Assalamualaikum wr wb
Pa kabar semuanya? mudah2an kalian dalam keadaan yang terbaik saat ini. Pada
kesempatan postingan kali ini saya mau sedikit berbagi cerita tentang 2 hari
membimbing santri 3 Aly di HK (selasa-Rabu). OK lah kita mulai saja. Mungkin
ceritanya agak panjang. Jadi bagi yang merasa jenuh membacanya mohon dimaafkan.
Selain itu juga, saya akan menyampaikan beberapa pesan dari Mudir HK, hasil
diskusi saya dengan beberapa teman hk7 termasuk Wawan, Didik, dkk. Sekaligus
kritik atau saran yang membangun tentunya. Oh iya, perlu dikethui juga, tujuan
saya menyampaikan hal ini agar kalian tahu kondisi adik2 kelas kita di sana.
Doakan saja mereka lulus semua.
------------
Pada email sebelumnya, saya pernah bercerita bahwa saya ga bisa ke HK sewaktu
mendapat sms yang mengejutkan itu. Saya mengira hal ini sudah berakhir dengan
mengirimkan 2 wakil saya dari ITB ke HK. Ternyata semua itu belum berakhir.
Senin malam, saya dikejutkan kembali oleh sebuah sms, kali ini dari bapak saya.
Isinya mengabarkan 2 hal, pertama tentang keluarga yang mengalami kecelakaan
dan sekarang sedang koma (mohon doanya dari kalian semua) dan satu lagi tentang
kunjungan Ust Sofyan ke LIPIA sekaligus memohon kepada orang tua saya agar
menyuruh saya ke HK untuk tujuan bimbingan UN. Bener2 mengejutkan, karena esok
harinya saya harus mengikuti ujian jam 9 pagi. Bapak saya juga merasa tidak
enak, karena seakan2 anaknya tidak mau membimbing adik2 kelasnya di HK dalam
menghadapi UN pada sabtu-ahad lalu, padahal dahulu anaknya sudah dibesarkan di
sana. Seakan2 lupa balas budi. Itu yang ada di pikiran bapak saya. Beliau pun
menyuruh saya untuk menghubungi
langsung Ust Sufyan selaku mudir ma'had saat ini. Dan sayapun melakukannya.
Dengan menggunakan kata2 dalam sms yang paling lembut dan sapaan yang
menyejukkan dengan harapan mendapatkan hal yang sama pula, saya mulai
mengetikkannya dalam HP yang sudah sekarat, minta dikubur. Tidak lama kemudian
datang sms yang bunyinya justru diluar dugaan, berbunyi "Habis ujian besok
langsung ke pondok. Ana tunggu di pondok". Wow mengejutkan...!!! SMS yang cukup
singkat tanpa salam balasan dan membuat saya berangan jauh. Kira2 kalau kalian
dapat sms balasan spt ini apa yang terbayang di benak kalian? Ya, ada sebuah
masalah yang menghantui pondok saat ini dan berharap sekali bantuan kita. Tanpa
basa-basi saya langsung susun rencana untuk esok hari.
* Semua jadwal yang ada diatas jam 11 siang hari selasa saya cancel
sampe waktu yang ditentukan kemudian.
* Cari kendaraan untuk menghemat waktu tempuh, namun hasilnya nihil. Ya
udah naik bis ajah.
* Telp Burhan, besok pagi bolos Kimat, tapi beliau tidak berhasil
dihubungi. Mungkin sudah pergi ke alam mimpi. Memimpikan hal-hal yang indah
esok hari.
* Menyiapkan kira2 apa aja yang mau disampaikan didepan santri 3 Aly.
Yang jelas bukan materi pelajaran. karena udah H-2 ujian fisika. Saya hanya
memberikan motivasi dan cara berfikir logis.
* Siapkan semua amunisi, peralatan mandi, baju ganti, kaos kaki, jaket
dsb termasuk ongkos.Selasa, 22 April 2008. Pukul 12.00 saya sudah berada di
terminal caheum dan siap melakukan perjalanan panjang selama kurang lebih 5-6
jam. Dalam perjalanan, saya terus memikirkan apa saja kira2 yang akan saya
berikan untuk mereka. Motivasi, berfikir logis, kuis2/game, kepoh-an2, dsb.
Tepat beberapa saat setelah azan maghrib berkumandang, saya tiba di HK. Cuaca
cukup dingin karena diselimuti kabut tebal sepanjang perjalanan dari alun2
maniskidul menuju gerbang HK. Di gerbang sudah menunggu Ust. Wawan Romliansyah
yang tengah duduk santai dengan para satpam. Kemudian saya menuju ruang tamu
disanbung mandi dan sholat maghrib. Setelah itu diajak wawan makan nasgor di
kuningan sambil ngobrol banyak dengannya tentang HADE, HK7, pondok, dsb.
Selepas sholat isya, saya menuju Darul Arqom untuk membimbing mereka menghadapi
UN hari kedua, kimia dan B. inggris. Kedatangan saya membuyarkan konsentrasi
mereka belajar kimia dan dalam sekejap berganti fisika. Show time.....!!!
Saatnya mengepoh dan memberikan mereka cara berpikir logis + kuis2.
Hahahaha.... mereka terpesona dengan apa2 yang saya berikan. Saya kasih tau apa
arti integral, sumasi, diferensial dan bagaimana cara menggunakannya. Selain
itu juga saya kasih contekan untuk mekanika yang hanya berisi 5 baris rumus.
Mereka cukup kaget. Dengan 5 baris rumus itu, kita bisa bongkar semua masalah
mekanika. Mereka terkejut lagi. Kemudian saya kasih lagi sebuah kuis tentang
barometer dan tinggi gedung. Inti dari kusi ini adalah melatih berfikir kreatif
dalam menghadapi permasalahan. Tak terasa 3 jam lebih sudah saya berinteraksi
dengan mereka. Saatnya istirahat....
Subuh di hari Rabu, saya dihadapkan pada sebuah keadaan yang cukup
mengherankan. Kamar tamu terisi penuh oleh santri kelas 3 MTs. Masih tidur lagi
saat qomat sudah berkumandang. Saya berfikir sejenak, apa sebenarnya tujuan
mereka tidur di ruang tamu ini. Menghindari bagian kedisiplinan kah? atau apa?
Ust yang datang membangunkan mereka pun tak mampu membuat mereka bangun. Kesal
melihat fenomena seperti itu, akhirnya saya ambil tindakan untuk membangunkan
mereka tentunya dengan cara saya sendiri. Saya pukul beberapa kali angggota
badannya dan pastinya kalo mereka ga bangun juga airlah yang akan menyapa
mereka langsung pagi itu. Ternyata benar, harus menggunakan air. OK siapa
takut. Dalam hati "bodo amat lu anak siapa gw ga takut". Katanya kita mau
membangun bangsa menjadi lebih islami, tapi sholat subuh aja masih males
begini, masjid didepan mata kalian, masa kalian sholat subuh di ruang tamu,
taro dimana otak kalian? Apa kata dunia? Saya marahi aja
sekalian. Mereka tau kalo saya punya adik di sini kelas 3 MTs juga. Tapi kalo
mereka berani macem2 thd adik saya hanya karena masalah ini, silahkan saja.
Saya akan memberikan mereka bermacam2 lagi.
Pagi hari sekitar jam 7 pagi, datang 2 orang tamu dari Jogja, Ashif dan Iqbal.
Merak juga mengalami kisah yang serupa dengan saya, ditelpon langsung oleh
mudir. Jam 8 HP saya berbunyi, sms dari bapak, isinya sms dari Mudir yang di
forward ke saya. "Pak Iman, Hadi sampai saat ini belum datang ke pondok" Kok
jadi buronan gini ya? HP kemudian berbunyi kembali, kali ini HP milik Ashif
yang berbunyi, telp dari mudir. "Antadziruka amama bait ust sabiqin fi
tsaaminah". Enten nopo malih niki? Aya naon deui iyeu teh? (ada apa lagi ini).
Ok lah kita kesana aja. Di sana kita disuguhi makanan, minuman, dsb tapi kami
ga menyentuhnya karena kami tau itu ruang pengawas ujian, pastinya makanan itu
adalah hak para pengawas lagipula kita juga malu. Tapi ust tau kalo kit abelum
sarapan, makanya makanannya dibungkusin.... hehehe... Jadi enak. Setelah
berbincang2 panjang lebar, tinggi luas dan volum, akhirnya selesai juga. Jam
menunjukkan pukul 10.30 dengan tempat sudah
berpindah ke ruang kepala sekolah.
Ba'da Ashar, kita mulai lagi bimbingan fisika. Kali ini formatnya sedikit
berbeda, karena hadirnya 2 orang tambahan. Tapi buat saya, sama aja. Apa yang
saya kasih ke mereka masih sama. Malah saya kasih cara untuk mengkritisi soal.
Karena beberapa soal pra -UN salah konsep, bahkan ga masuk akal/logis. Saya
sarankan juga kepada mereka, kalo nanti pas UN kalian menemukan soal yang kayak
gini protes aja langsung ke pengawas. Ini buat nunjukin kalo kita berkualitas,
sampe tau kesalahan soal. Mereka cuma tersenyum.
Bimbingan dilanjutkan kembali ba'da isya masih dengan format yang sama hanya
saja 2 orang yang baru datang pagi ini sudah kembali ke Jogja ba'da maghrib.
Alhamdulillah semua berjalan lancar. Dan di akhir saya memberikan mereka
motivasi untuk tidak mudah menyerah. "Ketika kita menghadapi soal jangan
langsung mengatakan susah, karena kalo kita melakukannya otak kita akan
tersugesti untuk tidak mengerjakan soal. Tapi berusahalah sekuat tenaga kalian
sampe bel akhir ujian berbunyi. Cari cara sekreatif mungkin untuk menyelesaikan
soal bukan unuk menyontek. Kalo lupa rumus, pake logika yang paling sederhana
saja atau lihat satuan2 yang ada. Kemudian cocokkan dengan satuan dari besaran
yang ditanyakan" Mereka berharap nantinya ada bimbingan SPMB juga buat mereka
dari kita. Wallahu a'lam saya bisa enggak.
Akhirnya kontrak saya sudah habis di HK. Saatnya kembali ke Bandung esok hari.
Karena besok jam 1 siang saya ada kuliah.
------------------------
Pesan Mudir (dengan sedikit pengubahan redaksi):
Mungkin program bimbingan dari alumni ini akan terus berlanjut kedepannya. Jadi
mohon bantuannya dari semua Alumni yang memiliki kafaah di bidangnya.
Kemudian saya tanggapi :
Boleh saja ust. Hanya saja koordinasi diperjelas apakah ini atas nama ISLAH
atau perorangan. Karena terus terang saya bingung, ini tuh koordinasinya
kemana. Mohon diperjelas lagi. Dan yang paling penting adalah tidak dadakan
seperti saat ini. Dan ini saran dari beberapa teman saya, gimana kalo yang kita
bidik kedepannya adalah kelas 2 Aly. Jadi program ini bisa berkesinambungan.
Mungkin sebulan sekali atau bagaimana lah periodesasinya. Jadi nanti dari kami
(alumni) bisa mempersiapkan apa saja yang mau kita berikan buat adik kelas kita
dan sekaligus SDM nya.
-----------------------
Hasil diskusi dengan teman2 HK7 :
Beberapa orang teman kita menginginkan, setiap hal yang terbaru kalo bisa
datang dari angkatan kita (angkatan 7). Kalo bisa jadikan angkatan kita sebagai
angkatan percontohan buat yang lainnya. Tapi bukan berarti hal ini kita ingin
berpisah dari ISLAH. Kita tetap ada di bawah naungan ISLAH. Hanya saja
kontribusi kita di lapangan. Karena menurut saya yang membuat ISLAH kuat adalah
adanya kantung2 angkatan. Termasuk masalah bimbingan UN ini. Nah, kalo saya
melihat, angkatan kita cukup bagus persebaran bidang kuliahnya. Tapi ga tau nih
pada mau ga yang beginian. Kalo mau, kira2 seperti apa? Mari kita diskusikan.
----------------------
Sedikit catatan untuk pondok atau siapapun yang peduli :
Tolong perhatikan anak2 kelas 3 MTs yang tidur di ruang tamu. Kasihan mereka ga
dapet pahala subuh. (Masalah ruang tidur mereka yang pindah di ruang tamu saya
pribadi tidak ingin terlalu mempermasalahkan dan saya kira pondok tau bagaimana
hukumnya santri tidur di sana). Sholat sunnah qobliyah subuh aja lebih baik
dari dunia dan isinya, apalagi sholat fardhu-nya. Orang2 Amerika aja yang
notabene bukan muslim, subuh mereka sudah bangun, ada yang berangkat ke kantor,
ada yang sekedar lari-lari pagi dengan anjing mereka. Mereka bisa bangun subuh
karena hal itu. Hati mereka sepertinya sudah tertambat oleh anjing mereka dalam
rangka untuk menjaga kesehatan anjing tsb. Masa kita (muslim) yang katanya
hatinya tertambat kepada Allah ga sanggup bangun subuh. Lalu dimana sebenarnya
kita tempatkan Allah dalam kehidupan kita? Ini adalah bentuk rasa sayang saya
kepada mereka. Ok lah mungkin saya dahulu juga begitu sampe harus ngumpet2 di
jemuran karena males ke masjid
untuk sholat subuh di masjid. Tapi itu dulu sebelum saya melakukan perenungan
panjang. Karena sekarang saya sudah sadar, saya ingin menyadarkan teman2 saya
yang belum sadar supaya mereka sadar. Ini juga saya praktikan dalam mengajarkan
mereka fisika, saya ga mau mereka menghafal rumus (walaupun dahulunya saya
menghafalnya), tapi pahami maksud dan arti dari rumus itu. Kapan mereka harus
menggunakannya dan dari mana mereka bisa mendapatkannya. Sehingga kasus2
menyontek akan tereduksi dengan sendirinya. Dan justru yang hadir adalah
konpetisi antar mereka. Sehingga kualitas kita bisa bersaing dengan kualitas
mereka yang berasal dari sekolah umum.
Ya udah paling itu aja....
Maaf kalo kepanjangan emailnya. Karena ini udah ditahan sejak saya di pondok
kemaren. Akhirnya bisa ditumpahkan juga. Mohon maaf sebesar-besarnya jika
tulisan diatas ada yang membuat kalian tersinggung atau ada kata2 yang ga
pantes diucapkan. Secara pake gaya Bekasi. Ya inilah saya, dan kalian adalah
teman saya. Maka 'nikmati'-lah (berkawan dengan) saya apa adanya. Kalo saya
salah mohon diluruskan. Dan kalo kalian salah, saya punya kewajiban untuk
meluruskan kalian. Bukan begitu?
Wassalamualaikum wr wb
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com