Makepung Grand Prixnya orang Bali.
Photo & Text by Barry Kusuma

untuk melihat foto lengkap balap Makepung yang extrem, silahkan klik disini.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4468446

Kalau Madura punya Kerapan Sapi, maka Bali memiliki Makepung. Dua tradisi
yang serupa tapi tak sama, namun menjadi tontonan unik yang segar sekaligus
menghibur.

Makepung yang dalam bahasa Indonesia berarti berkejar-kejaran, adalah
tradisi berupa lomba pacu kerbau yang telah lama melekat pada masyarakat
Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana. Tradisi ini awalnya hanyalah
permainan para petani yang dilakukan di sela-sela kegiatan membajak sawah di
musim panen. Kala itu, mereka saling beradu cepat dengan memacu kerbau yang
dikaitkan pada sebuah gerobak dan dikendalikan oleh seorang joki.

Makin lama, kegiatan yang semula iseng itu pun berkembang dan makin diminati
banyak kalangan. Kini, Makepung telah menjadi salah satu atraksi budaya yang
paling menarik dan banyak ditonton oleh wisatawan termasuk para turis asing.
Tak hanya itu, lomba pacu kerbau inipun telah menjadi agenda tahunan wisata
di Bali dan dikelola secara profesional.

Sekarang ini, Makepung tidak hanya diikuti oleh kalangan petani saja. Para
pegawai dan pengusaha dari kota pun banyak yang menjadi peserta maupun
supporter. Apalagi, dalam sebuah pertarungan besar, Gubernur Cup misalnya,
peserta Makepung yang hadir bisa mencapai sekitar 300 pasang kerbau atau
bahkan lebih. Suasana pun menjadi sangat meriah dengan hadirnya para pemusik
jegog (gamelan khas Bali yang terbuat dari bambu) untuk menyemarakkan
suasana lomba.

Ketika mulai dilombakan pada tahun 1970-an, aturan dan kelengkapan dalam
Makepung ikut mengalami beberapa perubahan. Misalnya, kerbau yang tadinya
hanya seekor, sekarang menjadi sepasang. Kemudian, cikar atau gerobak untuk
joki yang dulunya berukuran besar, kini diganti dengan yang lebih kecil.
Kerbau peserta Makepung, sekarang juga lebih `modis' dengan adanya berbagai
macam hiasan berupa mahkota yang dipasang di kepala kerbau dan bendera hijau
atau merah di masing-masing cikar. Sementara, arena Makepung berupa track
tanah berbentuk `U', sepanjang 1 - 2 km.

Berbeda dengan Kerapan Sapi Madura ataupun event yang bersifat race lainnya,
Makepung mempunyai aturan yang sedikit unik. Pemenang lomba ini bukan hanya
ditentukan dari siapa atau pasangan kerbau mana yang berhasil mencapai garis
finish pertama kali saja, akan tetapi ditentukan juga dari jarak antar
peserta yang sedang bertanding. Artinya, seorang peserta akan dianggap
sebagai pemenang bila ia menjadi yang terdepan saat mencapai finish dan
mampu menjaga jarak dengan peserta di belakangnya, sejauh 10 m.

Namun, bila pasangan kerbau yang berada di belakang bisa mempersempit jarak
dengan peserta di depannya, menjadi kurang dari 10 m, maka pasangan kerbau
yang di belakang itulah yang akan keluar sebagai pemenang. Perlombaan
diselesaikan dalam hitungan delapan sampai sepuluh menit dalam setiap
race-nya.

Penggemar dan peserta Makepung di Jembrana terbagi menjadi dua kelompok yang
dikenal dengan nama Blok Barat dan Blok Timur. Pembagian blok ini
berdasarkan aliran Sungai Ijo Gading yang membelah ibukota Kabupaten
Jembrana. Kedua blok akan bertemu dalam perlombaan resmi setiap dua minggu
sekali. Dan, masing-masing blok mempunyai sirkuit sendiri yang kerap
digunakan sebagai lokasi berlatih ataupun lomba yang bersifat resmi.

Hal unik yang membuat Makepung menjadi sebuah tontonan yang seru dan
menarik, adalah ekspresi seorang joki yang berada di atas cikar dan sedang
memberi semangat pada kedua kerbaunya dengan meneriakkan yel-yel daerahnya
masing-masing. Sang joki memecut kerbau dengan sebuah tongkat selama berpacu
di atas track selebar 2 m ini untuk bisa mencapai kecepatan maksimal.
Beberapa joki juga menggunakan tongkat khusus di mana terdapat paku-paku
kecil yang menempel pada tongkat tersebut. Maka, tak mengherankan bila
kerbau yang digunakan berdarah-darah setelah mengikuti lomba ini.

Yang menambah serunya Makepung, dalam setiap lomba hampir selalu ada joki
yang gagal mengendalikan kerbaunya. Hal ini kerap terjadi saat ada peserta
yang akan menyalip peserta lainnya. Dan, saat kerbau lepas kendali, ia pun
akan keluar lintasan dan akhirnya terperosok ke petakan sawah ataupun
terbalik. Penonton pun bersorak-sorai…

 untuk melihat foto lengkap balap Makepung yang extrem, silahkan klik
disini.
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4468446

__._,_.___

-- 
GudangMedia || MEDIA - Bertukar Informasi ||

News: Telah Hadir FaceBook khusus bagi anggota GM = Lingga Yoni

-
Site: 
http://groups.google.com/group/gudangmedia

Blog: 
http://gudangmedia.blogspot.com
-

Kirim email ke