Malaikat


Akar kata Malaikat (dalam bahasa Indonesia) berasal dari bahasa Arab,
Mala'ika. Malai'ka berasal dari bahasa Ibrani, Mal'ak. Ketika orang-orang
Yahudi mulai terpencar dari negerinya pada abad ke-2 sebelum tarikh Masehi,
mereka memutuskan untuk menerjemahkan Kitab Suci mereka ke dalam Lingua
Franca yang berlaku ketika itu : bahasa Yunani.

Malakh pun diterjemahkan menjadi Angelos yang menjadi akar dari bahasa
Inggris, Angel. Mal'ak        -  Malai'ka       - Angelos            - Angel
mempunyai arti yang

sama yaitu "Messenger of God" - Utusan Tuhan.           3 agama monoteistik
terbesar di dunia, Yahudi-Kristen  Islam mengenal malaikat dengan nama yang
hampir

            sama, dengan fungsi yang juga kurang lebih sama yaitu sebagai
pembawa pesan Tuhan kepada   umatNYA. Tradisi Malaikat dalam 3 agama besar
ini mendapatkan pengaruh dari agama monoteistik pertama di dunia yaitu
Zoroastrianisme dengan nabinya, Zoroaster.



E-Diktat Guardian Angels ini digunakan dalam Lokakarya Guardian Angels Power
oleh Sanggar Mayapada Prana. E-Diktat ini hanya membahas malaikat secara
umum, bagaimana cara menyadari - membangun hubungan pribadi dan
mengoptimalkan energi para Malaikat Pelindung/Guardian Angels serta
bagaimana cara mengembangkan potensi kemalaikatan yang terpendam dalam diri
anda. Tentang malaikat-malaikat lainnya tidak dibahas di E-Diktat ini.



Guardian Angel dalam Berbagai Budaya Manusia



Konsep manusia tentang adanya roh pelindung mungkin sudah sama tuanya dengan
kebudayaan manusia itu sendiri. Orang-orang Mesopotamia percaya mereka
memiliki dewa pribadi yang disebut Massar Sulmi (pelindung kesejahteraan
manusia). Zoroastrianisme menyebut roh pelindung ini fravashis, orang Jepang
menyebutnya Kami, orang Romawi pra Kristen menyebutnya, Genii (pelindung
pria) dan Juno (pelindung wanita). Dalam tradisi Teutonic, dikisahkan roh
pelindung ditugaskan pada tiap orang saat mereka dilahirkan dan menuntun
mereka sepanjang hayat. Cerita rakyat dari Armenia mengisahkan setiap bayi
yang lahir memiliki roh pelindung yang selalu menghibur sang bayi.



Dalam Taurat Kitab Keluaran (Exodus) dituliskan ketika Tuhan berkata pada
Nabi Musa "Sesungguhnya Aku Mengutus seorang Malaikat berjalan di depanmu,
untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang
telah Ku sediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah
perkataannya." (Kel.23:20). Raja Daud dalam kitab Mazmur menulis "Sebab
Malaikat-Malaikat-NYA akan diperintahkan-NYA kepadamu untuk menjaga engkau
di segala jalanmu" (Mazmur 91:11). Ahli teologi Kristen pada masa-masa awal
perkembangan agama ini yaitu Origen (185-254 M) menegaskan bahwa setiap
manusia memiliki malaikat baik yang memandunya, namun ada juga fallen angel
yg selalu menggoda manusia untuk berbuat jahat. Filsuf agama Kristen abad
13, St. Thomas Aquinas mengatakan setiap individu memiliki malaikat
pelindung di sekitar mereka.



 Kepercayaan    akan eksisnya   energi   malaikat  pelindung ini juga
didukung oleh Gereja Katholik meski tidak menjadi             suatu    dogma.
Kepercayaan ini bahkan tertuang

dalam ajaran sosial gereja berjudul        Opus Sanctorum Angelorum - The
Work of The

Holy Angels, yaitu suatu ajaran yang      dimaksudkan    untuk mendukung
kepercayaan akan eksisnya   para     Malaikat pelindung          dan
    membantu
hubungan kerjasama antara manusia dan Malaikat pelindung mereka. Gereja
Katholik juga mengabadikan       tanggal 2 Oktober dalam kalendernya sebagai
perayaan bagi Malaikat Pelindung. Malaikat pelindung juga sangat
memperhatikan anak-anak. Tentang hal ini Nabi Isa berkata "Ingat, jangan
menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini karena Aku berkata
padamu, ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa Ku
yang di Sorga." (Mat 18:10).



Pada awal perkembangan agama Kristen, berkembang istilah Angelolatry yaitu
pemujaan terhadap Malaikat. Tahun 325 M, pertemuan para Bapa Gereja
(Konsili) di Nicea mengumumkan kepercayaan pada Malaikat sebagai bagian dari
dogma. Dogma ini ternyata menghasilkan ledakan pemujaan yang berlebihan pada
malaikat. Sebagai akibatnya pihak Gereja lalu sangat berhati-hati dan
membatasi pemujaan hanya sebatas doa kepada beberapa malaikat terpenting
saja (Archangels).



Sebagai agama monoteistik terakhir, Islam pun mengenal Malaikat seperti yang
dikenal Yahudi dan Kristen. Agama Islam memberi pengaruh besar pada
masyarakat Eropa melalui Afrika Utara dan Spanyol Selatan. Selama
berabad-abad, kerajaan Islam menikmati zaman keemasan di mana ilmu
pengetahuan, sastra dan seni berkembang pesat. Penganut agama Islam adalah
yang terbanyak dan perkembangannya amat cepat di dunia.



Para pemikir Islam mendalilkan             3 susunan mahluk di bawah
Tuhan
: Malaikat, Jin dan Manusia. Malaikat -diciptakan dari cahaya- adalah mahluk
yang paling dekat dengan Tuhan. Jin diciptakan dari api dan menjadi
perantara antara Malaikat dan Manusia. Malaikat dalam Al Qur'an adalah
mahluk spiritual yang diciptakan Tuhan hanya untuk melayani, mematuhi dan
menyembah-NYA. Mereka adalah energi murni yang terbuat dari Cahaya Ilahi dan
tidak mempunyai kuasa atas dirinya sendiri. Djibril (Gabriel) amat penting
dalam Islam. Ia adalah malaikat yang mula-mula menghubungi Nabi Muhammad dan
mendiktekan ayat-ayat suci Al Qur'an. Mikhail (Mikael) adalah malaikat
pembagi rezeki, Israfil adalah peniup sangkakala. Malaikat-malaikat juga
dikirim untuk melindungi Ka'bah - arah kiblat dan juga untuk memohonkan
ampun bagi orang beriman.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Quote: 
** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will 
become scientific. Disagreements between science and religion will come to an 
end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are 
derived from the same source, and are only modifications of the One Universal 
Energy **
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke