salam juga ya heheheheh proses dan sensasi yang dialami bung ialaba juga nggak salah kok, salah satu kegunaan kepekaan rasa itu juga bisa bermanfaat untuk mendeteksi sumber penyakit/masalah. Tapi yang saya maksudkan efek samping kalo rasa itu sampe2 bikin praktisi jadi korban niat mo nolong eh malah kemasukan penyakit. Kalo nggak ada efek yang merugikan ya nggak apa2.
Saya juga tidak menggunakan istilah "Menyerang" karena kita hidup berdampingan dengan mahluk lainnya yang juga berhak untuk Hidup. Saya merasakan alam semesta ini harus kita jaga supaya harmonis. Dan yang berhak menghakimi dan "menyerang" apalagi sampe membunuh sesama mahluk hidup bukan kita. Oleh karena itu saya selalu berusaha jika ada gangguan dari penyakit (bisa disebabkan mahluk lain seperti kuman, virus or yang lainnya) tidak langsung "menyerang"nya tapi bernegosiasi supaya dia kembali ke habitatnya. Kecuali jika dia menyerang terlebih dulu, apa boleh buat kita kan cuman membela diri (dalam istilah hukum overmacht) bisa dibenarkan. So, sesuai dengan Nama yang kita sandang HARMONISASI UNIVERSAL alangkah indahnya jika semua mahluk di alam semesta ini hidup berdampingan dengan damai tidak perlu saling menyerang dan diserang. (ada aksi dan reaksi). Salam Harmonis selalu Herman A ----- Original Message ----- From: "iabaiha" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Harmonisasi Universal" <[email protected]> Sent: Saturday, December 15, 2007 1:21 PM Subject: [Harmonisasi] Re: Mau tanya neeh..... > > salam, > mungkin benar jika kadang kala masuknya energi negatif kepada diri > sang penyalur (praktisi penyembuh) terasa sangat mengganggu. tapi > kadang kala hal itu memberikan suatu nilai lebih dalam proses > penyaluran. menurut pengalaman pribadi saya dan beberapa rekan > praktisi, ketika menghealing pasien, sang praktisi ikut merasakan apa > yang sebenarnya dialami sang pasien. misal ketika seorang pasien > mengeluh sakit kepala dan minta dihusada, maka ketika proses > penyaluran energi berjalan, praktisi juga merasakan sensasi yang tidak > mengenakan dalam dirinya, misal kepalanya ikut sakit ato bahkan rasa > sakit di bagian lain. > pernah suatu ketika saya menghusada temen yang mengeluh sakit kepala > yang lumayan akut, yang terasa oleh saya bukan sakit yang ada di > kepala, tapi malah sakit ditengkuk. berdasarkan pengalaman2 > sebelumnya, saya mengambil kesimpulan bahwa sumber penyakitnya ada di > tengkuk dan bukan di kepala. maka itu langsung saya "serang" bagian > tengkuknya. dan ternyata "serangan" tersebut berhasil dengan > sukses. :) > sebeneranya sih masih ada kebingungan juga sih tentang hal itu. apa > memang sensasi itu timbul karena masuknya sebagian energi negatif > pasien ke kita ato memang murni karena kepekaan kita. karena menurut > saya, hal itu sangat berguna untukmengetahui sumber penyakit agar > lebih mudah di healing, dan untungnya sensasi tersebut hilang langsung > ketika proses healing selesai. > salam. > > On 14 Des, 19:55, "hmadriansyah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> Karena bukan tidak mungkin ada energy negatif yang ikut masuk terserap >> diri penyalur. Hal ini terjadi karena penyalur(praktisi penyembuh) >> terlalu berusaha memaksakan untuk menyalurkan energynya (kelewat >> semangat) untuk menyembuhkan. Jangan lupa saat penyaluran kita hanya >> bersikap pasrah kepada belas kasih Tuhan yang Maha Penyembauh. Kita >> hanyalah perantaraanNya saja. >> > > > __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Quote: ** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will become scientific. Disagreements between science and religion will come to an end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are derived from the same source, and are only modifications of the One Universal Energy ** -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
