haru...saat da'wah ini terus mengepakkan sayapnya,saat da'wah ini
mencoba menyampaikan keindahannya lewat tauladan, saat dakwah ini
mencoba memberi solusi, saat dakwah ini mencoba merangkul semua, saat
dakwah ini mencoba memberi warna lain pada tiap episode kehidupan...
saat dakwah ini semakin bergemuruh...saat semua orang mulai tersenyum
menyambutnya..saat warna itu juga mulai terlihat
Ustadz Rahmat Abdullah...
saya terlambat mengenal sosok beliau,guru besar dakwah itu baru saya
kenal justru ketika kabar kematian beliau tersiar...hhh sungguh sangat
menyesal!!sosoknya yang begitu teduh..seperti mata air di tengah
sahara, sosoknya yang tajam dalam perkataan, gambaran sesosok murabbi
sesungguhnya.
ketika dihadapkan pada dinamika kampus yang semakin memanas menjelang
2009, terkadang sulit sekali memposisikan "musuh dakwah" itu menjadi
bagian dari mad'u kita. bener-bener bukan hal yang mudah..mengingat
semua yang telah mereka lakukan untuk da'wah!padahal Rasulullah justru
menjadi orang pertama yang menjenguk abu jahal ketika sakit setelah
cacian dan hinaan Beliau dapatkan.
mengapa...???
apakah orientasi itu telah bergeser, apakah keikhlasan itu telah
luntur, ataukah ada ego pribadi yang terselip disana???..andai saya
tau jawaban itu
Astaghfirullah...jangan-jangan ini yang menghambat keberkahan da'wah
itu, kerikil-kerikil itu justru berada dalam barisannya..
ikhwah...ajarkan bagaimana menjadi the real murabbi??bukan hanya pada
lingkar-lingkar kecil saja, tapi tiap langkah, perkataan,
sikap..menjadi cerminan seorang murabbi pada semua mad'u termasuk
kepada "para musuh da'wah"


Kirim email ke