7 Langit, 7 Malaikat Penjaga, & 7 Amal Sang Hamba (TiGA)
 
 by: anugerah_w on Tuesday, May 03,2005 - 10:33
 
Hudzaifah.org-
Dari Ibnu Mubarak & Khalid bin Ma'dan, mereka berkata kepd Mu'adz bin  Jabal,   
"Mohon ceritakan kepada kami sebuah hadits yg tlah Rasulullah ajarkan kepdmu, 
yg dihafal o/mu & selalu diingat2nya karena sgt kerasnya hadits tsb & sgt halus 
serta dlmnya makna. Hadits manakah yg engkau anggap sbg hadits terpenting?"
Mu'adz menjawab, "Baiklah,akan aku ceritakan" Tiba2 Mu'adz menangis 
tersedu..Lama sekali tangisannya itu, hingga bbrp saat kemudian baru terdiam. 
Beliau kemudian berkata, "Emh,sungguh aku rindu sekali kepd Rasulullah.Ingin 
sekali aku bersua kembali dg beliau...". Kemudian Mu'adz melanjutkan:
Suatu Hari ketika aku menghadap Rasulullah Saw.yg suci, saat itu beliau tengah 
menunggangi untanya.Nabi kmdn menyuruhku u/turut naik bersama beliau 
dibelakangnya.Aku pun menaiki unta tsb dibelakang beliau.Kmdn aku melihat 
Rasulullah menengadah ke langit & bersabda, "Segala kesyukuran hanyalah 
diperuntukkan bagi Allah yg telah menetapkan kepd setiapCiptaan-Nya apa2 yg Dia 
kehendaki.Wahai Mu'adz!
Labbaik,wahai penghulu para rasul"
"Akan aku ceritakan kpdmu sebuah kisah, yg apabila engkau mjaganya baik2,maka 
hal itu akan memberikan manfaat bagimu. Namun sebaliknya,apabila engkau 
mengabaikannya,maka terputuslah hujjahmu di sisi Allah Azza wa Jalla!
"Wahai Mu'adz...Sesungguhnya Allah Yg Maha Memberkati&Maha Tinggi telah 
menciptakan 7 malaikat sebelum Dia menciptakan petala langit & bumi. Pada 
setiap langit terdapat 1 malaikat penjaga pintunya, & menjadikan penjaga dari 
tiap pintu tsb 1 malaikat yg kadarnya disesuaikan dg keagungan dari tiap 
tingkatan langitnya"
 
"Suatu hari naiklah malaikat Hafadzah dgamalan seorg hamba yg amalan tsb 
memancarkan cahaya & bersinar bagaikan matahari. Hingga sampailah amalan tsb ke 
langit dunia (as-samaa'I d-dunya) yaitu sampai kedlm jiwanya. Malaikat Hafadzah 
kemudian memperbanyak amal tsb & mensucikannya"
Namun tatkala sampai pd pintu langit 1, tiba2 malaikat penjaga pintu tsb 
berkata,"Tamparlah wajah pemilik amal ini dg amalannya tersebut!! Aku adalah 
pemilik ghibah...Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepdku u/mencegah setiap hamba 
yg telah berbuat ghibah,di antara manusia-membicarakan hal2yg berkaitan dg 
orang lain yg apabila orang itu mengetahuinya,dia tidak suka 
mendengarnya-u/dapat melewati pintu langit 1 ini!"
Kmdn keesokan harinya malaikat Hafadzah naik ke langit beserta amal shalih 
seorang hamba lainnya. Amal tsb bercahaya yg cahayanya terus diperbanyak oleh 
Hafadzah & disucikannya, hingga akhirnya dpt menembus ke langit ke2. Namun 
malaikat penjaga pintu langit kedua tiba2 berkata,"Berhenti kalian!Tamparlah 
wajah pemilik amal tsb dg amalannya itu! Sesungguhnya dia beramal namun dibalik 
amalannya itu dia menginginkan penampilan duniawi belaka ('aradla d-dunya). 
Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku u/tdk membiarkan amalan si hamba yg 
berbuat itu melewati langit ke2 ini menuju langit berikutnya!"
Mendengar itu semua,para malaikat pun melaknati si hamba tsb hingga petang 
harinya.
 
 
 
 Malaikat Hafadzah lain naik bersama amalan sang hamba yg nampak indah,yg 
didlmnya tdpt shadaqah, shaum2nya serta perbuatan baiknya yg melimpah. Malaikat 
Hafadzahpun memperbanyak amal tersebut & mensucikannya hingga akhirnya dpt 
menembus langit 1 & ke-2
Namun ketika sampai di pintu langit ketiga,tiba2 malaikat penjaga pintu langit 
tsb berkata,"Berhentilah kalian! Tamparkanlah wajah pemilik amalan tsb dg 
amalan2nya itu! Aku adalah penjaga al-Kibr(sifat takabur).Rabb Pemeliharaku 
memerintahkan kepdku u/tidak membiarkan amalannya melewatiku,karena selama ini 
dia selalu bertakabur di hadapan manusia ketika berkumpul dlm setiap majelis 
pertemuan mereka"
Malaikat Hafadzah lain naik ke langit demi langit dg membawa amalan seorg hamba 
yg tampak berkilauan bagaikan kerlip bintang gemintang & planet.Suaranya tampak 
bergema & tasbihnya bergaung disebabkan ibadah shaum, shalat, haji & umrah, 
hingga tampak menembus tiga langit 1 & sampai ke pintu langit keempat”
“Namun malaikat penjaga pintu tersebut berkata, “Berhentilah kalian! & 
tamparkan dg amalan2 tsb ke wajah pemiliknya! Aku a/malaikat penjaga sifat 'ujub
 (takjub akan keadaan jiwanya sendiri).Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepdku
agar tidak membiarkan amalannya melewatiku hingga menembus langit sesudahku..
Dia selalu memasukkan unsur 'ujub didlm jiwanya ketika melakukan suatu 
perbuatan!”
Malaikat Hafadzah lainnya naik bersama amalan seorg hamba yg diiring bagaikan 
iringan pengantin wanita menuju suaminya.Hingga sampailah amalan tsb menembus 
langit ke5 dg amalannya yg baik berupa jihad, haji & umrah. Amalan tsb memiliki 
cahaya bagaikan sinar matahari”
“Namun sesampainya di pintu langit ke5 tsb, berkatalah sang malaikat penjaga 
pintu,
“Saya adalah pemilik sifat hasad (dengki).Dia telah berbuat dengki kepd manusia 
ketika mereka diberi karunia o/Allah.Dia marah terhadap apa2 yg telah Allah 
ridlai dlm ketetapan-Nya. Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku u/tdk membiarkan 
amal tsb melewatiku menunju langit berikutnya!”            
Malaikat Hafadzah lain naik dg amalan seorg hamba berupa wudlu yg sempurna, 
shalat yg banyak, shaum2nya, haji & umrah, hingga sampailah ke langit yg ke6. 
Namun malaikat penjaga pintu langit ke-6 berkata, “Saya adalah pemilik 
ar-rahmat (kasih sayang).Tamparkanlah amalan si hamba tersebut ke wajah 
pemilikinya. Dia tidak memilki sifat rahmaniah sama sekali di hadapan manusia. 
Dia malah merasa senang ketika melihat musibah menimpa hamba lainnya.Rabb 
Pemelihara memerintahkanku untuk tdk membiarkan amalannya melewatiku menuju 
langit berikutnya!”
Naiklah malaikat Hafadzah lain bersama amalan seorg hamba berupa nafkah yg 
berlimpah, shaum, shalat, jihad & sifat wara' (berhati2 dlm bermal). Amalan tsb 
bergemuruh bagaikan guntur & bersinar bagaikan bagaikan kilatan petir. Namun 
ketika sampai pada langit yg ke7, berhentilah amalan tsb di hadapan malaikat 
penjaga pintunya”
Malaikat itu berkata, “Saya a/pemilik sebutan (adz-dzikru) / sum'ah (mencintai 
kemasyhuran) di antara manusia. Sesungguhnya pemilik amal ini berbuat sesuatu 
karena menginginkan sebutan kebaikan amal perbuatannya didlm setiap pertemuan. 
Ingin disanjung di antara kawan2nya & mendptkn kehormatan di antara para 
pembesar.
Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku u/tdk membiarkan amalannya menembus
melewati pintu langit ini menuju langit sesudahnya. Dan setiap amal yg tdk 
diperuntukkan bagi Allah ta'ala secara ikhlas, maka dia telah berbuat riya',& 
Allah Azza wa Jalla tidak menerima amalan sesorg yg diiringi dgriya' tersebut.!”
Dan malaikat Hafadzah lain naik beserta amalan seorg hamba berupa shalat, 
zakat, shaum demi shaum, haji, umrah, akhlak yg berbuahkan hasanah, berdiam 
diri, berdzikir
kepd Allah Ta'ala, maka seluruh malaikat di 7 langit tsb beriringan menyertainya
hingga terputuslah seluruh hijab dlm menuju Allah Subhanahu. Mereka berhenti di 
hadapan ar-Rabb yg Keagungan-Nya (sifat Jalal-Nya) bertajalli. & para malaikat 
tsb menyaksikan amal sang hamba itu merupakan amal shalih yg diikhlaskannya 
hanya bagi Allah Ta'ala”
“Namun tanpa disangka Allah berfirman, 'Kalian a/malaikat Hafadzah yg menjaga 
amal2 hamba-Ku, & Aku a/Sang Pengawas, yg memiliki kemampuan dlm mengamati apa2 
yg ada didlm jiwanya. Sesungguhnya dg amalannya itu, sebenarnya dia tdk 
menginginkan Aku. Dia menginginkan selain Aku! Dia tidak mengikhlaskan 
amalannya bagi-Ku. & Aku Maha Mengetahui terhadap apa yg dia inginkan dari 
amalannya tsb. Laknatku bagi dia yg telah menipu makhluk lainnya & kalian 
semua, namun Aku sama sekali tidak tertipu olehnya. &Aku adalah Yg Maha 
Mengetahui segala yg ghaib, Yg memunculkan apa2 yg tersimpan didlm kalbu2. Tdk 
ada 1pun di hadapan-Ku yg tersembunyi, dan tidak ada yg samar di hadapan-Ku 
terhadap segala yg tersamar..... Pengetahuan-Ku terhadap apa2 yg tlah terjadi 
sama dg pengetahuan-Ku terhadap apa2 yg belum terjadi.
Pengetahuan-Ku terhadap apa2 yg telah berlalu sama dg pengetahuan-Ku terhadap 
yg akan datang. & pengetahuan-Ku terhadap segala sesuatu yg awal sebagaimana 
pengetahuan-Ku terhadap segala yg akhir. Aku lebih mengetahui sesuatu yg 
rahasia & tersembunyi. Bagaimana mungkin hamba-Ku menipu-Ku dg ilmunya. 
Sesungguhnya dia hanyalah menipu para makhluk yg tidak memiliki pengetahuan, & 
Aku Maha Mengetahui segala yg ghaib. Baginya laknat-Ku!!”
“Mendengar itu semua maka berkatalah para malaikat penjaga 7 langit beserta 
3000 pengiringnya, 'Wahai Rabb Pemelihara kami, baginya laknat-Mu & laknat 
kami” Dan berkatalah seluruh petala langit, 'Laknat Allah baginya &laknat 
mereka yg melaknat buat sang hamba itu!”
Mendengar penuturan Rasulullah Saw. sedemikian rupa, tiba2 menangislah Mu'adz 
Rahimahullah, dg isak tangisnya yg cukup keras...
Lama baru terdiam kemudian dia berkata dengan lirihnya, "Wahai 
Rasulullah.......Bagaimana bisa aku selamat dari apa2 yg telah engkau ceritakan 
tadi...??"
 Rasulullah bersabda, "Oleh karena itu wahai Mu'adz ikutilah Nabimu didlm 
sebuah keyakinan.."
Dg suara yg bergetar Mu'adz berkata, "Engkau adalah Rasul Allah, & aku hanyalah 
seorang Mu'adz bin Jabal....Bagaimana aku bisa selamat dan lolos dari itu 
semua...??"
 Nabi yg suci bersabda, "Baiklah wahai Mu'adz, apabila engkau merasa kurang 
sempurna dalam melakukan semua amalanmu itu, maka cegahlah lidahmu dari ucapan 
ghibah & fitnah terhadap sesama manusia, khususnya terhadap saudara2mu yg sama2 
memegang Alquran. Apabila engkau hendak berbuat ghibah / memfitnah org lain, 
haruslah ingat kepd pertanggungjawaban jiwamu sendiri, sebagaimana engkau tlah 
mengetahui bahwa dlm jiwamupun penuh aib-aib”
Janganlah engkau mensucikan jiwamu dg cara menjelek2kan org lain. Jangan angkat 
derajat jiwamu dg cara menekan org lain. Janganlah tenggelam didlm memasuki 
urusan dunia shg hal itu dapat melupakan urusan akhiratmu. Dan janganlah engkau 
berbisik2 dg seseorang, padahal di sebelahmu terdapat org lain yg tidak 
diikutsertakan”
Jangan merasa dirimu agung & terhormat di hadapan manusia, karena hal itu akan 
membuat habis terputus nilai kebaikan2mu di dunia & akhirat. Janganlah berbuat 
keji didlm majelis pertemuanmu shg akibatnya mereka akan menjauhimu karena 
buruknya akhlakmu.Janganlah engkau ungkit2 kebaikanmu di hadapan org lain”
Janganlah engkau robek orang2 dg lidahmu yg akibatnya engkau pun akan dirobek2 
oleh anjing2 Jahannam, sebagaimana firman-Nya Ta'ala, "Demi yg merobek2 dengan 
merobek yg sebenar2nya..." (QS An-Naaziyat [79]: 2) Di neraka itu, daging akan 
dirobek hingga mencapat tulang”
Mendengar penuturan Nabi sedemikian itu, Mu'adz kembali bertanya dg suaranya yg 
semakin lirih, "Wahai Rasulullah, Siapa sebenarnya yg akan mampu melakukan itu 
semua....??"
Wahai Mu'adz...! Sebenarnya apa2 yg telah aku paparkan tadi dg segala 
penjelasannyaserta cara2 menghindari bahayanya itu semua akan sangat mudah bagi 
dia yg dimudahkan oleh Allah Ta'ala. Oleh karena itu cukuplah bagimu mencintai 
sesama manusia, sebagaimana engkau mencintai jiwamu sendiri, dan engkau 
membenci mereka sebagaimana jiwamu membencinya. Dengan itu semua niscaya engkau 
akan mampu & selamat dalam menempuhnya!!" Khalid bin Ma'dan kemudian berkata 
bahwa Mu'adz bin Jabal sangat sering membaca hadits tersebut sebagaimana 
seringnya beliau membaca Alquran, & sering mempelajarinya serta menjaganya 
sebagaimana beliau mempelajari & menjaga Alquran di dalam majelis pertemuannya.
Al-Ghazali Rahimahullah kemudian berkata, "Setelah kalian mendengar hadits yg 
sedemikian luhur beritanya, sedemikian besar bahayanya, atsarnya yg sungguh 
menggetarkan, serasa akan terbang bila hati mendengarnya serta meresahkan akal 
& menyempitkan dada yg kini penuh dengan huru-hara yg mencekam. Kalian harus 
berlindung kepada Rabb-mu, Pemelihara Seru Sekalian Alam” Berdiam diri di ujung 
sebuah pintu taubat, mudah-mudahan kalbumu akan dibuka oleh Allah dengan lemah 
lembut, merendahkan diri & berdoa, menjerit & menangis semalaman. Juga di siang 
hari bersama orang-orang yg merendahkan diri, yg menjerit & selalu berdoa 
kepada Allah Ta'ala. Sebab itu semua adalah sebuah persoalan besar dalam 
hidupmu yg kalian tidak akan selamat darinya melainkan disebabkan atas 
pertolongan & rahmat Allah Ta'ala semata”
 
“Dan tidak akan bisa selamat dari tenggelamnya di lautan ini kecuali dengan 
hadirnya hidayah, taufiq serta inayah-Nya semata. Bangunlah kalian dari 
lengahnya orang2 yg lengah. Urusan ini harus benar2 diperhatikan oleh kalian. 
Lawanlah hawa nafsumu dalam tanjakan yg menakutkan ini. Mudah-mudahan kalian 
tidak akan celaka bersama orang-orang yg celaka. Dan mohonlah pertolongan hanya 
kepada Allah Ta'ala, kapan saja & dalam kadaan bagaimanapun.. Dialah yg Maha 
Menolong dengan sebaik-baiknya…….
Wa laa haula wa laa quwwata illa billaah...see u again 
 


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke