Bahasa Alam Alam yang dipandang disekitar kita sebenarnya selalu melantunkan ucapan ucapan yang mesra baik ditelinga, dikulit, penciuman ataupun dimata.... Tapi kadang kita ga peduli dengan instrumen instrumen tersebut karena entah masih buta tuli bisu atau terbiasa tidak perduli dengan kehadirannya karena diri ini masih terlena dengan percakapan tingkat antar sesama manusia, sehingga tertutuplah pintu tersebut dikarenakan diri inilah yang menutup.
Sebenarnya alam selalu menjawab dialog-dialog kita, hanya saja kitanya kurang respon atau tidak memahami bahasanya sehingga dianggap angin lalu saja. Contoh : suatu hari aku disibukan oleh order besar bosku bisnis makelar tanah yang lahannya seluas ribuan hektar untuk areal perkebunan, saat-saat mengajukan penawaran harga sedang tegang tegangnya tiba-tiba lampu mati dalam berapa menit. Dugg firasatku mengatakan ini bisnis bohongan nih. Yahh diakhir kejadian setelah beberapa hari usut punya usut ternyata lahan itu hanya fiktif belaka. Contoh lainnya : temanku ada niatan liburan semesteran anaknya ke- pantai bersama keluarga. 1 hari sebelum keberangkatannya dia cerita panjang lebar tentang kebahagiaannya keluarga, cerita keharmonisan keluarga, dan anak mereka yang tentu sangat mereka cintai hingga hati ini ikut senang. Setelah cerita balas cerita teriang iang diteling aku disaat aku menuju pulang kerumah tapi alangkah terkejutnya disela-sela lamunan truk barusan melewatiku tiba-tiba merem mendadak dan sebuah bis sekolah berada dibelakang truk ga sempat merem langsung menghajar truk dan terjadilah tubrukan kuat untung bis sekolah tersebut ngga ada penumpangnya tapi bis itu peot dan terbalik dan sopirnya cidera. Setelah kejadian itu aku jadi teringat temanku yg akan berliburan. Aku akhirnya balik lagi kerumahnya dan berusaha mencegah niatannya,... syukur temanku mau mendengarkan dan tentunya tidak mau ambil resiko walau awalnya tertawa mendengarkan bujukanku untuk membatalkan niatannya. Soal benar atau tidaknya kejadian tersebut akan terjadi tentunya dengan membatalkan kepergian akan tidak diketahui jawabannya tapi secara ma'rifat (jangan diartikan sempit) jawaban penutup pasti hadir kembali. Dan banyak lagi hal hal lain yang mempunyai jawaban berbeda dengan hasil yang menyenangkan. Apakah jawabannya menyenangkan atau sebaliknya Intinya manusia bisa-bisa saja berbohong antar sesama demi kepentingan pribadi/golongan (nafsu), tapi alam tidak pernah berdusta alias amat lugu asal kita memang minta petunjuk padaNya ... Alam kadang menjawab pertanyaan disaat kita sedang gundah gulana, sedih... bahkan disaat kita diajukan satu jawaban dari beberapa pilihan ( buah simala-kana) dalam hitungan detik jawaban tersebut sesungguhnya sudah dapat diterima, hanya jawaban tersebut sungguh halusss ... tapi bukannnya tidak terlihat atau tidak terdengar secara kasat. Lapisan lapisan bahasa alampun selalu datang berkelanjutan dari mulai rasa pada humbul humbul kemudia pencium lanjut lagi penglihatan dan diakhiri suara, dan lagi lagi sering terlewatkan alias lengah bahwa itu jawaban dari permasalahnmu... kira kira begitu. Tapi apa daya .... Jika selalu sadar dan dapat menterjemahkan maka dekatlah ia dengan lingkungannya dan maka sesungguhnya dia dekat dengan Penciptanya. Sungguh betapa harmonisnya kehidupan ini semua mahluk dapat memahami tentang Bahasa Alam. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Quote: ** In this age of Aquarius, science will become religious, and religion will become scientific. Disagreements between science and religion will come to an end, and people will begin to comprehend that both spirit and matter are derived from the same source, and are only modifications of the One Universal Energy ** -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
