepas tali BH aku cegah. Dengan lembut tanganku >> kebelakang pundak tante Wike membuka kaitnya lalu memelorotkan BH itu >> sambil >> menggesek puting susunya. Sepasang payudara berukuran 36 B terlihat sangat >> indah dipadu dengan puting susunya yang mencuat kedepan. >> >> Tante Wike lalu mencopot celana dan CD hitamnya. Dan kini ia telah >> telanjang bulat, penisku terasa tegang karna tak menyangka tubuh tante >> Wike >> seindah itu. Lalu ia naik keatas ranjang dan merebahkan badannya >> telentang. >> Aku begitu takjub, tubuh tanteku yang aduhai telanjang dan pasrah >> berbaring >> diranjang tepat dihadapanku. >> “Ayo Ndra.. apa yang kamu tunggu, tante udah siap, jangan takut kalau >> belum >> pernah nanti tante bantu” Kata tante Wike. >> “Iya.. tolong ya tante” Jawabku berbohong. >> >> Segera aku melepas semua pakaianku karna sebenarnya aku juga sudah tak >> tahan. Kulihat tante Wike memperhatikan kejantananku yang >> berdenyut-denyut, >> lalu aku naik keatas ranjang dan memulainya. Langsung saja kukecup >> bibirnya, >> kulumat-lumat bibirnya, terasa ia kurang meladeni bibirku, masih canggung >> pikirku, tapi tidak aku hiraukan terus aku lumat bibirnya. Sementara >> kuarahkan tanganku ke dadanya. Kutemukan gundukan bukit, lalu aku >> elus-elus >> dan remas buah dadanya sambil sesekali memelintir puting susunya. >> >> “Ooh.. Ndra.. apa yang kau lakukan.. ergh.. sshh..” Tante Wike mendesah >> tanda birahinya mulai naik, sesekali aku merasakan ia menelan ludah yang >> mulai mengental. Setelah puas dengan bibirnya, kini bibirku kuarahkan >> kebawah, aku ingin merasakan bagaimana rasanya mengulum buah dada tante >> Wike. Sejenak aku pandangi buah dada yang kini berada tepat dihadapanku, >> ooh >> sungguh indahnya, putih mulus tanpa cacat sedikitpun, seperti belum pernah >> terjamah laki-laki. Langsung aku jilati dari bawah lalu kearah putingnya, >> sementara buah dada kanannya tetap kuremas-remas sehingga tambah kenyal >> dan >> mengeras. >> >> “Emmh oh aarghh” Tante Wike mendesah hebat ketika aku menggigit puting >> susunya. >> Kulirik wajahnya dan terlihat matanya merem melek dan giginya menggigit >> gigi bawahnya, kini jariku kuarahkan keselangkangannya. Disana kurasakan >> rambut yang tumbuh disekeliling vagina tante Wike. Jari-jariku kuarahkan >> kedalamnya, terasa lubang itu sudah sangat basah, tanda bahwa dia sudah >> benar-benar terangsang. Kupermainkan jari-jariku sambil mencari >> kelentitnya. >> Kupermainkan jariku keluar-masuk didalam lubang vagina tante Wike yang >> semakin licin tersebut. >> >> “Aarrgghh.. eenhh.. Ndra kam.. mu ngapain oohh..” Kata tante Wike meracau >> nggak karuan, kakinya mengecak-ngecak sprei dan badannya menggeliat. Tak >> kuperdulikan kata-katanya, maka tubuh tante Wike makin menggelinjang >> dikuasai nafsu birahi. Kurasakn tubuh tante Wike menegang dan wajahnya >> memerah bercucuran keringat, aku pikir dia sudah mau klimaks. Kupercepat >> gerakan jariku didalam liang vaginanya. >> “Oohh.. arghh.. oohh..” kata tante Wike dengan nafas tersengal-sengal dan >> tiba-tiba. >> >> “Ooh..aahh..” Tante Wike mendesah hebat dan pinggulnya terangkat, badannya >> tergetar hebat beberapa kali. Terasa cairan hangat memenuhi lubang >> vaginanya. >> “Oohh.. ohh.. emhh..” Tante Wike mendesah-desah meresapi kenikmatan yang >> baru diraihnya. >> “Ndra apa yang kamu lakukan kok tante bisa kayak gini?” Tanyanya padaku. >> “Kenapa memangnya tante?” Kataku sambil meremas payudaranya. >> “Baru kali ini aku merasakan kenikmatan seperti ini, luar biasa” Kata >> tante >> Wike. Ia lalu bercerita kalau om Widya (suaminya) hanya sebentar saja jika >> bercumbu sehingga ia kurang puas. >> >> “Sayang.. sekarang giliranku” Bisikku ditelinganya, tante Wike mengangguk >> kecil. >> Aku mulai mencumbunya lagi, kulakukan seperti tadi, mulai dari bibirnya >> yang kulumat, lalu buah dadanya yang aku nikmati. Setelah kurasa cukup, >> kusejajarkan tubuhku diatas tubuhnya dan tante Wike tahu. ia lalu >> mengkangkangkan pahanya lalu kuarahkan batang kejantananku keliang >> senggamanya. Perlahan-lahan aku masukkan batang penisku dan aku nikmati. >> Batang kejantananku mudah saja memasuki liang senggamanya karna sudah >> sangat >> basah dan licin. Kini perlahan-lahan aku gerakkan pinggulku naik turun. >> ooh >> nikmatnya. >> >> “Lebih cepat Ndra.. aarghh.. mmhh” Kata tante Wike terputus-putus dengan >> mata yang merem melek. Aku percepat gerakanku lalu terdengar suara >> berkecipak dari selangkangannya. >> “Iya.. begitu.. aahh.. terr.. russ.. aarghh..” kata tante Wike tak karuan. >> Keringat kami berucuran menjadi satu, kulihat wajahnya semakin memerah. >> “Ndra, tante mau.. enak lagi.. ohh.. ahh.. aahh ahh..” Kata tante Wike >> sambil mendesah panjang, tubuhnya bergetar dan kurasakan vaginanya >> dipenuhi >> cairan hangat menyiram batang penisku. >> >> Remasan dinding vaginanya begitu kuat, akupun mempercepat gerakanku dan.. >> croott.. akupun mencapai klimaks.. aahh.., kubiarkan air maniku keluar >> didalam liang senggama tante Wike. Kurasakan nikmat yang luar biasa, >> kupeluk >> tubuhnya erat-erat sambil mengecup puting susunya menikmati kenikmatan sex >> yang sesungguhnya. Setelah cukup menikmatinya kucabut penisku dan >> kubaringkan tubuhku disampingnya. >> >> “Tante Wike, terima kasih ya..” Kubisikkan lirih ditelinganya sambil >> kukecup pipinya. >> “Tante juga Ndra.. baru kali ini tante merasakan kenikmatn seperti ini, >> kamu hebat” Kata tante Wike lalu mengecup bibirku. >> Kami berdua lalu tertidur karna kelelahan. >> >> Sekitar jam 3 pagi aku terbangun. Setelah meminum segelas air aku >> memandangi tubuh telanjang tante Wike. Benar-benar menggairahkan sekali, >> kecantikan wajah dan keindahan tubuhnya masih terjaga diusianya yang >> hampir >> berkepala 4 ini. Lalu aku mulai mencumbunya lagi, kali ini aku ingin >> menikmati dengan sepuas hatiku setiap inci tubuh tante Wike. >> Perlahan-lahan >> aku lumat bibir tante Wike dengan penuh kelembutan sampai ia mulai >> terbangun >> lagi. >> >> Setelah tante Wike terbangun kugunakan lidahku untuk membelah bibirnya, >> kupermainkan lidahku didalam mulutnya. tante Wikepun mulai berani, >> lidahnya >> juga dipermainkan sehingga lidah kami saling beradu, membuatku semakin >> betah >> saja berlama-lama menikmati bibirnya. Tanganku beroperasi didadanya, >> kuremas-remas payudaranya yang kenyal mulai dari lembah sampai ke >> puncaknya >> lalu aku pelintir putingnya shingga ia menggeliat dan menggelinyang. Dua >> bukit kembar itu semakin mengeras. Ia menggigit bibirku saat kupelintir >> puting susunya. >> >> Setelah aku puas dibibirnya, kini aku melumat dan mengulum payudaranya. >> Dengan sigap lidahku menari-nari diatas bukitnya yang putih mulus itu. >> Tanganku tetap meremas-remas buah dadanya yang sebelah kanan. Kulihat mata >> tante Wike sangat redup, ia memagut-magut bibirnya sendiri, mulutnya >> mengeluarkan desahan erotis. >> “Oohh.. aarghh.. en.. ennak Ndra, emmh..” Kata tante Wike mendesah-desah. >> >> Tiba-tiba tangannya memegang tanganku yang sedang meremas-remas >> payudaranya >> dan menyeret ke selangkangannya. Aku paham apa yang diinginkannya, ia >> ingin >> agar aku segera mempermainkan liang vaginanya. Jari-jariku pun segera >> bergerilya divaginanya. Kugerakkan jariku keluar masuk dan kuelus-elus >> klentitnya yang membuat tante Wike semakin menggelinyang tak karuan. >> “Ya.. terruss.. argghh.. eemmh.. enak.. oohh..” Mulut tante Wike meracau. >> >> Setiap kali tante Wike terasa mau mencapai klimaks, aku hentikan jariku >> menusuk vaginanya, setelah ia agak tenang, aku permainkan lagi liang >> senggamanya, kulakukan beberapa kali. >> “Emhh Ndra.. ayo dong jangan gitu.. kau jahat oohh..” Kata tante Wike >> memohon. >> Mendengarnya membuatku merasa kasihan juga, tapi aku tidak akn membuatnya >> klimaks dengan jariku tapi dengan mulutku, aku ingin menerapkan hasil >> latihanku dengan Bu Denok dan Bu Atika. >> >> Segera kuarahkan mulutku keselangkangannya. Kusibakkan rambut-rambut hitam >> yang mengelilingi vaginanya dan terlihatlah liang senggamanya yang merah >> dan >> mengkilap basah, sungguh indah. Segera aku jilati lubang itu, lidahku >> kujulurkan keluar masuk. >> “Ndra.. apa yang kamu lakukan.. arghh itu kan ji.. jik emhh..” Kata tante >> Wike. >> Aku tak perdulikan kata-katanya, lidahku terus menari-nari didalam liang >> senggamanya bahkan menjadi semakin liar tak karuan >> >> Ketika lidahku menyentuh kelentitnya, ia mendesah panjang dan tubuhnya >> menggeliat tak karuan dan tak lama tubuhnya bergetar beberapa kali, >> tangannya mencengkram sprei dan mulutku dipenuhi cairan yang keluar dari >> liang kewanitaannya. >> “Ohmm.. emhh.. ennak Ndra.. aahh..” Kata tante Wike ketika ia klimaks. >> Setelah tante Wike selesai menikmati kenikmatan yang diperolehnya, aku >> mencumbunya lagi karna aku juga ingin mencapai kenikmatan. Kali ini >> posisiku >> dibawah tubuh tante Wike. >> >> Aku tidur telentang dan tante Wike melangkah diatas batang penisku. >> Tangannya memegang batang kejantananku yang tegak perkasa, setelah >> menjilatinya lalu perlahan-lahan pinggangnya diturunkan dan vaginanya >> diarahkan ke batang penisku dan dalam sekejap bless burungku hilang >> ditelan >> liang kewanitaannya. Tante Wike lalu mulai melakukan gerakan naik turun, >> ia >> angkat pinggannya dan ketika sampai dikepala penisku ia turunkan lagi. >> Mula-mula ia pelan-pelan tapi kini ia mempercepat gerakannya. >> >> Kulihat wajahnya penuh dengan keringat, matanya sayu sambil merem melek >> dan >> sesekali ia melihat kearahku. Mulutnya mendesis-desis, sungguh seksi wajah >> wanita yang sedang dikuasai nafsu birahi dan sedang berusaha mencapai >> puncak >> kenikmatan. Wajah tante Wike terlihat sangat cantik seperti itu ditambah >> lagi rambut sebahunya yang terlihat acak-acakan terombang ambing gerakan >> kepaalanya. Payudaranya terguncang-guncang, lalu tanganku >> meremas-remasnya. >> Desahannya tembah keras katiak jari-jariku memelintir puting susunya. >> “Oh emhh yaah.. oohh..” Itulah kata-kata yang keluar dari mulut tante >> Wike. >> >> “Tante nggak kuat lagi Ndra..” Kata tante Wike sambil berhenti >> menggerakkan >> badannya. >> Aku tahu ia segera mencapai klimaks, lalu aku rebahkan tubuh tante Wike >> dan >> kupompa liang senggamanya, tak lama tante Wike mencapai klimaks. >> Kuhentikan >> gerakanku untuk membiarkan tante Wike menikmati orgasmenya yang kesekian. >> Setelah itu kucabut batang penisku dan kusuruh tante Wike menungging lalu >> kumasukkan batang penisku dari belakang. Tante Wike terlihat hanya pasrah >> saja terhadap apa yang kulakukan padanya. Ia hanya mendesah kenikmatan. >> >> Setelah puas dengan posisi ini, aku suruh tante Wike rebahan lagi dan aku >> masukkan lagi batang kejantananku dan memompa vaginanya lagi, karna aku >> ingin mengakhirinya. Beberapa saat kemudia tante Wike ingin klimaks lagi, >> wajahnya memerah dan tubuhnya menggelinjang ke sana ke mari. >> “Ahh.. oh.. tante mau enak lagi Ndra. arrghh ahh..” kata tante Wike. >> “Tunggu sayang, ki.. kita barengan.. aku juga sedikit lagi..” desahku. >> “Tante udah nggak tahan Ndra.. ahh..” kata tante Wike mendesah panjang. >> >> Lalu tubunya bergetar hebat, pinggulnya terangkat naik. caran hangat >> membasahi batang kejantananku. Cairan hangat menyirami batang penisku dan >> kurasakan dinding vaginanya seakan akan menyedot penisku begitu kuat dan >> akhirnya aku pun tidak kuat.. crott.. aku pun mencapai klimaks. Nikmatnya >> luar biasa. Lalu kami saling berpelukan erat meresapi kenikmatan yang >> merasuki kami berdua. >> “Thank’s tante” Bisikku sambil memelintir puting susunya. >> >> Setelah itu 3 malam berturut-turut aku memuaskan hasrat yang terpendam >> sejak aku kecil sampai tante Wike kembali pulang ke Smr. >> “Kalau pulang.. jangan lupa kerumah ya” Bisiknya saat akan naik ke pesawat >> terbang di bandara. >> Aku tersenyum penuh arti. Sebentar lagi aku akan pulang berlibur, aku >> sudah >> rindu dengan tante Wike yang aduhai. >> >> E N D >> > > -- > GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi || > - > Segenap komunitas GudangMedia, MENOLAK RUU APP (Aksi Pornografi dan > Pornoaksi). Negara telah melakukan intervensi terhadap hak-hak private > seseorang serta pembunuhan terhadap karakter kebudayaan. > > > STOP Pembodohan Terhadap Masyarakat...!!! > Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan...!!! > > -
-- GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi || News: Telah Hadir FaceBook khusus bagi anggota GM = Lingga Yoni - Site: http://groups.google.com/group/gudangmedia Blog: http://gudangmedia.blogspot.com -
